Gubernur DIY, Sultan Hamengkubuwono X saat memberikan kuliah umum mahasiswa baru STIPRAM di Hotel Sahid Raya, Babarsari, Sleman, pada Senin (8/8/2016). (Irwan A. Syambudi/JIBI/Harian Jogja)

Solopos.com, JOGJA - Kerusuhan terjadi di laga PSIM Jogja melawan Persis Solo dalam lanjutan Liga 2 Indonesia. Gubernur DIY sekaligus raja Kraton Jogja Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengaku prihatin atas kejadian yang terjadi di Stadion Mandala Krida, Senin (21/10/2019), itu.

Duel bertajuk Derbi Mataram itu rusuh di akhir laga. Bahkan ada dua mobil polisi yang dirusak. Sultan mengutuk aksi kekerasan dan perusakan terhadap aset negara pasca-pertandingan penuh gengsi tersebut.

"Saya enggak ngerti kenapa mereka [suporter] melakukannya, alasannya tidak jelas para pendukung PSIM itu harus melakukan kekerasan dan perusakan terhadap aset-aset negara," ujar Sri Sultan HB X saat memberikan Orasi Ilmiah di Sekolah Tinggi Multi Media, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Selasa (22/10/2019).

Sultan mempertanyakan kepada para pendukung sepak bola di Mandala Krida yang seketika menjadi orang yang beringas. "Katanya Jogja ini orangnya berbudi luhur, katanya orangnya sopan tapi kenapa harus melakukan tindak kekerasan semacam itu," ungkapnya.

Penonton, kata Sultan, yang hakekatnya adalah warga Jogja justru malah berperilaku brutal dan tidak beradab tanpa ada alasan yang jelas. "Kalau seperti ini bukan bola yang kita lihat tapi pertunjukan kekerasan, mending enggak usah ada sepak bola aja di Jogja, karena akan membangun orang orang yang tidak beradab," tuturnya.

Sultan berharap kepada warga masyarakat untuk berperilaku baik dan sopan dan tidak emosional. "Karena Jogja ini banyak disebut sebagai tempatnya orang orang yang beradab," tutupnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten