Yey! Bus Trans Jateng Solo-Sragen Mulai Mengaspal

Moda transportasi umum bus Trans Jateng mulai mengaspal dengan tayek Terminal Tirtonadi Solo-Situs Sangiran-Sumberlawang Sragen.

 Bus Trans Jateng menunggu datangnya penumpang di Terminal Sumberlawang, Selasa (1/9/2020). (Espos/Moh. Khodiq Duhri)

SOLOPOS.COM - Bus Trans Jateng menunggu datangnya penumpang di Terminal Sumberlawang, Selasa (1/9/2020). (Espos/Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN — Dua unit bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng terparkir tak jauh dari halte Terminal Sumberlawang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah (Jateng), Selasa (1/9/2020). Ini adalah kali pertama BRT Trans Jateng Koridor I dengan rute Terminal Tirtonadi Solo-Situs Sangiran-Sumberlawang, mengaspal.

Bus dengan daya tampung sekitar 20 penumpang itu sempat dijadwalkan mengaspal pada Juni. Adanya pandemi Covid-19 membuat peluncuran bus ini molor hingga awal September. Saat kali pertama mengaspal, antusias warga pun cukup tinggi. Sejumlah warga terlihat mengantre di halte. Sebagian lagi sudah masuk bus.

"Mohon maaf, untuk penumpang pria duduk di depan. Untuk penumpang wanita duduk di belakang," ujar kondektur BRT Trans Jateng kepada penumpang yang baru masuk.

Embusan angin dari celah lubang air conditioner (AC) langsung mereduksi panasnya suhu udara di Sumberlawang siang itu. Di dalam bus itu, terdapat 20 tempat duduk.

Hari Ini Dalam Sejarah: 1 September 1939, Perang Dunia II Meletus

Dua tempat duduk di antaranya khusus penyandang difabel, ibu hamil maupun manula. Sebagian tempat duduk itu diberi selembar kertas berlakban bening bertuliskan "Mohon maaf dilarang duduk demi menjaga jarak antarpenumpang untuk menghindari potensi penularan Covid-19".

Penuh

Akan tetapi, tingginya antusias warga untuk menjajal moda transportasi baru itu membuat tempat duduk "terlarang" itu akhirnya diduduki penumpang. Para penumpang pun nyaris duduk berhimpit-himpitan tanpa jarak sehingga protokol kesehatan dalam rangka menanggulangi Covid-19 terabaikan.

Dalam kondisi penuh penumpang, Trans Jateng pun berangkat dari Terminal Sumberlawang menuju Situs Sangiran dan dilanjutkan ke Terminal Tirtonadi Solo tepat pukul 11.00 WIB.

Selama sekitar 40 menit, Trans Jateng tiba di halte Situs Sangiran yang berlokasi di sebelah timur Balai Desa Krikilan. Selama dalam perjalanan, bus sempat berhenti sekitar lima detik di beberapa landasan atau calon halte, tepatnya di depan tempat-tempat umum seperti sekolah, puskesmas hingga kantor kecamatan.

Bus melaju dengan kecepatan rata-rata 50 km/jam. Aturannya, bus tidak boleh melaju dengan kecepatan di atas 60 km/jam demi menjaga kenyamanan penumpang. Selama dalam perjalanan menuju Situs Sangiran itu, kondektur beberapa kali menolak masuknya penumpang karena di dalam bus sudah penuh.

"Ini saya bawa dua anak. Karena mereka tidak ada kegiatan di rumah, saja ajak jalan-jalan ke Solo mumpung masih gratis. Kesan pertama saya, lumayan nyaman karena di dalam bus terasa adem. Itu yang tidak pernah saya dapatkan ketika saya pergi ke Solo dengan naik bus lain," ujar Slamet Nuryanto, 41, warga Kauman Lor, RT 41, Gemolong, Sragen, kala berbincang dengan Solopos.com di lokasi.

Durasi kedatangan antarbus Trans Jateng berkisar 15 menit. Dari halte Situs Sangiran, terdapat dua bus Trans Jateng yang berbeda tujuan yakni Sumberlawang dan Terminal Tirtonadi Solo.

Prisa Putrialina Penyanyi Cilik Kelahiran Klaten Guncang Pembukaan Peringatan Sewindu UU Keistimewaan Jogja

Penumpang sangat disarankan bertanya dulu kepada kondektur supaya tidak salah naik bus. Sebab, pada hari pertama, terdapat beberapa penumpang yang terpaksa harus diturunkan di jalan karena salah naik bus. Misal, penumpang itu mau ke Solo namun malah naik bus jurusan Sumberlawang. Begitu juga sebaliknya.

