Situs Watu Sigong Diperkirakan Peninggalan Era Mataram Kuno

Kawasan situs Watu Sigong diperkirakan peninggalan era Mataram Kuno antara abad ke-8 hingga ke-10.

 Warga menunjukkan bebatuan yang menyerupai alat gamelan di kawasan Situs Watu Sigong Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Warga menunjukkan bebatuan yang menyerupai alat gamelan di kawasan Situs Watu Sigong Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Kumpulan batu kuno dan bentuknya menyerupai perangkat gamelan ditemukan di situs Watu Sigong di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten. Situs Watu Sigong pun diwacanakan menjadi salah satu daya tarik wisata di desa setempat.

Salah satu pegiat pelestari cagar budaya Klaten, Hari Wahyudi, mengatakan bebatuan di kawasan situs Watu Sigong diperkirakan peninggalan era Mataram Kuno antara abad ke-8 hingga ke-10. Hari yakin kawasan tersebut pernah berdiri candi.

PromosiCerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

“Agak mustahil untuk memindahkan bebatuan tersebut karena dengan diameter sekitar 60 sentimeter dan bobot satu batu itu bisa lebih dari setengah kuintal. Jadi kemungkinan di sana itu bekas bangunan candi. Apalagi di dekat kawasan itu ada sumber air,” jelas Hari saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (21/1/2022).

Baca Juga: Misteri Watu Sigong Mranggen Klaten, Kumpulan Batu Kuno Mirip Gamelan

Hari memperkirakan bebatuan berbentuk lingkaran di kawasan Watu Sigong sebenarnya bagian dasar umpak atau alas tiang bangunan candi. Sementara, batu yang menyerupai tatakan saron sebenarnya jaladwara atau pancuran air.

“Kalau Sigong yang ditemukan di Klaten hanya di Mranggen. Dulu dari Balai Arkeologi Yogyakarta pernah ke Mranggen dan mengadakan edukasi ke pemerintah desa setempat. Selain Watu Sigong, di sana juga ada situs Candi Jaden. Kami berharap peninggalan-peninggalan itu bisa dirawat dan syukur-syukur bisa diangkat menjadi potensi wisata desa,” kata dia.

Kumpulan bebatuan kuno itu berada di tengah perkarangan. Nama Sigong disematkan tak lain bentuk bebatuan yang meyerupai gong. Setidaknya ada 10 batu yang bentuknya menyerupai gong. Ada satu batu yang bentuknya menyerupai tatakan saron. Satu batu lainnya menyerupai kemuncak atau puncak atap candi.

Baca Juga: Tak Hanya Watu Sigong Klaten, Ini Deretan Batu Misterius Bersuara Mirip Gong 

Bebatuan kuno menyerupai bentuk alat gamelan itu sudah ada di tengah perkarangan antara tanah kas desa dan tanah milik warga sejak zaman dulu. “Sejak zaman dulu lokasi batu-batu sudah ada di sana,” jelas Kepala Desa Mranggen, Miseran saat berbincang dengan Solopos.com beberapa waktu lalu

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

+ PLUS Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Berita Terkini

Sragen Hari Ini: 21 Mei 2016, Kecelakaan Maut Bus & Motor, 1 Meninggal

Enam tahun lalu, tepatnya pada 21 Mei 2016, terjadi kecelakaan lalu lintas di jembatan Mageru, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen.

Warga Sragen Wetan Meninggal di Kamar, Ketahuan Seusai Jendela Didobrak

Seorang warga Sragen Wetan Sragen, ditemukan meninggal dunia sendirian di rumah. Korban ketahuan meninggal setelah ada warga yang mendobrak jendela rumahnya.

Tak Kuat Menanjak, Espass Nggelondor ke Jurang di Karangpandan

Mobil Daihatsu Zebra Espas yang dikemudikan warga Karangpandan, Karanganyar, ngglondor masuk jurang setelah tak kuat menanjak. Beruntung, sopir hanya mengalami luka ringan.

Keistimewaan Boyolali, Aneka Kuliner Lezat hingga Ikon Monumen Dunia

Kabupaten Boyolali dengan sederet keistimewaan terdiri atas 22 kecamatan yang dibagi lagi menjadi 261 desan dan 6 kelurahan.

Pengerjaan Proyek Pasar Nglangon Lambat, Bupati Sragen Marahi Konsultan

Bupati Sragen berang saat mengetahui progres pembangunan Pasar Nglangon senilai Rp33,7 miliar baru berjalan 0,48% dari seharusnya 11%.

Wow, Ada Monca Nail Art Juga Loh di Korean Wave Solo Grand Mall

Monca Nail Art menjadi salah satu gerai peserta Korean Wave yang digelar Solopos Media Group (SMG) dan Solo Grand Mall. Monca Nail Art memberi diskon 20% untuk semua treatment.

Petani Milenial Sukoharjo: Hasil Panen Bisa untuk Healing dan Perawatan

Petani milenial kini tak harus terjun ke sawah karena ada banyak kegiatan bisa dilakukan untuk mengoptimalkan usaha pertanian, salah satunya bidang pemasaran.

Ratusan Buku Belanda di Museum Radya Pustaka Jarang Dibaca, Ini Isinya

Ratusan buku berbahasa belanda di Perpusatakaan Museum Radya Pustaka Solo jarang dibaca oleh pengunjung.

Alasan di Balik Kafe Kopi Lebih Ngetren Ketimbang Kafe Teh

Teh lebih populer dijajakan di angkringan, sementara kopi di kafe-kafe berkelas. Ada alasan di balik fenomena tersebut.

Cerita Gema Salam Dampingi Napiter Asal Klaten saat Bebas dari Lapas

Yayasan Gema Salam menjemput napiter yang sudah bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas/LP) Gunung Sindur, Parung, Bogor atas nama Agung, asal Kabupaten Klaten.

Mewujudkan Mimpi Bupati Yuni Miliki Teh Khas Sragen

Meski tak punya kebun teh, Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati ingin Kabupaten Sragen memiliki teh khas.

Peran Sendang Siwani Wonogiri dalam Kisah Sambernyawa Lawan Kompeni

Menurut Juru Kunci Sendang Siwani, Slamet Riyadi, dahulu Sendang Siwani bernama Belik Lenggong.

Cerita tentang Bandit Jawa dan Praktik Kecu Masa Kolonial di Soloraya

Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, praktik perkecuan atau kecu atau bandit sosial menempati posisi tertinggi tindak kriminalitas di wilayah Vorstenlanden Surakarta atau Soloraya, yang terjadi akibat kesenjangan status sosial yang tinggi, serta pengaruh kebijakan Pemerintah Kolonial Hindia Belanda.

Kenalkan Ranu Asmoro, Dekorator Pernikahan Langganan Keluarga Jokowi

Dekorasi pernikahan Ketua MK dengan adik Presiden Jokowi dilakukan oleh Ranu Asmoro. Ranu merupakan pria yang menjadi langganan mendekorasi pernikahan keluarga Jokowi.

Ada Pemeliharaan Jaringan, Cek Pemadaman Listrik di Solo Sekarang

Berikut ini jadwal pemeliharaan dan pemadaman listrik yang terjadi di Solo, Jawa Tengah, pada hari ini, Sabtu, 21 Mei 2022.

Bupati-Kapolres Sragen Mendadak Tinjau Pasar Hewan Nglangon, Ada Apa?

Populasi sapi saat hari pasaran Pahing di Pasar Nglangon mencapai 600 ekor dan kambing mencapai 100-an ekor.