Ilustrasi tol. (Reuters-David McNew)

Solopos.com, JOGJA Proyek Tol Solo-Jogja dan Jogja-Bawen membuat masyarakat dilema. Warga yang terdampak pembangunan tol resah dengan skema ganti rugi yang dianggap terlalu kecil.

Salah seorang warga Bokoharjo, Prambanan, Sleman, DIY, Danang, berharap tanah yang terdampak pembangunan Tol Solo-Jogja dibayar penuh. Harapan itu berlaku pula pada warga yang sebagian tanahnya terdampak pembangunan Tol Jogja-Solo.

"Apalagi yang kena sak uprit [dikit]. Lha mbok sisan kabeh ae [dibeli], mintanya warga begitu. ada juga yang tidak kena tapi bersebelahan dengan proyek, juga minta dibeli saja," kata Danang, seperti dikutip dari Solopos.com, Sabtu (7/12/2019).

Kepala Desa Bokoharjo, Prambanan, Dody Hariyanto, mengatakan Pemdes masih menunggu kesiapan dari Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen untuk melaksanakan kegiatan validasi kepemilikan lahan terdampak pembangunan tol.

"Kami masih komunikasikan hal itu dengan Satker. Sampai saat ini, Satgas untuk melakukan validasi belum dibentuk," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten