Selter Dirobohkan, Pendaki Dilarang Camping di Pos 2 Jalur Pendakian Merbabu Boyolali
Petugas merobohkan selter di Pos 2 Pandean jalur pendakian Merbabu via Selo, Boyolali, Kamis (6/2/2020). (Istimewa/BTNGMb)

Solopos.com, BOYOLALI -- Tim Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) merobohkan selter di Pos 2 Pandean jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali, Kamis (6/2/2020).

Selain itu, BTNGMb juga memasang tanda larangan mendirikan tenda atau camping di lokasi tersebut. Selter di pos 2 yang biasanya dipakai untuk berteduh pendaki tersebut dinilai membahayakan.

Kayu penyangga bangunan berukuran sekitar 3 meter x 3 meter itu retak. Selain itu atap yang terbuat dari seng juga terlepas dari kerangkanya di beberapa bagian.

Prasasti Berusia 1.173 Tahun di Rumah Warga Ngrundul Klaten Pernah Ditawar Rp1 Miliar

Kepala Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan mengatakan selter itu rusak terkena dampak dari luapan air yang sempat menerjang jalur pendakian Merbabu di kawasan Pos 2 belum lama ini.

Petugas memasang papan tanda larangan mendirikan tenda di kawasan Pos 2 Pandean pada jalur pendakian Merbabu via Selo, Boyolali., Kamis (6/2/2020). (Istimewa/BTNGMb).
Petugas memasang papan tanda larangan mendirikan tenda di kawasan Pos 2 Pandean pada jalur pendakian Merbabu via Selo, Boyolali., Kamis (6/2/2020). (Istimewa/BTNGMb).

“Saat ini kondisi selter sudah memprihatinkan, padahal selter itu juga sering digunakan berteduh para pendaki,” terang Johan, Kamis.

Selain merobohkan selter, BTNGMb bersama beberapa sukarelawan dan tim Resort Selo juga memasang penanda pengalihan jalur pendakian. Jalur sepanjang Pos 2 ditutup dan pendaki diarahkan melewati sisi kanan dan kirinya.

Renggut 5 Nyawa di Karanganyar, Ini yang Patut Diketahui soal Leptospirosis

Johan menambahkan ditutupnya jalur pendakian juga mempertimbangkan keselamatan dan keamanan para pendaki. Saat ini kondisi jalur itu curam dan dapat menyebabkan pergelangan kaki cedera apabila salah melangkah.

Sebelumnya, air mengalir deras mirip banjir di jalur ini. Hal itu membuat pos 2 dipenuhi lumpur dan membahayakan pendaki.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho