Serengan Paling Minim Taman dan Ruang Terbuka Hijau di Kota Solo, Ini Datanya

Kecamatan Serengan memiliki luasan ruang terbuka hijau dan taman paling minim dibanding empat kecamatan lain di Kota Solo, yakni hanya 2,62 ha dari total luas wilayah 392 hektare.

 Taman Lansia cukup rindang dan layak dikunjungi anak muda hingga para lansia. (Solopos/Izzul Muttaqin)

SOLOPOS.COM - Taman Lansia cukup rindang dan layak dikunjungi anak muda hingga para lansia. (Solopos/Izzul Muttaqin)

Solopos.com, SOLO — Kecamatan Serengan menjadi wilayah dengan luasan ruang terbuka hijau (RTH) publik dan taman paling minim di Kota Solo. Dari total luas wilayah 392 hektare, Serengan hanya punya 2,62 hektare ruang terbuka hijau.

Seperti diketahui, luasan RTH publik di Kota Solo masih sangat kurang yakni baru 12,45% dari total luas wilayah Solo. UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang dan Perda No 4/2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Solo mengamanatkan RTH publik minimal 20% dari luas wilayah.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Sedangkan RTH privat sudah tercukupi yakni minimal 10 persen dari luas lahan di Kota Solo. Ketentuan minimal luas lahan untuk RTH publik dan privat di kota seharusnya 30 persen dari luas wilayah.

Berdasarkan data RTH 2021 yang diperoleh Solopos.com dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo, Kecamatan Serengan menjadi kecamatan dengan luas RTH publik berupa taman dan hutan kota paling sedikit dibandingkan empat kecamatan lainnya.

RTH publik yang dimaksud dalam data tersebut adalah taman RT, RW, kelurahan, kecamatan, taman kota, hutan kota dan sabuk hijau. Kecamatan Sarengan hanya memiliki RTH publik seluas 2,62 hektare dari luas lahan 392 hektare.

Baca Juga: Ruang Terbuka Hijau Baru 12,45% Luas Wilayah, Solo Masih Butuh Banyak Taman

Kecamatan lain yakni Laweyan memiliki luas RTH publik 16,93 hektare. Kecamatan Jebres 62,29 hektare, Kecamatan Banjarsari 36,92 hektare dan Pasar Kliwon 16,98 hektare.

Luas RTH Publik Berkurang

Dalam data tersebut, tercatat luasan RTH dan taman publik di Kota Solo berkurang dalam tiga tahun terakhir. Penurunan yang terjadi juga cukup signifikan yakni sebanyak 27 hektare.

Penurunan ini luasan RTH itu tidak lepas dari banyaknya alih fungsi lahan menjadi permukiman penduduk yang terjadi di Kota Solo. Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan DLH Kota Solo, Budiyono, saat ditemui Solopos.com, Rabu (5/10/2022), mengungkapkan RTH publik baru seluas 581,76 hektare atau 12,45 persen dari luas wilayah Kota Solo.

Baca Juga: Ramai Aktivitas sampai Dini Hari, Jam Buka Taman Kota Solo Dibatasi

Luas ruang terbuka hijau tersebut masih kurang 352 hektare atau 7,55 persen untuk memenuhi amanat Perda Kota Solo Nomor 4 Tahun 2021. Berdasarkan Perda Kota Solo No 4 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Solo, RTH publik bermacam jenisnya mulai dari taman, lapangan, hingga pemakaman.

“Dari data yang ada, masih ada kekurangan 352 hektare atau 7,55 persen dari luas lahan Kota Solo [untuk RTH publik], sedangkan RTH privat sudah 10,02 persen atau sudah cukup. RTH publik masih kurang dari 20 persen sehingga harus ditambah,” jelas Budiyono.

Fungsi Taman Kota

Taman sebagai bagian dari ruang terbuka hijau dan taman yang tersedia di Kota Solo memiliki fungsi beragam, mulai dari penunjang untuk aktivitas warga, fungsi estetika, hingga pengaman sumber udara bersih dan air.

Baca Juga: Kunjungi Proyek Taman Rekreasi Air Di Jebres Solo, Gibran Kecewa Berat

Di Kota Solo terdapat ratusan taman baik yang bersifat publik ataupun privat. Pengelolanya juga berbeda-beda, ada yang dikelola DLH Kota Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPR).

Ada juga lembaga atau badan usaha yang mengelola taman secara privat. Menurut Budiyono, saat ini ada ratusan taman yang tersebar di Kota Solo. Pengelola taman tersebut juga bukan hanya DLH, namun juga dinas terkait dan juga sektor privat.

“Taman yang dikelola BBWSBS seperti Taman Sunan Jogo Kali atau taman-taman di sekitar sempadan Sungai Bengawan Solo. Sedangkan yang dikelola dinas lain seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo mengelola Taman Balekambang. DLH Kota Solo kami total mengelola 66 RTH dan 55 di antaranya merupakan taman,” jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Prakiraan Cuaca Solo Selasa 6 Desember: Pagi Cerah Berawan, Sore Hujan

      Prakiraan cuaca Kota Solo menurut BMKG pada Selasa (6/12/2022) ini bakal cerah berawan pada pagi hari namun hujan diperkirakan turun pada sore hari.

      Prakiraan Cuaca Sragen Hari Ini 6 Desember 2022, Hujan Tanpa Angin

      Informasi mengenai prakiraan cuaca Sragen hari ini, Selasa (6/12/2022), bisa Anda baca pada artikel ini.

      Prakiraan Cuaca Karanganyar Hari Ini 6 Desember 2022, Hujan Sampai Petang

      Info lengkap prakiraan cuaca Karanganyar hari ini, Selasa (6/12/2022), bisa Anda simak di sini.

      Prakiraan Cuaca Klaten Hari Selasa Ini: Hujan Lebat Sore

      Prakiraan cuaca Klaten hari ini Selasa 6 Desember 2022 tersaji dalam artikel ini secara lengkap.

      Diskominfo SP Solo Sebut 9.265 STB Gratis Sudah Dibagikan ke Warga Tak Mampu

      Diskominfo SP Solo menyebut sebanyak 9.265 unit set top box atau STB TV digital gratis dari Kemenkominfo saat ini sudah dibagikan kepada warga tak mampu di Kota Bengawan.

      Gibran Tegaskan Nama Jl Diponegoro Solo Tak Dihapus tapi Dipindah ke Jalan Lain

      Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menegaskan wacana penggantian nama Jl Diponegoro menjadi Jl Ngarsapura bukan berarti menghilangkan nama pahlawan nasional tersebut.

      Nikahan Kaesang, Pejabat Polda Jateng Jajal Naik Becak Vastenburg-Mangkunegaran

      Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Agus Suryo Nugroho melakukan simulasi naik becak untuk tamu acara nikahan Kaesang Pangarep dari Benteng Vastenburg ke Pura Mangkunegaran Solo.

      STB Mahal, Warga Sukoharjo Kecewa Tidak Bisa Nonton Piala Dunia

      Harga set top box (STB) melambung tinggi setelah siaran televisi terestrial analog dihentikan di sejumlah wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah mulai Jumat (2/12/2022).

      Kandang di Pinggir Jalan Raya, Sapi Milik Lansia Nguntoronadi Raib Dicuri

      Satu ternak sapi betina milik lansia asal Nguntoronadi, Wonogiri diduga digondol maling pada Senin (5/12/2022).

      Wah! Sudah Punya 250 Guru Besar, UNS Solo Kukuhkan 4 Orang Lagi Besok

      UNS Solo bakal mengukuhkan empat guru besar baru sehingga menambah jumlah total guru besar di kampus tersebut menjadi 254 orang.

      20 Ekor Kobra Ditangkap di Kebakkramat, Enam Lainnya Masih Berkeliaran

      Tim Exalos Indonesia yang mengevakuasi 20 anak ular kobra itu menduga masih ada enam kobra lainnya yang masih berkeliaran di sekitar rumah milik Estik.

      Catat! Ini Lokasi 9 Panggung Hiburan Pernikahan Kaesang-Erina di CFD Solo

      Ada sembilan panggung hiburan di sepanjang area CFD Jl Slamet Riyadi Solo saat acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022) pagi.

      Ngeri! Tim Exalos Indonesia Evakuasi 20 Kobra dari Rumah Warga Kebakkramat

      Belasan ekor anakan ular kobra di Kebakkramat itu dievakuasi selama tiga hari pencarian.

      Pemuda Melikan Klaten Bikin Paket Wisata Edukasi Gerabah, Harganya Terjangkau

      Para pemuda sentra kerajinan gerabah putaran miring di Dukuh Pagerjurang, Desa Melikan, Kecamatan Wedi membikin paket wisata edukasi.

      Pencarian Pria Hanyut Asal Sukoharjo di Kahyangan Wonogiri Terkendala Cuaca

      Tim search and rescue (SAR) Wonogiri masih terus melanjutkan pencarian terhadap orang hanyut di sungai di kawasan wisata Kahyangan, Desa Dlepih, Kecamatan Tirtomoyo sejak Minggu (4/12/2022).

      Tak Hanya Jembatan Jurug, Bangunan Warisan Paku Buwono X Lain juga Tangguh

      Jembatan Jurug A warisan Paku Buwono X sampai saat ini masih tangguh, meski pernah dibom berulang kali, sama seperti bangunan lain yang dibangun di era yang sama.