Seorang perawat di Bangsal Mawar RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen memeriksa kondisi tangan kanan salah satu pasien korban aula ambruk di SMKN 1 Miri Sragen, Jumat (22/11/2019). (Solopos/Tri Rahayu)

Solopos.com, SRAGEN -- Di Bangsal Mawar RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen terbaring seorang pelajar Kelas X Teknik Pengelasan (TP) SMKN 1 Miri, Sragen, Bagus Dipa Aditya.

Luka bekas tertimpa kayu balok masih terlihat pada kaki kanannya dan pergelangan tangan kanannya juga masih bengkak. Bagus dalam keadaan terjaga saat Solopos.com menemuinya, Jumat (22/11/2019) siang itu.

Bagus masih ingat betul peristiwa angin kencang yang mengangkat bangunan aula sekolahnya karena saat itu Bagus berpegangan di salah satu tiangnya.

Selamat! Bayi Perdana Lahir di RSIS Yarsis Surakarta

“Saat saya pegangan salah satu tiang, angin itu datang dari timur ke barat. Tiang itu terangkat kemudian jatuh ke barat. Saya tertimpa usuk dan balok kayunya,” jelasnya.

Bagus sempat melihat banyak temannya yang berlarian. Tetapi ada teman-temannya yang di bagian selatan, tengah, dan utara kena reruntuhan bangunan aula itu.

Bagus kini masih menunggu operasi tangan kanannya yang retak. Dia ditunggui ibunya, Arsiti, 47, warga Kampung/Kelurahan Kaloran RT 001/RW 001, Gemolong, Sragen.

Kisah Sukarni Beli Mobil dari Hasil Jualan Soto Rp1.000/Mangkok di Sragen

“Sebenarnya mau operasi tangan kanannya yang retak. Tetapi ditunda karena ada gangguan pada pembuangan air kencingnya. Sepertinya sudah normal dan sekarang tinggal menunggu operasi,” kata sang ibu.

Masih di bangsal yang sama ada Dimas Taufik A. yang tertidur di dekat jendela ditemani bapaknya, Mulyono, 49, warga Dukuh Bojong RT 009, Hadiluwih, Sumberlawang, Sragen.

Dimas sempat mengalami pendarahan pada telinga dan hidung. “Mimisannya sudah sembuh, tinggal yang di telinga. Dia hanya bisa tidur soalnya kalau matanya terbuka pusing katanya,” ujar Mulyono.

Dianggap Sudutkan Kaum Hawa, Penulis Nakhoda Kapal Pecah Diserang Netizen

Sebagaimana diinformasikan, aula SMKN 1 Miri, Sragen, ambruk diterjang angin puting beliung, Rabu (20/11/2019) lalu. Saat itu, puluhan siswa masih menjalani pelajaran praktik mengelas di dekat aula.

Saat hujan dan angin melanda, para siswa berteduh di aula yang berupa bangunan terbuka menyerupai joglo dari kayu. Tak disangka bangunan itu malah ambruk.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten