Ilustrasi tol. (Reuters)

Solopos.com. JOGJATol Solo-Jogja-Bawen akan segera disosialisasikan kepada masyarakat. Untuk warga yang lahannya terdampak, pihak berwenang akan melakukan sosialisasi dari Desember 2019 hingga Februari 2020.

Untuk kawasan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jalan tol akan menuyusuri ring road atau jalan lingkar.

Tol di DIY dibangun mulai dari Desa Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman. Tol di kawasan tersbeut merupakan sambungan dari Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten. Dari Tamanmartani, Kalasan, jalan tol menuju simpang susun di Desa Purwomartani, Kalasan.

Dari persimpangan itu, satu ruas akan menuju Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman atau ruas jalan Prambanan-Piyungan. Sementara simpang lainnya secara melayang menyusuri selokan Mataram. Tol kemudian berbelok menuju ke utara Lottemart hingga pojok timur jalan ring road atau jalan lingkar utara. Dari sini, jalan tol melayang di atas kanan dan kiri ring road.

Di Maguwoharjo, tol akan dilengkapi dengan on off atau pintu masuk dan keluar tol yang lebih kecil dibanding exit tol, seperti yang ada pada tol dalam kota di Jakarta. Fasilitas on off juga disiapkan di dekat kampus UPN Veteran Jogja dan di antara Jl. Kaliurang dan Jl. Palagan, tepatnya di sisi Timur Monumen Jogja Kembali (Monjali).

Tol layang terus menuju barat di atas ring road sejajar dengan flyover Jombor hingga pojok ring road sisi barat. Sebelum itu, fasilitas on off disediakan di wilayah Trihanggo, tepatnya depan kampus UTY.

"On off dibangun dengan gerbang masuk dan keluar tol, tetapi bukan exit toll. Lahannya tidak luas. Ini seperti yang ada di Jakarta," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksanaan Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Jogja-Solo dan Jogja-Bawen Totok Wijayanto.

Setelah itu, tol Solo-Jogja ruas ini berakhir di wilayah Tirtoadi, Kecamatan Mlathi, Kabupaten Sleman. Di wilayah itu, akan dibangun persimpangan kedua yang menghubungkan ruas tol Jogja-Bawen dan juga Jogja-Kulonprogo.

"Kami sengaja tidak membangun rest area di dalam tol. Kalau ini dibangun, maka orang tidak akan masuk ke Jogja," katanya.

Lahan seluas 1.744.068 meter persegi atau sebanyak 2.506 bidang akan dibebaskan untuk pembangunan jalan tol yang melewati DIY.

"Adapun estimasi total investasi untuk ganti rugi lahan dipekirakan Rp5 triliun. Pembebasan lahan ini kami selesaikan selama 2020. Untuk konstruksi dimulai pada 2021 dengan target operasional pada 2024. Nilai investasi sebesar Rp 25 triliun, ini khusus untuk tol Jogja-Solo," katanya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten