Keren! Dari Uang Jimpitan, Warga Candirejo Klaten Mampu Beli dan Bagikan Bantuan Paket Cegah Covid-19

Warga Duwetan, Desa Candisari, Ngawen, Klaten, memanfaatkan uang dari program jimpitan untuk membeli dan membagikan paket cegah Covid-19.

 Pengurus RW 002, Dukuh Duwetan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten, membagikan vitamin, masker, serta buku panduan protokol kesehatan kepada salah satu warga, Minggu (1/8/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Pengurus RW 002, Dukuh Duwetan, Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten, membagikan vitamin, masker, serta buku panduan protokol kesehatan kepada salah satu warga, Minggu (1/8/2021). (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN — Warga Desa Candirejo, Kecamatan Ngawen, Klaten, memiliki cara unik untuk membantu warga agar memiliki sarana cegah Covid-19. Dengan memanfaatkan program jimpitan, warga setempat mampu membeli dan membagikan buku panduan protokol kesehatan, masker, hingga vitamin.

Hal itu seperti dilakukan warga RW 002 Dukuh Duwetan, Desa Candirejo, Ngawen, Klaten, Minggu (1/8/2021). Pengurus RW serta RT mendatangi satu per satu rumah warga dan membagikan paket bantuan yang bersumber dana jimpitan.

Ketua RW 002 Dukuh Duwetan, Sahadi, mengatakan paket berisi vitamin, masker, serta buku protokol kesehatan itu dibagikan menyesuaikan keinginan warga. Selain itu, paket dibagikan agar warga tetap patuh menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga: Alaska Putri Klaten Bidik Gelar di Ajang Gerakan Sepak Bola Wanita Jateng 2021

“Antusias warga minta sehat itu sangat tinggi. Oleh karena itu bersama-sama mengadakan gerebek sehat. Tujuannya agar warga tidak takut dengan Covid-19. Sasaran hari ini seluruh warga ada sekitar 200 jiwa,” ungkap Sahadi kepada wartawan di Candirejo, Minggu.

Pembagian paket cegah Covid-19 itu bukan kali pertama dilakukan warga Duwetan, Candirejo, Ngawen, Klaten. Sebelumnya ada pembagian vitamin yang ditujukan kepada warga dengan keluhan sakit seperti demam atau flu. “Kalau yang sekarang ini semua warga mendapatkan,” tutur Sahadi.

Jimpitan Dikumpulkan Setiap Malam

Paket kesehatan ala warga RW 002 Dukuh Duwetan itu dilakukan secara swadaya. Dana bersumber dari hasil pengumpulan uang jimpitan saban malam. Kegiatan jimpitan masih rutin digelar di kampung itu.

Baca Juga: Mantap! Tempat Isolasi Terpusat GOR Gelarsena Klaten Bakal Dilengkapi Fasilitas Olahraga dan Buku

Saban malam, warga secara bergiliran berkeliling kampung mengambil uang jimpitan yang diletakkan dalam wadah di depan rumah-rumah warga. Nominalnya beragam mulai Rp200 hingga Rp2.000 setiap rumah.

Kegiatan itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan masih dipertahankan hingga kini. Untuk mendukung kegiatan pembagian paket cegah Covid-19 seperti buku panduan, masker, dan vitami pada Minggu, dana hasil jimpitan warga Duwetan, Klaten, yang digunakan sekitar Rp3 juta. “Setiap malam tidak pasti yang terkumpul. Terkadang Rp50.000 hingga Rp60.000,” ungkapnya.

Dana yang terkumpul dari hasil jimpitan itu untuk membiayai berbagai kegiatan kampung. Seperti fasilitas penerangan jalan dan kaca cembung lalu lintas, dana sosial, hingga kegiatan peningkatan kesehatan warga.

Baca Juga: 216 Warga Positif Covid-19 Klaten Isolasi di Donohudan, 47 Orang Sembuh

Belakangan dana itu digunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pencegahan Covid-19 seperti pembagian paket vitamin dan obat-obatan. Termasuk bantuan paket sembako ketika ada warga yang menjalani isolasi mandiri.

Tidak Ada Lagi Warga Duwetan Yang Positif Corona

Sahadi berharap melalui berbagai upaya pencegahan itu, tak ada lagi warga yang terpapar virus corona. Hingga kini, jumlah total warga yang terpapar Covid-19 di wilayah RW 02 sebanyak 16 orang dengan tiga orang meninggal dunia. “Kalau posisi saat ini sudah tidak ada lagi yang terpapar virus corona,” tuturnya.

Kepala Desa Candirejo, Klaten, Farah Dedi Setiawan, mengatakan selama ini warga berkreasi untuk meningkatkan penerapan protokol kesehatan. Salah satunya melalui bantuan stimulan berupa pembagian paket obat-obatan dan paket cegah Covid-19.

Baca Juga: Perangkat Desa Jogoprayan Klaten Terpapar Corona, Kantor Desa Ditutup 3 Hari

Dedi menjelaskan sudah tak ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Candirejo hingga Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB. Sementara jumlah total warga yang pernah terpapar virus corona sebanyak 146 orang dengan 13 orang meninggal dunia. “Di Candirejo sampai saat ini ada tiga wilayah RT yang belum pernah ada kasus Covid-19,” jelasnya.

Salah satu warga RW 002, Robin Sugiarto, mengatakan protokol kesehatan yang ia terapkan selama ini yakni selalu mengenakan masker setiap keluar rumah. Selain itu, rutin mencuci tangan menggunakan sabun di air yang mengalir sepulang dari bepergian. “Kalau diberi obat-obatan atau vitamin ya harus diminum. Kalau masih ada yang kurang beli sendiri,” tuturnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Selain di Ruang Kelas, Guru di Solo Usulkan PTM di Ruang Terbuka

PTM di ruang terbuka yang diusulkan guru di Solo dinilai dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

Terbit 1855 dan Beraksara Jawa, Inilah Surat Kabar Pertama di Kota Solo

Surat kabar Bromartani yang berbahasa dan beraksara Jawa disebut terbit kali pertama di Solo pada 1855.

Duh! Volume Sampah Masuk ke TPA Mojorejo Sukoharjo Naik 30 Ton per Hari

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo terus berusaha mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Mojorejo, Bendosari.

Paundra Curhat Minta Dihargai, Ini Respons Kerabat Mangkunegaran

Gusti Pangeran Hariyo (G.P.H) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro salah satu kandidat penerus penguasa Mangkunegaran mendadak curhat minta dihargai.

8 Merchant Ini Jadi Favorit di Solo Great Sale 2021

Delapan merchant menjadi favorit pelanggan di ajang Solo Great Sale 2021 yang sudah berlangsung kurang lebih setengah bulan terakhir.

Kasus Pinjol Ilegal Meresahkan di Banyak Wilayah, Bagaimana di Solo?

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan edukasi kepada masyarakat. OJK mengimbau masyarakat untuk memastikan legalitas jasa pinjol ketika ingin mengaksesnya.

Andalkan Google Maps, Awal Tragedi Minibus Terguling di Karanganyar

Sopir minibus Isuzu Elf pengangkut rombongan guru asal Demak yang terguling di Matesih, Karanganyar, mengaku mengandalkan Google Maps karena tidak tahu jalan menuju Objek Wisata Air Terjun Jumog.

Ealah... Patungan Beli Sabu, Joplek dan Monyong Dibekuk Polisi Wonogiri

Joplek dan Monyong, dua pria asal Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, ditangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Wonogiri setelah patungan untuk membeli sabu-sabu.

Sejak Ada Exit Tol, Sragen Timur Mulai Dikepung Pabrik dan Toko Modern

Sejak ada exit tol Sambungmacan, tiga pabrik berskala besar hingga empat minimarket modern mulai mengepung wilayah Sragen bagian timur.

Paundra: Saya Cucu Bung Karno & Putra Mangkunagoro, Jangan Disepelekan!

Gusti Pangeran Hariyo (G.P.H) Paundrakarna Jiwo Suryonegoro menegaskan statusnya sebagai cucu Bung Karno dan putra dalem Mangkunagoro IX dan meminta semua pihak tidak menyepelekan dirinya.

Fotografer Keliling Viral di Tawangmangu Ternyata Cewek Boyolali Hlo

Inilah sosok Dewi Ivoni, wanita asal Boyolali yang viral setelah menjadi fotografer keliling di kawasan wisata Tawangmangu.

Pekan Ini, PPKM di Sragen Ditarget Turun ke Level 1

Dengan cakupan vaksinasi yang mencapai 72,34%, level PPKM di Sragen diharapkan turun ke level 1 pada pekan ini.

Paundra Curhat Jadi Raja Mangkunegaran Bukan Kompetisi, Apa Maksudnya?

GPH Paundrakarna curhat bahwa menjadi raja penerus Mangkunegaran bukanlah sebuah kompetisi.

Kebakaran Sragen: 3 Rumah Warga Ludes

Tiga rumah warga di Sragen, Jawa Tengah, terbakar diduga akibat korsleting listrik.

Cantik! Ini Fotografer Keliling yang Viral di Tawangmangu

Inilah sosok fotografer keliling di Tawangmangu yang viral di media sosial karena menawarkan tarif murah, Rp3.000 per file.