Siklon Tropis Seroja Menjauh dari Indonesia, Namun Masih Bikin Cuaca Buruk di Jatim
Ilustrasi cuaca buruk. (JIBI/Solopos/Dok.)

Solopos.com, SURABAYA -- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas II Maritim Tanjung Perak Surabaya menginformasikan siklon tropis seroja telah menjauh dari Indonesia. Meski demikian, dampaknya secara tidak langsung masih dirasakan di perairan Jawa Timur.

Siklon ini membuat gelombang di perairan Jatim meningkat, bisa mencapai 6 meter. Sebelumnya siklon tropis seroja menyebabkan banjir bandang dan longsor di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut data BMKG, siklon tropis seroja kini posisinya di koordinat 112 BT-16.3 LS, tepatnya di Samudera Hindia Selatan Jatim. Kendati demikian, pusaran angin siklon ini masih kuat.

"Memang siklon ini meninggalkan wilayah NTT menuju Barat Daya hingga tanggal 8 April ini semakin jauh. Tetapi, kekuatannya tetap. Pusaran bisa mencapai 30 hingga 60 Knot," kata Kepala BMKG Maritim Tanjung Perak, Taufiq Hermawan, dalam live YouTube, Kamis (8/4/2021).

Selain berdampak bagi masyarakat di pesisir, Taufiq memaparkan Siklon Tropis Seroja juga mengakibatkan cuaca buruk di Jatim. Beberapa hari ini, terpantau hujan intensitas sedang hingga lebat dengan petir dan angin kencang sesaat.

"Dampaknya tentu pada wilayah maritim ada kenaikan gelombang yang cukup signifikan. Ada 14 wilayah kemaritiman, secara garis besarnya di bagian Utara bisa mengalami kenaikan 1 sampai meter. Di selatan Jatim dan Samudera Hindia Selatan Jatim kenaikan gelombang cukup signifikan 4 hingga 6 meter," imbuh Taufiq.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Dini Gelombang Ekstrem Siklon Tropis Seroja

Untuk itu, Taufiq mengingatkan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Dengan informasi ini, dia berharap nelayan hingga warga di pesisir bisa mengantisipasi potensi tingginya gelombang.

"Kami terus memerhatikan siklon ini dan juga akan menyampaikan imbauan dan peringatan dini secara tertulis melalui sosmed kita. Kami mengimbau tetap meningkatkan kewaspadaannya dua hingga tiga hari ke depan. Nelayan tradisional tetap waspada kenaikan gelombang. Perhatikan informasi dari kami," pesan Taufiq.

Sumber: Detik.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom