Ruang Terbuka Hijau Baru 12,45% Luas Wilayah, Solo Masih Butuh Banyak Taman

Kota Solo masih kekurangan banyak taman dan ruang terbuka hijau untuk memenuhi minimal 20% luas wilayah untuk RTH publik.

 Warga mengunjungi Taman Jayawijaya, Mojosongo, Solo, Rabu (23/2/2022) saat pemberlakukan PPKM level 3. (Solopos/Nicolous Irawan)

SOLOPOS.COM - Warga mengunjungi Taman Jayawijaya, Mojosongo, Solo, Rabu (23/2/2022) saat pemberlakukan PPKM level 3. (Solopos/Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLOKota Solo masih membutuhkan banyak taman atau ruang terbuka hijau (RTH) publik untuk memenuhi minimal 20 persen dari luas wilayah sesuai amanat UU No 26/2007 tentang Penataan Ruang dan Perda No 4/2021.

UU dan Perda tersebut mengamanatkan setiap daerah mesti menyediakan minimal 30% dari luas wilayah untuk RTH. Minimal 30% luas wilayah itu terbagi menjadi 20% RTH publik dan 10% RTH privat.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Di Kota Solo, berdasarkan data yang diperoleh Solopos.com dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Solo, luas RTH privat saat ini sudah mencukupi yakni 10,02%. Namun untuk RTH publik masih kurang karena baru di angka 581,76 hektare atau 12,45 persen dari luas wilayah Kota Solo.

Luas ruang terbuka hijau tersebut masih kurang 352 hektare atau 7,55 persen untuk memenuhi amanat Perda Kota Solo Nomor 4 Tahun 2021. Berdasarkan Perda Kota Solo No 4 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Solo, RTH publik bermacam jenisnya mulai dari taman, lapangan, hingga pemakaman.

“Dari data yang ada, masih ada kekurangan 352 hektare atau 7,55 persen dari luas lahan Kota Solo [untuk RTH publik], sedangkan RTH privat sudah 10,02 persen atau sudah cukup. RTH publik masih kurang dari 20 persen sehingga harus ditambah,” jelas Kabid Pengendalian dan Pengelolaan Lingkungan DLH Kota Solo, Budiyono, saat ditemui Solopos.com, Rabu (5/10/2022)

Baca Juga: Ramai Aktivitas sampai Dini Hari, Jam Buka Taman Kota Solo Dibatasi

Ratusan Taman di Kota Solo

Taman sebagai bagian dari ruang terbuka hijau yang tersedia di Kota Solo memiliki fungsi beragam, mulai dari penunjang untuk aktivitas warga, fungsi estetika, hingga pengaman sumber udara bersih dan air. 

Di Kota Solo terdapat ratusan taman baik yang bersifat publik ataupun privat. Pengelolanya juga berbeda-beda, ada yang dikelola DLH Kota Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) hingga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (DPUPR).

Ada juga lembaga atau badan usaha yang mengelola taman secara privat. Menurut Budiyono, saat ini ada ratusan taman yang tersebar di Kota Solo. Pengelola taman tersebut juga bukan hanya DLH, namun juga dinas terkait dan juga sektor privat.

Baca Juga: Tak Terawat, Area Bermain Anak di Utara SMAN 8 Solo Mirip Taman Mati

“Taman yang dikelola BBWSBS seperti Taman Sunan Jogo Kali atau taman-taman di sekitar sempadan Sungai Bengawan Solo. Sedangkan yang dikelola dinas lain seperti  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo mengelola Taman Balekambang. DLH Kota Solo kami total mengelola 66 RTH dan 55 di antaranya merupakan taman,” jelasnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Solopos Hari Ini: Belum Sepakat Nilai UMK

      Sejumlah wilayah di Soloraya hingga Kamis (1/12/2022) belum berhasil mencapai kata sepakat dalam penetapan upah minimum kabupaten/kota (UMK/UMP).

      Tasnim Desak Densus 88 Beri Keterangan Terkait Terduga Teroris di Parangjoro

      Tim Advokasi Nahi Munkar (Tasnim) mendesak kepada Densus 88 untuk segera menyerahkan surat penangkapan dan penyitaan barang kepada keluarga

      Penghentian Siaran TV Analog Belum di Boyolali, Warga Bisa Nonton tanpa STB

      Siaran analog masih bisa ditonton terbukti dengan warga Desa Candigatak, Cepogo, Boyolali, Siti Khotijah, yang masih bisa mengaksesnya tanpa mengaktifkan set top box (STB) yang ia punya.

      Hari Ini, Siaran TV Analog Berhenti di Solo, ANTV Bagikan Tips bagi Pemirsa

      Stasiun TV ANTV memberikan tips menonton tayangan digital setelah pemerintah menghentikan siaran televisi analog di wilayah Solo dan sekitarnya pada Jumat (2/12/2022).

      Stok Darah PMI Karanganyar Hari Ini 2 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Karanganyar hari ini, Jumat (2/12/2022), bisa disimak pada artikel ini.

      Stok Darah PMI Sragen Hari Ini 2 Desember 2022

      Informasi mengenai stok darah di PMI Sragen hari ini, Jumat (2/12/2022), bisa disimak di sini.

      Proyek Kantor Pemkab Sragen Terpadu Senilai Rp98 Miliar Mulai Dilelang

      Selama November-Desember 2022 sudah ada kegiatan di 2023 yang dilelang, terutama untuk kegiatan konsultan pengawas proyek yang nilainya ratusan juta rupiah.

      Pastikan Kondusivitas Kamtibmas, Polsek Kartasura Sukoharjo Sambangi Cakades

      Sebanyak tiga calon kepala desa menjadi sasaran dialog kamtibmas tersebut antara lain tiga cakades Ngemplak, dua cakades Gumpang, dan lima cakades Pabelan.

      Kirab Loji Gandrung-Mangkunegaran, Ini Kuda Langganan Presiden Jokowi

      Pernikahan Kaesang-Erina dimulai dengan kirab 12 kereta kuda yang ditarik 28 ekor kuda dari Loji Gandrung menuju Pura Mangkunegaran, Minggu (11/12/2022).

      Desa Masuk Area Konsesi PT Alexis, Ini Tanggapan 2 Cakades Keloran Wonogiri

      Dua Cakades Kaloran Wonogiri menyambut positif PT Alexis yang akan menambang di wilayah Kaloran.

      Kronologi Warga Desa Pilangsari Sragen Tertabrak Kereta, Sempat Diteriaki Warga

      Sempat diteriaki ada kereta, korban yang juga penyandang disabilitas rungu tidak menderngar saat KA Argo Wilis melintas.

      5.000 Sukarelawan Jokowi Menginap di AHD Boyolali Sebelum ke Pernikahan Kaesang

      Pengelola AHD Boyolali memastikan bisa menampung 5.000 sukarelawan Jokowi yang akan menghadiri pernikahan Kaesang-Erina.

      Melihat Kamboja Berguguran: Apa yang Kematian Berikan untuk Kehidupan

      Suwarsono menatap denah TPU lama sementara si tunggon itu berdiri mematung. Siklus kematian dan kehidupan itu pun berputar. Saat kematian tiba, seorang tunggon menanti datangnya uang untuk meneruskan hidupnya.

      Boyolali Hujan Ringan sejak Pagi Hari, Cek Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

      Prakiraan cuaca Boyolali hari ini diprediksi hujan ringan sejak pagi, Jumat (2/12/2022).

      Sukoharjo Berawan Sepanjang Hari, Cek Ini Prakiraan Cuaca Lengkapnya

      Menurut prakiraan cuaca BMKG, Kabupaten Sukoharjo berawan sejak pagi, Jumat (2/12/2022).