Satu Kades dan Dua Perangkat Desa di Karanganyar Terkonfirmasi Covid-19
Ilustrasi virus corona atau Covid-19. (Solopos/Dok)

Solopos.com, KARANGANYAR--Seorang kepala desa dan dua perangkat desa di Kabupaten Karanganyar terkonfirmasi Covid-19 hingga Jumat (20/11/2020).

Data yang dihimpun Solopos.com dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karanganyar hingga Jumat, Covid-19 sudah menginfeksi tiga orang di lingkungan pemerintah desa di Kabupaten Karanganyar.

Diawali dari Kepala Desa (Kades) Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Heri Waluyo. Kasus berikutnya menimpa Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Sutikno. Terakhir, salah satu kepala dusun di Desa Koripan, Kecamatan Matesih.

Dua orang di antara meninggal dunia karena memiliki riwayat penyakit penyerta. Seperti diberitakan sebelumnya, Kades Tlobo, Kecamatan Jatiyoso, Heri Waluyo, meninggal pada Selasa (3/11/2020).

Sampaikan Pedoman Ubah Laku dengan Bahasa Ibu

Dia meninggal saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Daerah Moewardi (RSDM) Kota Solo karena sakit diabetes, paru-paru, dan pembengkakan pada jantung.

Selang tiga hari atau pada Jumat (6/11/2020), Kasi Pelayanan Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Sutikno, meninggal. Dia meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Sukoharjo karena riwayat sakit kelenjar getah bening. Hasil tes swab yang menyatakan Sutikno terkonfirmasi positif Covid-19 keluar setelah meninggal atau pada Minggu (8/11/2020).

Kasus terakhir dialami Kadus di Desa Koripan, Kecamatan Matesih. Dia terkonfirmasi positif Covid-19 pada Jumat (13/11/2020). Kadus tersebut mengalami gejala sesak napas, mual, muntah, dan badan pegal. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Kota Solo.

Masih Bertambah

Plt Kepala Dinkes Karanganyar, Purwati, membenarkan informasi tersebut. Dia menyampaikan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang menimpa perangkat desa masih bertambah. Tetapi, dia belum mau memberikan informasi karena petugas puskesmas masih melakukan pelacakan.

"Masih ada satu lagi tetapi belum bisa kami ekspos. Proses pelacakan masih jalan. Nanti kalau sudah pasti, akan kami umumkan," ujar dia saat dihubungi Solopos.com, Minggu (22/11/2020).

Jelang Liburan Thanksgiving, Covid-19 Di Amerika Serikat Capai 12 Juta Kasus

Sementara itu, Purwati menyampaikan perkantoran tidak perlu ditutup total meskipun sejumlah pegawai di tempat tersebut terkonfirmasi positif Covid-19. Tetapi, perempuan berkerudung itu mensyaratkan sejumlah hal. Salah satunya adalah penyemprotan disinfektan setelah ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

“Sebagai contoh kasus [terkonfirmasi positif Covid-19] di balai desa itu. Kalau pelayanan boleh tidak ditutup. Yang penting ruangan disemprot disinfektan. Langsung setelah terjadi kasus. Lalu dikosongkan semalam. Besok paginya bisa pelayanan. Enggak apa-apa,” ujar dia.

Tetapi, Purwati tidak memaksakan hal tersebut. Kebijakan menutup atau tidak menutup pelayanan perkantoran menjadi kewenangan pimpinan kantor tersebut. Selain itu, mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar dan aspek lain terkait persebaran Covid-19.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom