Kategori: Wonogiri

Siap Lakukan Vaksinasi, Segini Jatah Vaksin Covid-19 yang Diterima Wonogiri


Solopos.com/Aris Munandar

Solopos.com, WONOGIRI -- Kabupaten Wonogiri mendapatkan jatah vaksin Covid-19 sebanyak 50 persen atau setengah dari jumlah tenaga kesehatan yang ada di Wonogiri. Pemkab telah mempersiapkan segala infrastruktur untuk mendukung proses vaksinasi.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan jumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Wonogiri, baik yang berstatus ASN, honorer atau swasta sebanyak 4.217 orang. Sehingga, jumlah vaksin yang akan diterima sekitar 2.100-an dosis.

Zidan Ditemukan Meninggal, Tubuhnya Terseret Arus Sungai Jumog Sejauh 700 Meter

"Jumlah seluruh Nakes di Wonogiri sudah kami daftarkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dan pada tahap awal vaksinasi ini, Wonogiri mendapat kuota 50 persen dari keseluruhan nakes yang kami miliki," kata dia kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (6/1/2021).

Jekek, sapaan akrab Joko Sutopo, mengatakan penyebaran jatah vaksin di Wonogiri berdasarkan pemetaan kasus Covid-19 di setiap kecamatan. Para nakes yang bekerja di kecamatan yang kasus terkonfirmasi positif Covid-19 banyak, akan divaksin lebih awal.

"Satgas kan mempunyai data dan sudah memetakan kecamatan mana saja yang punya risiko dan kasus tinggi. Mana daerah dengan kondisi kualifikasinya lebih parah akan diberi jatah lebih banyak. Tentunya wilayah perkotaan dan perdesaan kasusnya berbeda," ungkap dia.

Koordinasi

Dengan sistem itu, menurut Jekek, seharusnya tidak menimbulkan kegaduhan dan kecemburuan antarnakes. "Kami sudah melakukan fungsi koordinasi. Adil itu tidak harus sama. Wilayah yang mempunyai potensi tinggi persebaran Covid-19 menjadi satu panduan," ujar dia.

Akan jadi Orang Pertama di Jateng yang Divaksin Covid-19, Begini Ungkapan Gubernur Ganjar 

Jekek menegaskan Pemkab Wonogiri pada prinsipnya sudah siap untuk melakukan vaksinasi. Fasilitas pendukung, pelatihan kepada sumber daya manusia dalam proses vaksinasi, hingga proses pendistribusian sudah disiapkan.

Sebagai pemerintah daerah, untuk saat ini pihaknya hanya akan menerima kuota vaksin yang sudah diatur oleh pemerintah pusat. "Tugas kami memastikan sekaligus mensosialisasikan agar proses vaksinasi berjalan dengan sukses dan tidak ada kegaduhan. Maka dibutuhkan kebijakan yang terukur dan tidak mengundang spekulasi," ujar dia.

Covid-19 Gejala Ringan, Begini Tips Tetap Aman Isolasi Mandiri di Rumah

Share
Dipublikasikan oleh
Ahmad Baihaqi