Dampak Siklon Tropis Seroja, Warga Kulonprogo Diminta Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Siklon tropis seroja. (Istimewa/BMKG)

Solopos.com, KULONPROGO -- Ancaman bencana hidrometeorologi yang ditimbulkan dari adanya siklon tropis seroja ditanggapi serius BPBD Kabupaten Kulonprogo. Imbauan kepada Kalurahan, Kapanewon, hingga sukarelawan kebencanaan di tiap-tiap wilayah juga telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Kulonprogo.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Ariadi, mengatakan pihak telah melakkan sejumlah antisipasi dan mitigasi bencana akibat siklon tropis seroja selatan perairan Jawa. Mulai dari penyiapan jalur dan pelaksanaan evakuasi hingga pemulihan pascabencana.

"Potensi cuaca ekstrem yang berdampak kepada terjadinya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Kulonprogo sudah kami antisipasi. Yakni dengan menyiapkan logistik, personel, dan kesiapan Early Warning System (EWS)," kata Ariadi pada Rabu (7/4/2021).

Baca Juga: Sido Muncul Berikan Rp650 Juta untuk Korban Bencana di NTT

Lebih lanjut, keberadaan siklon tropis seroja diprediksi bakal mengakibatkan gelombang setinggi 2,5 meter hingga 4 meter.

"Peringatan (potensi bencana hidrometeorologi) juga tersebut sudah diinformasikan kepada seluruh kalurahan dan kapanewon serta komunitas sukarelawan kebencanaan di Kulonprogo. Mereka diharapkan senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan mitigasi bencana," kata Ariadi.

Adapun, wilayah yang perlu diwaspadai terjadinya bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi di empat kapanewon. Di antaranya, Kokap, Girimulyo, Kalibawang, dan Samigaluh.

"Kemudian sebagian Pengasih, wilayah kapanewon yang lain juga turut meningkatkan kewaspadaan ya. Kan ini intensitas hujan akan meningkat disertai angin kencang. Terutama pohon-pohon di sekitar gedung dan rumah-rumah warga untuk diwaspadai," kata Ariadi.

Baca Juga: Update Terkini, 138 Korban Tewas Dalam Bencana Alam NTT

Destana Siaga

Sebagian besar desa di wilayah Kulonprogo juga sudah menyandang predikat sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana). Upaya mitigasi bencana sudah menjadi hal yang harus dimiliki oleh warga yang masuk dalam wilayah Destana. BPBD Kabupaten Kulonprogo juga tak henti-hentinya melakukan sosialisasi kepada tiap-tiap Destana.

Sebanyak 49 Destana telah dipersiapkan BPBD Kulonprogo untuk mengatasi permasalahan kebencanaan di kabupaten setempat. "Terlebih, pada 2022 mendatang, BPBD Kulonprogo menargetkan sebanyak 75 destana terbentuk," ujar Ariadi.

Baik personel, logistik, maupun peralatan juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi. Bencana ini berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Kulonprogo.

Baca Juga: BNPB Beri Rp500.000 untuk Keluarga Terdampak Bencana di NTT

"Seluruhnya sudah kami persiapkan apabila terjadi kebencanaan hidrometeorologi. Terkait dengan personel, kami melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meliputi Balai Besar Wilayah Serayu Opak (BBWSO), TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), (Palang Merah Indonesia) PMI dan beberapa relawan," jelas Ariadi.

Sumber: Harianjogja.com



Berita Terkini Lainnya








Kolom