SOLOPOS.COM - Adidas Singapore. (Instagram/@adidassg)

Solopos.com, SOLO-Adidas Singapura mengeluarkan desain sepatu terbaru mereka dari koleksi Ultraboost DNA City Pack pada Kamis (11/11/2021). Koleksi terbaru ini sempat menimbulkan kehebohan warganet Indonesia.

Pasalnya saat peluncuran Ultraboost DNA City Pack bergambar wayang ini, Adidas Singapura menyebut wayang kulit berasal dari Malaysia. Hal ini langsung menuai reaksi beragam dari warganet Indonesia.

Promosi BRI Pastikan Video Uang Hilang Efek Pemilu untuk Bansos adalah Hoaks

Di koleksi Ultraboost DNA City Pack itu memang menampilkan desain wayang kulit yang merupakan hasil berkolaborasi dengan artis Malaysia. Menanggapi postingan tersebut, netizen Indonesia pun melayangkan protes ke akun Instagram Adidas Singapura. Kemudian pada Senin (15/11/2021) malam, Adidas Singapura menyampaikan permintaan maaf mereka yang telah menyinggung Indonesia.

Baca Juga: Sebut Wayang dari Malaysia, Akun Adidas Singapore Diserbu Warganet RI

Lalu berapakah harga koleksi terbaru Adidas Ultraboost DNA City Pack dengan desain wayang ini?  Melansir dari situs resmi Adidas Singapura, koleksi Ultraboost DNA City Pack dibanderol dengan harga yang cukup tinggi.

Mengutip laman Bisnis.com, Selasa (16/11/2021), khusus untuk desain wayang kulit, Adidas memberikan harga 280 dolar Singapura atau setara dengan Rp2,9 juta. Terdapat 3 pilihan warna untuk desain Ultraboost City Pack Wayang, yakni Wonder White, Solar Red, dan Screaming Green.

Spesifikasi sepatu Ultraboost DNA ini yakni miliki berat total 310 gram untuk ukuran 8,5. Sol sepatunya miliki tinggi 10 mm (heel 22mm/forefoot 12mm). Sepatu ini didesain untuk kegiataan olahraga ringan, yakni ditujukan bagi penggiat lari di area urban.

Sebelumnya, gara-gara menyebutkan wayang kulit warisan Malaysia, akun Instagram Adidas Singapore diserbu warganet Indonesia. Dalam unggahan itu, Adidas menuliskan bahwa wayang kulit merupakan warisan budaya Malaysia. Keterangan Adidas Singapore itu lantas membuat warganet Indonesia geram lalu beramai-ramai mengkritik Adidas. “Rayakan warisan budaya Malaysia melalui sudut pandang @JAEMYC di #UltraBoost DNA City Pack kami berikutnya!” tulis akun Instagram @adidassg, dikutip dari akun Twitter @nuicemedia, Selasa (16/11/2021).

Baca Juga: Jadi Perhatian, Ini Fakta Gaun Biru Glow in The Dark Ria Ricis

“Wayang is Indonesian culture!” kata @tiaraseptiani.r seperti dikutip dari Instagram @adidassg, Selasa (16/11/2021).

“Wayang from Indonesia pleasee! Not Malaysia,” tulis @citcitcuid.

“WAYANG BELONGS TO INDONESIA!!!!!” kata @bababubu.id.

Buntut dari permasalahan ini, Adidas Singapore telah merilis permintaan maaf secara resmi melalui akun Instagram resmi dari Adidas Singapore @adidassg pada Senin (15/11/2021). “Terima kasih telah menghubungi kami. Sementara wayang kulit adalah bagian penting dalam warisan budaya Malaysia, kami seharusnya menyoroti bahwa Wayang Kulit asli Indonesia dalam unggahan kami,” tulis Adidas.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng

Garuda Selangkah Lagi Menuju Paris, Ini Fakta tentang Olimpiade Melbourne 1956

Garuda Selangkah Lagi Menuju Paris, Ini Fakta tentang Olimpiade Melbourne 1956
author
Abu Nadzib , 
Abu Nadzib Sabtu, 27 April 2024 - 00:44 WIB
share
SOLOPOS.COM - Skuad Timnas Indonesia yang berlaga di Olimpiade Melbourne 1956. Saat itu Indonesia kandas di perempatfinal melawan Uni Soviet (Rusia) dengan skor 0-4. (Istimewa)

Solopos.com, DOHA — Sepak bola Indonesia sedang merajut mimpi menuju Olimpiade Paris 2024 setelah menunggu hingga 68 tahun.

Kiprah pertama di tahun 1956 pada Olimpiade Melbourne belum pernah bisa diulang hingga saat ini.

Promosi BRI Pastikan Video Uang Hilang Efek Pemilu untuk Bansos adalah Hoaks

Saat ini mimpi itu sudah di depan mata. Timnas U-23 Indonesia tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk menggenggam tiket ke Olimpiade Paris.

Kemenangan itu ingin diwujudkan ketika Garuda Muda menjajal tim kuat Uzbekistan yang baru saja mengalahkan Arab Saudi 2-0 di babak perempatfinal, Jumat (26/4/2024) malam.

Koran Solopos

Jika mimpi itu terwujud, bisa dibayangkan betapa bahagianya ratusan juga pencinta sepak bola Tanah Air.

Berikut dokumentasi tentang Olimpiade Melbourne 1956 yang disusun Solopos.com dari berbagai sumber, Jumat.

Olimpiade Melbourne 1956 yang digelar mulai 29 November 1956 menjadi cerita dari generasi ke generasi.

Emagazine Solopos

Kala itu, Timnas Indonesia tampil sebagai salah satu kontestan di bawah asuhan pelatih asal Yugoslavia, Toni Pogacnik.

Timnas Indonesia diperkuat Maulwi Saelan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, Ramlan, dan Rusli Ramang.

Ketika itu, Indonesia lolos ke perempatfinal setelah beberapa lawan mengundurkan diri. Di fase gugur itu, Tim Merah Putih berjumpa tim terkuat dunia di masa itu, Uni Soviet.

Interaktif Solopos

Uni Soviet dihuni pemain kaliber dunia antara lain Lev Yashin, Igor Netto, Eduard Streltsov, dan Valentin Ivanov.

Pertandingan dilangsungkan di Melbourne, Australia, dalam babak perempatfinal Olimpiade musim panas ke-16.

Ketika itu Uni Soviet diprediksi bakal menang mudah atas Indonesia.



Namun yang terjadi justru sebaliknya. Pelatih Tony Pogacknik menerapkan strategi pertahanan berlapis membuat Uni Soviet susah menembus kukuhnya lini belakang Indonesia.

Timnas Indonesia sukses menahan Soviet 0-0 hingga akhir laga.

Saat itu belum ada aturan penentuan akhir pertandingan melalui adu tendangan penalti.

Untuk menentukan pemenangnya harus dilakukan pertandingan ulang dua hari kemudian.

Hasilnya, Timnas Indonesi yang masih kelelahan kalah telak 0-4 di laga kedua sehingga otomatis gugur dari turnamen.

Sejak Olimpiade Melbourne di tahun 1956 tersebut, Indonesia belum pernah lolos ke ajang sepak bola empat tahunan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.

Satu Kemenangan Lagi menuju Olimpiade Paris, STY: Percayai Saya, Ikuti Saya!

Satu Kemenangan Lagi menuju Olimpiade Paris, STY: Percayai Saya, Ikuti Saya!
author
Abu Nadzib , 
Abu Nadzib Sabtu, 27 April 2024 - 00:08 WIB
share
SOLOPOS.COM - Pelatih Timnas U23 Indonesia, Shin Tae-yong (Istimewa)

Solopos.com, DOHA — Indonesia tinggal membutuhkan satu kemenangan lagi untuk bisa berlaga Olimpiade Paris 2024, setelah menunggu selama 68 tahun.

Kali terakhir cabang sepak bola Indonesia berlaga di olimpiade terjadi pada Olimpiade Rusia 1956.

Promosi BRI Pastikan Video Uang Hilang Efek Pemilu untuk Bansos adalah Hoaks

Peluang untuk kembali mendapatkan tiket olimpiade bakal ditentukan pada laga semifinal Piala Asia U-23 kontra Uzbekistan di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar pada Senin (29/4/2024) mendatang.

Jika berhasil membungkam Uzbekistan, Indonesia otomatis mendapatkan satu tiket ke Olimpiade Paris 2024.

Koran Solopos

Pelatih Shin Tae-yong (STY) optimistis bisa mendapatkan tiket olimpiade untuk Indonesia.

Syaratnya, ia meminta anak asuhnya percaya dan menjalankan semua instruksinya.

“Saya mengatakan kepada anak-anak untuk mempercayai saya, ikuti saya dan kita bisa melaju ke final,” ujar Shin Tae-yong dalam jumpa pers seusai mengalahkan Korea Selatan, Jumat (26/4/2024) pagi WIB.

Emagazine Solopos

Shin Tae-yong mengatakan dirinya sangat mengenal para pemain seperti Rizky Ridho, Pratama Arhan, Witan Sulaeman dan lain-lain yang sudah bersamanya selama empat tahun terakhir.

Menurut dia, yang dibutuhkan Garuda Muda untuk mewujudkan impian ke olimpiade hanyalah motivasi.

“Saya pikir kepercayaan diri yang saya berikan kepada mereka selama ini yang membuat kami bisa sampai sejauh ini,” katanya menanggapi pertanyaan sukses ke semifinal Piala Asia U-23.

