Sebut Wartawan Pekerjaan Paling Hina, Pria Magetan Ditangkap Polisi Kemudian Menyesal

Pria asal Magetan berkomentar di Facebook berisi penghinaan terhadap profesi wartawan. Ia kemudian ditangkap polisi.

 Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, menunjukkan barang bukti kasus pelanggaran UU ITE terkait penghinaan profesi wartawan di Facebook, Kamis (29/7/2021). (Solopos.com/Abdul Jalil)

SOLOPOS.COM - Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, menunjukkan barang bukti kasus pelanggaran UU ITE terkait penghinaan profesi wartawan di Facebook, Kamis (29/7/2021). (Solopos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN — Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap seorang pria bernama Abdul Aziz. Gara-garanya ia menghina profesi wartawan di media sosial Facebook.

Dalam sebuah unggahan di Facebook yang berisi video seseorang menghirup napas pasien Covid-19 di rumah sakit, pemilik akun Facebook bernama Mas Aziz mengomentari unggahan itu.

layo endi Vidio pas detike wonge mati.. tenan kenak korona opo Ra.. opo mati mergo obat. Neng agama wae di ajarne.. pekerjaan paling hina itu seorang wartawan.. kenapa bisa hina.. karna selalu menyampaikan berita” untuk saling memfitnah sana sini.. alias hoax,” tulis akun Mas Aziz di kolom komentar. Saat ini akun Facebook Mas Aziz sudah dihapus.

penghinaan wartawan
Unggahan pelaku. (Istimewa)

Baca Juga: Buntut KasusAncaman Nakes RSUD Ngipang Solo, Polisi Buka Jalur Kekeluargaan

Sejumlah wartawan di Madiun melaporkan dugaan penghinaan terhadap profesi ini ke Mapolres Madiun Kota pada 20 Juli 2021. Atas laporan itu, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku penghina profesi wartawan di Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan pada Selasa (27/7/2021).

Di hadapan wartawan, Kamis (29/7/2021), pria berusia 23 tahun itu mengaku menyesal atas komentarnya di media sosial. Dia meminta maaf atas komentarnya itu.

“Saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh wartawan, Madiun khususnya. Atas komentar saya sebelumnya yang telah menyinggung wartawan dan pihak lain. Saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Saya akan lebih bijak lagi di media sosial,” kata Aziz dalam rilis di Mapolres Madiun Kota.

Baca Juga: Bocah SMP asal Sleman yang Meninggal di Rumah Sempat Minta Ibunya Segera Pulang

Pendekatan Kekeluargaan

Kapolres Madiun Kota, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, mengatakan polisi telah mendapatkan laporan terkait dugaan penghinaan di media sosial oleh wartawan Madiun. Dari laporan itu, polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan pelaku yang berkomentar dengan nada hinaan terhadap profesi wartawan.

“Pelaku memang sudah mengakui dan sudah meminta maaf. Alasan pelaku melakukan itu karena membela ulama. Karena di video itu ada seorang yang dianggapnya sebagai ulama,” kata dia.

Dewa menuturkan dalam penyelesaian kasus ini akan dilakukan pendekatan restorative justice. Pendekatan ini mengedapkan mediasi antara korban dan pelaku untuk mencari solusi.

Baca Juga: Bocah SMP asal Kalasan Sleman Ditemukan Meninggal di Rumah dengan Bekas Luka

Pelaku dugaan penghinaan ini dijerat dengan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Nomor 19 tahun 2016. Dalam penyelesaian kasus ini, pelaku akan diminta untuk membuat permohonan maaf dan diunggah di akun media sosial pribadinya.

Kapolres berharap kasus pencemaran nama baik di dunia maya ini menjadi yang terakhir. Masyarakat diharapkan bisa bijak dalam bermedia sosial. “Imbauan saya, jangan mudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Saat berkomentar, di sana ada hak orang lain yang harus dihargai,” ujar Kapolres.