"Sebenarnya saya mau pulang ke Solo setelah mengajar di SMPN 1 Kalijambe. Tapi, saya sengaja naik bus ini menuju Sumberlawang. Tidak apa-apa. Itung-itung piknik tipis-tipis karena niat mau menjajal Trans Jateng," kata Hikmatul Af Idah, salah seorang penumpang.

Ia mengaku nyaman ketika menaiki bus Trans Jateng. Moda transportasi umum itu menurutnya sangat bermanfaat.

"Kadang butuh waktu lama untuk menunggu datangnya bus. Sampai simpang empat Kalijambe masih harus ngojek untuk sampai sekolah. Selain hemat tenaga, juga hemat waktu dan uang karena nanti karcisnya hanya Rp4.000. Sekarang malah digratiskan untuk sembilan hari ke depan. Jadi, ini fasilitas dari pemerintah yang benar-benar bermanfaat untuk saya. Nanti akan saya ajak siswa saya mengendarai bus ini menuju sekolah," katanya.

Berita Terkait

Berita Terkini

Innalillahi, Wartawan Senior di Sragen Berpulang

Wartawan senior di Sragen, Sutiyatmoko Wardoyo, meninggal dunia pada usia 63 tahun.

Bengkel Motor di Bayat Klaten Terbakar, 4 Sertifikat Tanah Ikut Ludes

Kios bengkel motor milik warga Desa Talang, Bayat. Klaten, terbakar hingga mengakibatkan kerugian material sekitar Rp150 juta.

Tak Ada Tilang di Operasi Patuh Candi 2021 Klaten Tapi...

Pola operasi yang awalnya 80 persen preemtif/preventif dan 20 persen penegakan hukum diubah menjadi 100 persen tindakan simpatik.

Didampingi Istri, Begini Detik-Detik Pendaki Gunung Lawu Jatuh hingga Meninggal

Seorang pendaki asal Madiun yang meninggal dunia naik Gunung Lawu dari Cemara Kandang bersama istri dan beberapa rekannya.

Tabrakan Motor dan Truk di Pilangsari Sragen, 1 Orang Meninggal Dunia

Tabrakan maut antara truk dan sepeda motor di jalan Gesi-Sragen, Pilangsari, Sragen, mengakibatkan satu orang meninggal.

Pendaki Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar Ternyata Belum Sarapan

Pendaki Gunung Lawu yang meninggal dunia setelah sempat jatuh dan tak sadarkan diri diduga dalam kondisi fisik kurang baik.

Kasus Perusakan Makam di Polokarto Sukoharjo, Polisi Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi

Kapolres Sukoharjo meminta masyarakat jangan terprovokasi dengan adanya dugaan perusakan nisan makam di Permakaman Muslim Polokarto.

Sempat Jatuh, Pendaki asal Madiun Meninggal di Gunung Lawu Karanganyar

Seorang pendaki Gunung Lawu asal Madiun meninggal dunia setelah sempat jatuh dan tak sadarkan diri saat melakukan pendakian.

Warga Lereng Merapi-Merbabu Jadi Sasaran Vaksinasi, Segini Kuotanya

Percepatan vaksinasi direncanakan kembali dilakukan di Kecamatan Selo pada Selasa (21/9/2021). Vaksinasi akan dilakukan di semua desa dengan jumlah sasaran sekitar 1.500 sasaran.

Geram Proyek GOR Indoor Manahan Tak Selesai, DPRD Solo: Jangan Terulang Lagi!

Pimpinan DPRD Solo geram dengan pelaksanaan proyek lanjutan GOR Indoor Manahan yang tak selesai sesuai target.

Diberi Gelar Kanjeng Pangeran, Gibran Juga Dapat Pesan ini Dari Raja Keraton Solo

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mendapat beberapa pesan dan arahan seusai menerima gelar Kanjeng Pangeran dari Raja Keraton Solo.

Catat! Syarat Masuk Pasar Klewer Solo Akan Pakai Aplikasi Peduli Lindungi

Wakil Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, menyebut perlunya penggunaan aplikasi Peduli Lindungi untuk masuk ke Pasar Klewer.

Kasus Perusakan Nisan Makam, Permakaman Muslim Polokarto Sukoharjo Punya Aturan Ketat

Permakaman Muslim Polokarto, Sukoharjo, yang sebelumnya dilaporkan terdapat kasus perusakan makam, memiliki sejumlah aturan ketat.

Kembali Dilonggarkan, Hajatan di Solo Boleh Undang 50 Orang

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali melonggarkan aturan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 pada pekan ini.

Panas Lur...! BMKG Ingatkan Suhu Udara Jateng Bisa Capai 37 Derajat Celsius sampai Oktober

BMKG Jateng mengingatkan akan adanya peningkatan suhu udara, bahkan bisa mencapai 37 derajat Celcius hingga Oktober mendatang.