Misteri Watu Sigong Mranggen Klaten, Kumpulan Batu Kuno Mirip Gamelan

Di kawasan Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, ada kumpulan batu kuno dan bentuknya menyerupai perangkat gamelan.

 Warga menunjukkan bebatuan yang menyerupai alat gamelan di kawasan Situs Watu Sigong Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Warga menunjukkan bebatuan yang menyerupai alat gamelan di kawasan Situs Watu Sigong Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Selasa (18/1/2022). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN—Kawasan situs Watu Sigong di Dukuh Kroman, Desa Mranggen, Kecamatan Jatinom, Klaten, diwacanakan menjadi salah satu daya tarik wisata di desa setempat. Di kawasan itu, ada kumpulan batu kuno dan bentuknya menyerupai perangkat gamelan.

Kumpulan bebatuan kuno itu berada di tengah perkarangan. Nama Sigong disematkan tak lain bentuk bebatuan yang meyerupai gong. Setidaknya ada 10 batu yang bentuknya menyerupai gong. Ada satu batu yang bentuknya menyerupai tatakan saron. Satu batu lainnya menyerupai kemuncak atau puncak atap candi.

PromosiSupaya Pelajaran Sejarah Menarik, Komikkan Saja!

Bebatuan kuno menyerupai bentuk alat gamelan itu sudah ada di tengah perkarangan antara tanah kas desa dan tanah milik warga sejak zaman dulu. “Sejak zaman dulu lokasi batu-batu sudah ada di sana,” jelas Kepala Desa Mranggen, Miseran saat berbincang dengan Solopos.com beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Dua Situs Cagar Budaya di Klaten bakal Dilompati Jalan Tol Solo-Jogja

Bebatuan itu masih menyimpan misteri. Warga tak mengetahui secara persis asal usul bebatuan tersebut. Tak hanya misteri soal asal-usul bebatuan itu. Pada malam-malam tertentu kerap terdengar suara gamelan yang diyakini berasal dari kawasan situs. Sementara, kawasan situs berada di tengah perkarangan.

“Dulu sebelum daerah itu ramai, pada malam-malam tertentu terdengar klenengan. Ya seperti suara klenengan biasa itu. Tetapi ketika dicari, tidak ada yang memainkan gamelan. Kalau sekarang karena seiring perkembangan zaman, suara klenengan sudah tidak terdengar lagi,” kata Miseran.

Miseran mengatakan Watu Sigong hingga kini masih terus dirawat dan dilestarikan warga. Belum lama ini warga dan pemerintah desa setempat membersihkan kawasan bebatuan yang kini berada di antara pekarangan ditanam pohon pepaya, pisang, serta singkong.

Baca Juga: Edukasi Warga, 10 Situs Cagar Budaya Klaten Dipasangi Papan Informasi

Kawasan Watu Sigong diwacanakan menjadi salah satu daya tarik wisata edukasi di Mranggen. Selain Watu Sigong, potensi desa lainnya yang bisa menjadi daya tarik wisata yakni Umbul Kroman. Umbul tersebut saat ini mulai dirintis menjadi objek wisata dengan penataan kawasan dan penambahan sejumlah fasilitas.

Salah satu warga Desa Mranggen, Purwantoro, 43, juga mengatakan sejak zaman dulu bebatuan tersebut tak pernah dipindah dan sudah ada di tengah perkarangan. “Sebelumnya kawasan ini tertutup bambu. Kemudian warga gotong royong membersihkan kawasan sekitar barang purbakala ini,” jelas Purwantoro.

Purwantoro juga mengakui pada malam-malam tertentu terdengar suara klenengan yang diyakni bersumber dari kawasan situs tersebut. “Biasanya saat malam lebih dari pukul 00.00 WIB,” jelas dia.

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

+ PLUS Pencapaian SDGs Desa Langkah Penting Mengatasi Kemiskinan Ekstrem

Pencapaian Tujuan Pembangunan Desa Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa menjadi bagian penting dari strategi mengatasi masalah kemiskinan ekstrem di Indonesia.

Berita Terkini

Apa Itu Onggo-Inggi, Sosok yang Kerap Muncul di Jembatan Jurug Solo?

Apa sih itu Onggo-Inggi, sosok yang dikabarkan kerap muncul di Jembatan Jurug Lama Solo, Jawa Tengah?

Lahan 20,1 Hektare di Sragen Dihibahkan ke Kemenparekraf, Ini Lokasinya

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk pembangunan Poltekpar Negeri, lokasi lahan itu tersebar di tiga kelurahan.

Pemkab Klaten Kembali Mendapatkan Opini WTP, Ini Komentar Bupati

Pemerintah Kabupaten Klaten sukses mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Tahun Anggaran 2021.

Pemkab Sragen Hibahkan Lahan 20,1 Hektare ke Kemenparekraf, Buat Apa?

Pemkab Sragen menghibahkan lahan seluas 20,1 hektare kepada Kemenparekraf untuk lokasi pembangunan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Negeri.

Kenapa Nama Sala Berubah Jadi Solo? Ternyata Ini Sejarahnya

Kira-kira kenapa nama Sala bisa berubah menjadi Solo, salah satu kota yang ada di Jawa Tengah? Ternyata begini sejarahnya.

Butuh 2 Crane Evakuasi 2 Truk Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Evakuasi kedua truk yang terlibat kecelakaan di Jl. Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) membutuhkan dua crane.

Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Kecelakaan maut melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022) diduga karena sopir mengantuk.

Dua Orang Meninggal Kecelakaan 2 Truk di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Polisi menyebut dua orang meninggal dalam kecelakaan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Bluar! Dikira Truk BBM Terbakar di Jl. Solo-Semarang Boyolali, Ternyata

Salah seorang warga menyampaikan kesaksian saat kecelakaan melibatkan dua truk di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur SPBU Teras, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (17/5/2022).

Breaking News! Dua Truk Alami Kecelakaan di Jl. Solo-Semarang Boyolali

Dua unit truk terlibat kecelakaan di Jl. Raya Solo-Semarang, tepatnya di timur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada Selasa (17/5/2022).

Mirip Punya Pemkot, Di Keraton Solo Juga Ada Wahana Kereta Listrik Lho

Di kawasan wisata Keraton Solo ada wahana baru kereta listrik yang bentuknya mirip kendaraan listrik wisata milik Pemkot Solo, mau coba?

Rudy Ikut Donor, DPC PDIP Solo Himpun 221 Kantong Darah

DPC PDIP Solo mengadakan aksi donor darah dan berhasil menghimpun 221 kantong dari pengurus dan kader. Aksi dipimpin langsung oleh FX Hadi Rudyatmo yang juga menjadi donor.

Libur Waisak Pasar Gede Solo Dipadati Pengunjung, Ini Yang Diburu

Pasar Gede Solo dipadati pengunjung dari luar kota yang ingin menikmati kuliner khas atau membeli oleh-oleh pada libur Hari Raya Waisak, Senin (16/5/2022).

Beredar Surat PLN Solo Tertibkan Pemakaian Daya, 450 VA Jadi 1.300 VA

Surat berisi pemberitahuan dari PLN kepada pelanggan mengenai penertiban daya listrik dari 450 VA menjadi 1.300 VA beredar di Solo.

Antisipasi PMK, Pedagang Dan Peternak Sapi di Solo Diminta Lakukan Ini

Tim gabungan DKPP dan Polresta Solo memberikan sejumlah arahan kepada pedagang dan peternak kambing serta sapi untuk antisipasi wabah PMK.