Berita Terkait

Berita Terkini

Madiun Naik Level 3, Bupati: Karena Capaian Vaksinasi Baru 40%

Setelah sempat menerapkan PPKM Level 2, kini Kabupaten Madiun kembali lagi berada di level 3.

Ngaku Kasatreskrim, Polisi Gadungan Tipu Guru PNS Hingga Rp68 Juta

Tersangka mengaku kepada korban sebagai anggota Polri berpangkat AKP dan menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Madiun Kota.

Bersepeda, Wali Kota Madiun Semangati Warga dan Salurkan Bantuan

Kegiatan bersepeda itu selain menjadi sarana untuk menyemangati masyarakat juga untuk memastikan warga patuh protokol kesehatan.

Asyik, 3 KA Lokal di Wilayah Daops Madiun Beroperasi Lagi

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daops VII Madiun kembali mengoperasikan tiga kereta api lokal mulai Rabu (22/9/2021).

Kecelakaan Beruntun di Ponorogo, 3 Orang Luka-Luka

Kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Raya Ponorogo-Wonogiri tepatnya di simpang empat Gandukepuh, Kabupaten Ponorogo, Rabu (22/9/2021) pagi.

Pemkab Madiun Jamin Pendidikan dan Kesehatan Anak Yatim Piatu Korban Covid-19

Pemkab Madiun memastikan anak-anak yatim piatu karena terdampak Covid-19 mendapatkan pendidikan dan jaminan kesehatan yang layak.

Tragis! Tarik Bola Lampu, Bocah 3 Tahun di Ponorogo Meninggal

Bocah berusia tiga tahun warga Desa Blembem, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, meninggal tersetrum listrik.

Diduga Dicabuli Ayah Tiri, Bocah 14 Tahun di Madiun Hamil dan Melahirkan

Seorang anak perempuan di bawah umur di Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, hamil hingga melahirkan seorang bayi.

Kecelakaan di Pertigaan Madiun, Perempuan Pengendara Sepeda Motor Meninggal

Seorang perempuan asal Kabupaten Madiun meninggal seketika di lokasi kejadian setelah sepeda motor yang ia kendarai menabrak pengendara motor lain di depannya di pertigaan.

Gara-Gara Jokowi, Porang Varietas Madiun-1 Banyak Diburu, Penyedia Benih Kewalahan

Permintaan porang varietas Madiun-1 melonjak menjelang musim tanam tahun ini. Permintaan datang bukan hanya dari loka jatim namun juga luar pulau.

Lanjutkan Ekskavasi BCB, Pemkot Madiun Fokus di Kawasan Setinggil dan Sendang Kuncen

Ekskavasi Setinggi dan Sendang Kuncen dinilai akan menambah daya tarik dalam upaya pengembangan wisata Kota Madiun.

Terkuak Asal Ponsel 3 Napi Lapas Madiun Pelaku Penipuan Online

Pihak Lapas Madiun tetap akan mencari informasi terkait ponsel yang digunakan untuk melakukan penipuan.

Struktur Batu Diduga Candi Ditemukan BPCB Jatim Di Kota Madiun

BPCB Jawa Timur melakukan ekskavasi di Kota Madiun dan menemukan struktur berbahan batu dan bata yang diduga sebagai candi.

Siswa Madiun Antusias Ikuti PTM, Tapi Khawatir Terpapar Covid-19

Hari pertama PTM di Kota Madiun disambut gembira para siswa, namun mereka harus tetap waspada Covid-19.

750 Napi di Lapas Pemuda Madiun Disuntik Vaksin AstraZeneca

Ratusan napi Lapas Pemuda Kota Madiun mendapat vaksin AstraZeneca.

Di Sendang Kuncen, Tim Peneliti BPCB Jatim Temukan Saluran Air Kuno

Salah satu yang ditemukan adalah terowongan sumber air di Sendang Kuncen yang ada di Kelurahan Kuncen, Kecamatan Taman, Kota Madiun.