Satpol PP Semarang Operasi Yustisi, Tapi Kok Bagi-Bagi Jamu

Selain reward, inovasi sanksi juga akan terus dilakukan guna menimbulkan efek jera.

SOLOPOS.COM - Seorang warga yang kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 tengah menyapu atau membersihkan pedestrian di depan Balai Kota Semarang, Jumat (16/10/2020). (Semarangpos.com-Satpol PP Semarang)

Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus membuat inovasi guna meningkatkan kedisiplnan warga dalam menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Sebelumnya memberikan reward berupa uang tunai kepada warga yang mengenakan masker. Namun, kali ini melalui Satpol PP Semarang membagi-bagikan jamu dan vitamin.

Ternyata, jamu dan vitamin yang dibagikan itu sumbangan dari pengelola Mal Tentrem. Jamu dan vitamin itu dibagikan Satpol PP Semarang sambil menggelar operasi yustisi di depan Balai Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (16/10/2020).

Keren! UKSW Kini Punya Laboratorium Covid-19

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwanto, mengatakan total ada sekitar 200 set jamu dan vitamin yang diberikan kepada warga.

"Warga yang kita beri totalnya ada 100-an orang. Setiap orang kita beri dua kotak, jamu dan vitamin," ujar Fajar kepada Solopos.com, Jumat.

Tabrakan Dengan Ambulans Di Jalan Solo-Purwodadi Karanganyar, Truk Ini Ternyata Sedang Kesasar

Sementara itu, bagi warga yang kedapatan tidak mengenakan masker atau tidak menjalankan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 pun langsung mendapatkan sanksi sosial.

Hanya saja kali ini Satpol PP Semarang memberikan sanksi sosial berupa membersihkan atau menyapu halaman Balai Kota Semarang.

"Untuk reward dan sanksi akan terus kita terapkan. Ke depan kita akan gandeng pengusaha atau perusahaan di Semarang. Untuk memberikan reward bagi warga yang patuh mengenakan masker saat menjalani aktivitas di luar rumah," tutur Fajar.

Boyongan Pedagang Pasar Klewer Solo Timur Dimeriahkan Kirab, Sempat Picu Kerumunan

Selain reward, inovasi sanksi juga akan terus dilakukan Satpol PP Semarang guna menimbulkan efek jera. Salah satu sanksi yang akan diperbarui adalah membersihkan kuburan.

"Nanti, kita akan terapkan sanksi membersihkan kuburan lebih ketat. Kalau dulu menyapu kuburan pada siang hari. Ke depan kita terapkan sanksi membersihkan kuburan saat malam hari," terang mantan Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang itu.

 

 

Berita Terbaru

Viral Donor Plasma Convalescent untuk Pengobatan Pasien Covid-19, Ini Penjelasan Ganjar Pranowo

Solopos.com, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengajak pasien yang telah sembuh dari Covid-19 atau disebut penyintas...

ICRC Bantu Jateng Atasi Covid-19, Ponpes Kebagian...

Solopos.com, SEMARANG – International Committee of the Red Cross atau Komite Internasional Palang Merah memberikan bantuan ke Provinsi Jawa...

Gubernur Jateng Sambut Positif Pemangkasan Libur Akhir Tahun

Solopos.com, SEMARANG — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bereaksi positif keputusan pemerintah yang memangkas atau mengurangi libur dan cuti...

Dituduh Langgar Kapasitas, Wisata Objek Dusun Semilir Ditutup

Solopos.com, UNGARAN — Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang, Minggu (29/11/2020), menutup objek wisata Dusun Semilir di Kecamatan Bawen,...

Ini Kiat Disdikbud Jateng Hadapi Covid-19...

Solopos.com, BOYOLALI — Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau Disdikbud Provinsi Jawa Tengah, Padmaningrum, meminta para guru dan...

Bioskop di Semarang Kembali Dibuka, Begini Ketentuan Menonton...

Solopos.com, SEMARANG — Beberapa gedung bioskop di Kota Semarang, ibu kota Jawa Tengah, mulai Sabtu (21/11/2020), kembali dibuka setelah...

Distribusi Vaksin di Jateng Mulai Desember, Bukan Berdasar Jumlah Kasus Covid-19

Solopos.com, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada Desember 2020. Distribusi vaksin...

IDI Sebut Warga Kota Semarang Sulit Mematuhi Jaga Jarak

Solopos.com, SEMARANG – Ikatan Dokter Indonesia atau IDI Kota Semarang menilai tingkat kepatuhan masyarakat Kota Semarang dalam menerapkan protokol...

Gubernur Jateng Tuntut Agresivitas 7 Daerah Kendalikan Covid-19, Mengapa?

Solopos.com, SEMARANG — Tujuh zona merah baru di Jawa Tengah tercatat di data pusat per 8 November 2020. Untuk...

Langgar Prokes, 50 Warga Semarang Ogah Jalani Rapid Test

Solopos.com, SEMARANG -- Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP Kota Semarang kembali menggelar operasi penegakan protokol kesehatan atau...