Interaktif Solopos

Waspadai Uzbekistan

Garuda Muda harus mewaspadai Uzbekistan yang akan menjadi lawan di semifinal Piala Asia U-23 di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar pada Senin (29/4/2024) mendatang.

Pasalnya, Uzbekistan dihuni beberapa pemain muda yang berkompetisi di Liga Eropa.

Berdasarkan data di Tranfermarkt, setidaknya ada tiga pemain yang bermain di Prancis dan Rusia.



Mereka adalah Abdukodir Khusanov, 20, bek tengah milik RC Lens (Liga 1 Prancis); Abbosbek Fayzullaev gelandang serang CSKA Moscow (Russian Premier League), serta Umarali Rakhmonaliev, gelandang bertahan Rubin Kazan (Divisi Utama Rusia).

Di antara ketiganya, Abbosbek Fayzullaev mempunyai nilai pasar termahal yakni Rp86,91 miliar.

Kiper Uzbekistan Khamidullo Abdunabiev merupakan skuad FC Olympic, salah satu klub di liga teratas Australia.

Sisanya, para pemain Uzbekistan ini bermain untuk klub-klub di Timur Tengah dan liga domestik Uzbekistan.

Dibandingkan Tim Garuda yang menjadi skuad termuda (20 tahun) di Piala Asia U-23, rata-rata usia skuad Timnas U-23 Uzbekistan adalah 21,5 tahun.

Uzbekistan menjadi lawan Garuda Muda di babak semifinal Piala Asia U-23 yang akan digelar di Stadion Abdullah Bin Khalifa, Doha, Qatar pada Senin (29/4/2024) mendatang.

Kepastian itu didapatkan setelah Uzbekistan memenangi laga perempatfinal kontra Arab Saudi dengan skor 2-0.

Gol Uzbekistan masing-masing dicetak Husain Norchaev pada menit ke-45+2 dan Rakhmonaliev pada menit ke-84.

Arab Saudi harus bermain dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya, Yahya, dikartu merah pada menit ke-70.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.

Koalisi Berkah Pecah, Hari Wuryanto Bakal Maju sebagai Calon Bupati Madiun 2024

Koalisi Berkah Pecah, Hari Wuryanto Bakal Maju sebagai Calon Bupati Madiun 2024
author
Abdul Jalil Jumat, 26 April 2024 - 23:58 WIB
share
SOLOPOS.COM - Hari Wuryanto, bakal calon Bupati Madiun dari Partai Golkar. (Istimewa)

Solopos.com, MADIUN – Mantan Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto, memastikan akan maju sebagai bakal calon Bupati Madiun pada Pilkada 2024. Apalagi, dia sudah mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar.

Dengan majunya Hari Wuryanto sebagai bakal calon bupati Madiun, ini mengonfirmasi bahwa koalisi Berkah pecah. Berkah merupakan koalisi yang mengusung pasangan Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto pada Pilkada 2018. Dalam kontestasi elektoral itu, pasangan Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun periode 2018-2023.

Promosi BRI Pastikan Video Uang Hilang Efek Pemilu untuk Bansos adalah Hoaks

Kepada wartawan, Hari Wuryanto menegaskan dirinya akan maju sebagai calon Bupati Madiun pada Pilkada 2024. Dia menyampaikan telah mendapatkan surat penugasan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Melalui surat perintah dari DPP Partai Golkar yang ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus itu menunjuk Hari Wuryanto sebagai calon Bupati Madiun. Surat itu dikeluarkan DPP Golkar pada tanggal 20 November 2023.

Koran Solopos

“Menurut surat perintah yang saya terima dari DPP. Saya ditugaskan sebagai calon bupati Madiun,” kata dia, Jumat (26/4/2024).

Dia menuturkan dalam surat itu secara jelas menunjuknya sebagai calon Bupati Madiun supaya melakukan kerja-kerja politik yang cerdas, cepat, dan konsisten. Keputusan ini merupakan bagian evaluasi dari DPP Partai Golkar dalam penetapan kandidat yang diusung pada Pilkada 2024.

Terkait munculnya isu yang beredar mengenai koalisi Berkah jilid II, Hariwur menegaskan hal itu tidak benar. Terlebih pesan dalam surat DPP Golkar sudah jelas.

Emagazine Solopos

Koalisi Berkah pada pemilihan bupati Madiun pada 2018 lalu, Ahmad Dawami dan Hari Wuryanto diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, PKPI, dan Partai Hanura. Pasangan Berkah ini menang dari dua kontestan lainnya, yakni pasangan Rio Wing Dinaryhadi dan Sukiman yang diusung Partai Gerindra, PPP, dan PKS serta pasangan calon Djoko Setijono dan Suprapto yang diusung PDIP dan PKB.

 

Interaktif Solopos


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Memuat Berita lainnya ....
Solopos Stories