Situs Belanja Online Blanja.com Menyerah, Setop Operasi per 1 September
Ilustrasi belanja online (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA -- Situs belanja online Blanja.com resmi setop beroperasi per 1 September 2020. Pembelian di website itu sudah tidak dilayani per tanggal tersebut.

Blanja.com adalah perusahaan joint venture antara PT Telekomunikasi Indonsia Tbk. (Persero) atau PT Telkom dan eBay. Dalam website resminya, Blanja.com mengumumkan bahwa pemberhentian operasi tersebut merupakan bagian dari perubahan strategi bisnis yang dilakukan oleh Blanja.com.

Diumumkan juga, transaksi belanja yang masih berjalan akan diselesaikan. Transaksi tersebut meliputi pembelian, penjualan, pembayaran, dan pengiriman yang masih dalam proses. Situs belanja online ini memastikan transaksi yang sudah berjalan masih bisa diselesaikan.

Yey! Bus Trans Jateng Solo-Sragen Mulai Mengaspal

Maka kami sampaikan bahwa terhitung mulai 1 September 2020 seluruh kegiatan pembelian di BLANJA akan dihentikan,” tulis Blanja.com dalam situsnya, Rabu (2/9/2020), seperti dikutip Bisnis.com.

Blanja.com pun mengimbau kepada para pengguna dan juga Teman Blanja untuk melakukan penarikan saldo pada Dompet Blanja sebelum tanggal 30 September 2020.

Blanja.com lahir pada 2012. Situs belanja online ini adalah hasil kerja sama antara Telkom dengan eBay. Kerja sama tersebut awalnya diyakini dapat menjadi kekuatan besar mengingat Telkom merupakan perusahaan telekomunikasi terbesar di Tanah Air.

10 Berita Terpopuler : 6 Parpol Nonparlemen Dukung Joswi di Pilkada Sukoharjo

Pemimpin Industri E-Commerce

Sedangkan eBay memiliki pengalaman e-commerce. Kemitraan strategis dengan pemimpin di industri e-commerce dunia ini juga diyakini dapat meramaikan pasar online dan menghubungkan MetraPlasa dengan ratusan juta merchant, baik lokal maupun global.

Rupanya modal kuat itu tak cukup untuk meraih hati konsumen online Tanah Air untuk memilih situs belanja online ini.

Di sisi lain, Facebook dan Bain & Company menyebut para pemain dagang-el (e-commerce) perlu membangun loyalitas dan pertumbuhan merek mereka, seiring dengan konsumen digital Indonesia yang makin selektif.

31 Halte Dibangun di Jalur Bus Trans Jateng Solo - Sumberlawang

Dalam studi terbarunya yang berjudul Digital Consumers of Tomorrow, Here Today, Bain & Company menyatakan pada 2020, konsumen digital di Indonesia perlu mengunjungi 5,1 situs belanja online sebelum membuat keputusan pembelian.

Ini merupakan peningkatan yang mencolok dari rata-rata 3,8 situs pada 2019. Alasan utama yang mendasari perilaku ini adalah konsumen mencari ketersediaan produk yang lebih baik (37 persen).

Selain itu, mencari harga produk yang lebih terjangkau (35 persen). Kondisi ini membuat persaingan antar situs belanja online kian ketat.

Sumber: Bisnis.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom