Selamat Harkitnas! Begini Sejarah 20 Mei Jadi Hari Kebangkitan Nasional

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

 Dokter Wahidin Sudirohusudo. (sejarahone.id)

SOLOPOS.COM - Dokter Wahidin Sudirohusudo. (sejarahone.id)

Solopos.com, JAKARTA—20 Mei hari ini bangsa Indonesia memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Bagaimana sejarahnya?

20 Mei sebenarnya merupakan hari lahirnya sebuah organisasai bernama Boedi Oetomo atau Budi Utomo pada 20 Mei 1908 atau 37 tahun sebelum Indonesia merdeka.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Budi Utomo menjadi begitu istimewa dan berhak menyandang predikat sebagai pelopor Kebangkitan Nasional karena misi perjuangan mereka.

Baca Juga: Hari Kebangkitan Nasional Kuasai Trending Topic Medsos

Budi Utomo berani mendobrak kemapanan ketika pemerintah Hindia Belanda waktu itu menguasai Indonesia dengan memecah belah bangsa Indonesia melalui pembentukan kasta-kasta sosial.

Dalam buletin Arsip Nasional edisi 63 tahun 2014 bertajuk Jejak Kebangkitan Nasional, disebutkan anak-anak kaum priyayi atau kaum elite diberi kesempatan sangat luas untuk mendapatkan pendidikan dengan berbagai latar belakang profesi.

“Sebaliknya, pendidikan hanya mendidik pribumi sebagai pelayan yang patuh dan setia, menjadi alat dan kaki tangan penjajah, yang dapat bekerja hanya untuk kepentingan majikan semata-mata,” tulis buletin Arsip Nasional itu.

Baca Juga: HARI KEBANGKITAN NASIONAL : Pelajar SD Ini Ajak Masyarakat Bangkit Melawan Kemalasan

Atas dasar itu 9 mahasiswa STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Artsen) mendirikan Budi Utomo di lingkungan sekolah yang mendapatkan pengawasan ketat dari pemerintah Hindia Belanda.

Budi Utomo mempunyai tujuan mulia memperjuangkan kesetaraan pendidikan bagi kaum pribumi atau rakyat jelata agar mendapat hak mendapatkan pendidikan yang sama dengan kaum priyayi atau elite. Budi Utomo kemudian melahirkan tokoh-tokoh sejarah seperti Goenawan Mangoenkoesoemo, Latumeten, dan Soetomo.

Dalam buletin Arsip Nasinal bertajuk Jejak Kebangkitan Nasional itu, sejarawan Bonnie Triyana, mengakui masih ada diskusi panjang lebar mengenai apakah benar Budi Utomo merupakan organisasi modern pertama yang mengawali tumbuhnya nasionalisme.

Baca Juga: Kebangkitan Nasional Menuju Normalitas Baru

“Namun harus diingat juga bahwa melihat sejarah bukan hanya siapa yang lebih dulu, melainkan siapa yang mendatangkan kegunaan bagi pembebasan nasional Indonesia.”

“Dengan demikian organisasi-organisasi lain seperti Indische Partij, Sarekat Islam, dan bahkan Partai Komunis Indonesia pun bisa dihitung sebagai organisasi yang menyumbangkan kekuatan bagi bangkitnya rasa nasionalisme Indonesia,” tuturnya.

 

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Duh, 1,7 Juta Bayi di Indonesia Belum Peroleh Imunisasi Dasar

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu menjelaskan kondisi tersebut berdampak pada peningkatan jumlah kasus penyakit yang seharusnya bisa dicegah lewat imunisasi atau PD3I.

Butuh Kerja Sama Antarnegara Mencegah Krisis Pangan Global

Presiden Joko Widodo menyerukan negara G7 dan G20 bersama-sama mengatasi krisis pangan yang saat ini mengancam rakyat di negara-negara berkembang agar tidak jatuh ke jurang kelaparan dan kemiskinan ekstrem.

Sejarah Hari Ini: 29 Juni 1957, Menara Tokyo Mulai Dibangun

Berbagai peristiwa penting dan bersejarah terjadi di belahan dunia pada 29 Juni.

Ladang Ganja 10 Hektare Ditemukan di Cianjur, Lokasinya di Tengah Hutan

Polres Cianjur menemukan ladang ganja seluas 10 hektare di lereng Gunung Karuhan, Desa Cimenteng, Kecamatan Campaka.

Kedaulatan Pangan Benteng Menghadapi Ancaman Krisis Pangan Global

Presiden Joko Widodo pada pekan lalu meminta jajarannya fokus mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan. Langkah ini sangat penting sebagai upaya menghadapi krisis pangan global yang mulai melanda berbagai negara di belahan dunia.

UIN Salatiga Serahkan 54 Kambing untuk Guru Ngaji di Temanggung

Bantuan kambing UIN Salatiga untuk guru ngaji di Temanggung itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka.

Belajar dari Friendster yang Tumbang karena Kepopulerannya Sendiri

Pada 2004, Friendster menjadi jejaring sosial online terkemuka di dunia. Namun, sejumlah keputusan buruk yang diambil manajemen perusahaan justru perlahan menyuntik mati Friendster dari jagad maya.

BSI Pimpin Sindikasi Proyek Tol Semarang-Demak Rp1,34 Triliun

Investasi jalan tol Semarang-Demak mencapai Rp5,44 Triliun. Dalam kredit sindikasi ini, BSI berperan sebagai Joint Mandated Lead Arranger (JMLA) bersama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Sedang Berkonflik, Ini Pesan Nathalie Holscher untuk Putri Delina

Bukan hanya menyampaikan pesan untuk Putri Delina, Nathalie Holscher juga membeberkan alasannya meninggalkan rumah.

Tak Hanya di Jakarta, Holywings di Surabaya Juga Ditutup

Pemerintah Kota Surabaya menilai penutupan itu dilakukan karena Holywings telah melakukan penistaan agama melalui promosi minuman keras (miras) dengan nama Maria dan Muhammad.

Jokowi Naik KA Selama 12 Jam dari Polandia Menuju Ukraina

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan bahwa Kepala Negara akan berangkat menuju Ukraina melewati jalur udara yakni menuju Polandia dan dilanjutkan melalui jalur darat.

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Ini Kata Wong Boyolali

Masyarakat dan pedagang di Boyolali untuk tidak khawatir dengan adanya aturan pembelian minyak goreng dari pemerintah tersebut.

Kongres Sampah II Berkomitmen Menyelesaikan Masalah Sampah di Desa

Kongres Sampah II Provinsi Jawa Tengah menghasilkan komitmen dan kesepakatan menangani sampah di tingkat desa/kelurahan dan keterlibatan akademikus menghilirkan hasil riset tentang sampah di desa/kelurahan.

Dari Kedai Nasi Goreng, Holywings Berkembang Jadi Kelab Malam Populer

Berawal dari bisnis kedai nasi goreng yang nyaris bangkrut, Ivan Tanjaya banting setir dengan mendirikan Holywings yang terinspirasi dari sebuah bar di Beijing, China.

Bendahara PBNU Mardani H. Maming Praperadilkan KPK, Begini Respons KPK

Gugatan praperadilan Mardani Maming diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait perkara suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu.