Semangat Berburu Kursus Online Sembari WFH di Masa Pandemi

Modal peserta kursus online gratis yakni jaringan internet lancar, betah di depan perangkat elektronik, dan tentu saja komitmen.

 Potongan video kursus memasak online lapis legit mini bersama chef sekaligus YouTuber, Fatimah Bahalwan. (Istimewa/Dok Fatimah Bahalwan)

SOLOPOS.COM - Potongan video kursus memasak online lapis legit mini bersama chef sekaligus YouTuber, Fatimah Bahalwan. (Istimewa/Dok Fatimah Bahalwan)

Solopos.com, SOLO — Kelonggaran waktu selama work from home (WFH) di masa pandemi Covid-19 dimanfaatkan sejumlah orang untuk meningkatkan skill dan kemampuan lainnya melalui kursus online. Les daring yang mereka ikuti pun beragam mulai dari kelas bahasa, capacity building, hingga les memasak.

Semangat para pemburu ilmu tersebut didukung banyaknya instansi maupun pribadi yang sukarela membuka kursus online gratis. Modalnya hanya jaringan internet lancar, betah duduk berjam-jam di depan perangkat elektronik, dan tentu saja komitmen menyelesaikan satu program utuh.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di bidang kehumasan, Tiara Saum, 27, salah satunya, sering ikut kursus atau kelas workshop gratis selama pandemi ini. Mulai kursus soal pengembangan diri, citra di media sosial, hingga tentang tips lain soal pekerjaan dia ikuti.

Baca juga: Penelitian: Penggunaan Masker Ganda 95 Persen Efektif Mencegah Droplet

Sementara les paling lama yang dia ikuti yakni tips masuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) selama hampir dua bulan. “Kalau yang CPNS yang agak serius karena memang konsentrasinya pengin lolos CPNS. Ya hasilnya sekarang ini mbak,” kelakarnya saat diwawancara Solopos.com, Jumat (30/7/2021).

Mendaftar Beberapa Program

Alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS)  Solo ini mengatakan awal mula keinginannya ikut les karena merasa bosan kerja di rumah. Ia kemudian kerap melihat pengumuman soal les soal peningkatan capacity building di timeline Twitter. Sampai akhirnya mendaftar beberapa program.

Tentu saja Tiara memilih yang tak berbayar. Mengenai waktu, dia ngikut mengingat kerjanya juga cukup fleksibel selama work from home (WFH). Tapi kadang ia bolos jika ada tugas mendadak dari kantornya.

Baca juga: Mbah Mad, Sosok Rohaniwan Khasmatik Para Politisi Indonesia

Sejauh ini Tiara bisa menerima semua materi yang diajarkan sejumlah kursus online. Kendati demikian ia mengaku lebih paham jika bertemu langsung dengan pengajarnya. Kendala lainnya adalah jaringan internet tidak stabil.

“Aku bukan tipe yang bisa andelin pembelajaran visual aja ya. Harus ada dikusi langsung, bertemu pengajar dan temen langsung. Jadi kalaupun habis pandemi ini ikut lagi ya milih yang datang langsung ke venue,” kata dia.

Pekerja swasta asal Wonogiri, Nawangsari, 26, merasa semuanya semakin fleksibel di masa sekarang. Dulu zaman kuliah dia mendamba les Bahasa Prancis.

Sempat tertunda beberapa tahun karena kesibukan, akhirnya bisa ikut gabung belajar di masa pandemi ini. Ia biasanya mulai ikut kelas setelah menyelesaikan tugas kantor.

Baca juga: Aset Pariwisata WGM Wonogiri Senilai Rp25 Miliar Bakal Dihapus

Meski tidak intens, belajar Bahasa Prancis via online cukup membantunya. Nawang sudah menguasai beberapa kosakata. Kadang kalau bingung ia mengulang pembelajarannya yang disimpan di kanal YouTube lembaga belajarnya.

Perlu Treatment Khusus

Setelah menyelesaikan program bahasa, ia sempat ketagihan mencoba yang lain, termasuk peningkatan skill memasak. Sebenarnya banyak tutorial memasak di YouTube atau cookpad, namun ia merasa lebih puas kalau dimentori.

“Sekarang tinggal kita mau bagaimana memaknai kondisi ini. Kalau aku ya memanfaatkan peluang. Meski kadang capek juga habis kerja masih belajar,” kata dia, Jumat.

Pemilik Kampung Inggris Solo, Kurniawan, Jumat, mengatakan pandemi memang membuat sejumlah lembaga kursus melakukan inovasi. Namun perlu treatment khusus agar ilmu yang disampaikan bisa diterima murid-murid.

Baca juga: Dari Uang Jimpitan, Warga Candirejo Klaten Mampu Beli dan Bagikan Bantuan Paket Cegah Covid-19

Da mengisahkan beberapa waktu lalu pernah membuka kelas online dengan jumlah terbatas. Per sesi hanya dua hingga empat orang agar pembelajaran lebih efektif.

Meski telah melakukan sepuluh kali pertemuan selama hampir 10 bulan, menurut Kurniawan hasilnya tetap kurang maksimal.

“Ya modifikasi online bisa saja. Tapi memang lebih efektif offline. Apalagi kalau kami kan intensive conversation, jadi lebih maksimal jika langsung,” terangnya.

Berita Terkait

Espos Premium

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Peneliti Asal Indonesia Menuju Penemuan Penting Energi Terbarukan

Pemerataan akses listrik di Indonesia bisa banyak terbantu dengan teknologi panel surya. Teknologi ini ramah lingkungan dan bisa dibangun di banyak tempat dan banyak pulau di Indonesia.

Berita Terkini

Anak Tidak Diperbolehkan Menangis Semasa Kecil, Ini Dampaknya

Anak laki-laki biasanya tidak diperbolehkan menangis lantaran dianggap tidak pantas melakukan hal itu dan cengeng.

Penelitian Ini Buktikan Manfaat Pemberian Booster pada Orang Berusia 60 Tahun ke Atas

Ahli lain mengingatkan studi observasional tentang manfaat pemberian booster untuk orang berusia 60 tahun ke atas ini dapat mengandung bias.

Hukum Onani dengan Bantuan Istri dalam Islam, Apakah Diperbolehkan?

Di bawah ini terdapat penjelasan mengenai hukum onani dengan bantuan tangan istri menurut Islam. Apakah diperbolehkan atau dilarang?

Viral Pelajar SMA Jadi MUA, Hasil Riasannya Bikin Kaget Warganet

Seorang pelajar SMA yang diketahui bernama Desi menjadi sorotan karena keterampilannya jadi MUA. 

Kenali Tanda-Tanda Monstera Kekurangan Sinar Matahari

Ada sejumlah tanda yang bisa jadi indikator apakah Monstera kekurangan atau justru kelebihan sinar Matahari.

Viral ODGJ Lantang Berselawat dan Baca Hadis, Netizen Merinding

Dalam video, ODGJ itu juga tampak menggerakkan tanggannya bak ustaz sedang berceramah di hadapan jemaahnya.

Kenali Karakteristik Monstera agar Pencahayaan Pas

Untuk mengetahui kebutuhan pencahayaan Monstera, terlebih dulu kita harus melihat asal-usul tanaman ini.

Bukan Hanya Solo, Kota-Kota di Dunia Ini Juga Punya Alun-alun Loh!

Melihat keindahannya, alun-alun di sejumlah kota di dunia ini biasanya juga menjadi destinasi wisata.

Maia Estianty Punya Penyakit Rosacea, Apakah Itu?

Maia Estianty mengatakan karena punya penyakit Rosacea kulit wajahnya menjadi sangat sensitif terhadap perubahan cuaca.

Indonesia Capai Herd Immunity? Ini Penjelasannya

Herd immunity telah terbentuk karena program vaksinasi atau alami?

Seru! Ada Hujan Uang Saat Sedekah Bumi di Lamongan

Acara sebar uang saat perayaan sedekah bumi di Lamongan, Jawa Timur, menjadi viral di Instagram lantaran digelar saat pandemi.

Viral Santri Tutup Telinga Saat Ada Musik, Begini Tanggapan MUI

Sebuah video memperlihatkan para santri yang sedang mengikuti vaksinasi menutup telinga saat mendengarkan musik.

Viral Para Santri Tutup Telinga Enggan Dengar Musik, Kenapa?

Aksi para santri yang menutup telinga saat terdengar suara musik di ruang antrean vaksin Covid-19 menjadi perbincangan netizen di dunia maya.

Viral Ibu Bagikan Tutorial Baju Rapi Tanpa Setrika, Hasilnya?

Belum lama ini, seorang ibu rumah tangga membagikan tips agar baju tetap rapi meski tanpa harus setrika.

Selain Monstera, Ini Deretan Tanaman Hias dengan Harga Mahal Setara Mobil

Tak hanya Monstera King Variegata, masih ada jenis tanaman hias lainnya yang memiliki harga mahal setara mobil. Apa saja?

Bunda, Begini Cara Menghadirkan Tayangan Televisi Ramah Anak di Rumah

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga juga menilai tayangan stasiun televisi di Indonesia belum ramah anak.