Reuni, Alumni SMPN 1 Sragen Donasi Rp15 Juta untuk Duafa & Anak Yatim

Ketua Panitia Reuni ke-30 Angkatan 1993 SMPN 1 Sragen, Suharno, menyampaikan reuni kali ini dikemas dengan pesan moral dan aksi sosial kepada duafa dan anak yatim dengan total donasi mencapai Rp15 juta.

 Para alumnus SMPN 1 Sragen angkatan 1992 berfoto bersama di Rumah Makan Dapur Laely Puro, Karangmalang, Sragen, Kamis (5/5/2022). (Istimewa/Alumni SMPN 1 Sragen)

SOLOPOS.COM - Para alumnus SMPN 1 Sragen angkatan 1992 berfoto bersama di Rumah Makan Dapur Laely Puro, Karangmalang, Sragen, Kamis (5/5/2022). (Istimewa/Alumni SMPN 1 Sragen)

Solopos.com, SRAGEN—Seratusan alumnus angkatan 1992 SMPN 1 Sragen berbagi kepada 50 orang duafa dan anak yatim senilai Rp15 juta dalam momentum reuni di Rumah Makan Dapur Lely Puro, Karangmalang, Sragen, Kamis (5/5/2022).

Para alumnus SMPN 1 Sragen di antaranya Weni Hastuti yang kini menjadi Rektor Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Surakarta.

PromosiSejarah Kanal Baki dan Dam Bareng Sukoharjo Peninggalan Hindia Belanda

Dalam rilis yang diterima Solopos.com, Kamis siang, reuni temu kangen itu diikuti sebanyak 100 orang. Ketua Panitia Reuni ke-30 Angkatan 1993, Suharno, menyampaikan reuni kali ini dikemas dengan pesan moral dan aksi sosial berbagi kepada 50 orang duafa dan anak yatim dengan total donasi mencapai Rp15 juta.

Baca Juga: 2 Siswa Berprestasi SMPN 1 Sragen Bagikan Tips Jadi Jago Matematika

Dia menyampaikan donasi ini sebagai bentuk kepedulian alumni SMPN 1 Sragen untuk membantu sesama di lingkungan sekitar yang membutuhkan uluran tangan.

“Di saat kami sudah sukses di bidang apa pun, jangan pernah lupa kepada orang-orang di sekeliling kita yang saat ini membutuhkan bantuan. Hal ini menjadi kewajiban,” ujarnya.

Reuni tersebut dihadiri para guru dan Kepala SMPN 1 Sragen. Salah seorang alumnus SMPN 1 Sragen, Sumarjono, menyampaikan reuni ini mengambil tema Bertemu Untuk Saling Membantu. Dengan tema tersebut, kata dia, para alumnus SMPN 1 Sragen bisa bersinergi dengan UPZ Askrindo untuk saling membantu dan disampaikan kepada duafa dan fakir miskin di lingkungan alumni sendiri.

Baca Juga: 1 Siswa SMPN 1 Sragen Positif Covid-19 dan 5 Lainnya Reaktif

“Seperti tagline kami, amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaftif, dan kolaboratif (AKHLAK). Dalam kegiatan ini kami mentasarufkan Rp15 juta donasi kepada dhuafa dan anak yatim,” katanya.

Rektor ITS PKU Muhammadiyah Solo yang juga alumnus SMPN 1 Sragen, Weni Hastuti, menyampaikan antusiasme alumni luar biasa dalam baksos dan semoga menjadi berkah untuk semua.

Kepala SMPN 1 Sragen Wiyono bangga dengan alumni SMPN 1 Sragen yang selalu ingat dengan asalnya dan juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Wiyono berharap para alumnus bisa meniadi bapak asuh bagi siswa-siswa yang kurang mampu dalam membantu biaya pendidikan mereka.

 

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

+ PLUS Fakta Tak Sehijau Kata-Kata, Greenwashing Jadi Arus Besar Perbankan

Lembaga keuangan nasional dan global masih berdiri dua kaki. Membiayai sektor energi kotor dan perusak lingkungan sekaligus membiayai sektor energi bersih. Komitmen green financing belum optimal, justru greenwashing yang menguat.

Berita Terkini

Hati-Hati! Jalur SSB di Genting Cepogo Boyolali Longsor Lur...

Tanah longsor di jalur SSB Cepogo, Boyolali, terjadi sekitar pukul 05.30 WIB secara tiba-tiba tanpa ada hujan sebelumnya.

Menyeruput Teh Gambyong, Teh Bercita Rasa Kopi Khas Kemuning

Di Desa Kemuning, Ngargyoso, Karanganyar, memiliki teh dengan rasa yang khas, yakni bercita rasa kopi. Teh hitam dengan rasa kopo ini dijual oleh Eko Wuryanto, warga setempat, dengan nama Teh Gambyong.

Jukir CFD Diduga Ngepruk, Ini Tarif Parkir Resmi Kota Solo Sesuai Perda

Ketentuan mengenai besaran tarif resmi parkir berbagai jenis kendaraan di Kota Solo diatur dalam Perda No 1/2013 tentang Penyelenggaraan Perhubungan.

Sosok Mantan Bupati Wonogiri Oemarsono yang Menginspirasi, Ini Kisahnya

Mantan Bupati Wonogiri periode 1985-1995, Oemarsono, dikenal sebagai sosok yang menginspirasi warga setempat menjadi PNS itu telah meninggal dunia pada Minggu (22/5/2022).

Tugu Tapal Batas Keraton Surakarta di Cawas Klaten Tak Terawat, tapi...

Di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Klaten, Jawa Tengah terdapat tugu tapal batas Keraton Surakarta.

Catat Jadwal Konser Andika Kangen Band di Sragen Biar Ga Ketinggalan

Pemkab Sragen memastikan konser musik Kangen Band dalam rangka hari jadi ke-276 Sragen akan terbuka untuk umum dan cuma-cuma.

Ini Deretan Wisata yang Dibangun Pemilik "Istana Negara" di Wonogiri

Pengusaha tajir asal Wonogiri, Suparno dikenal memiliki "Istana Negara". Selain bangunan unik itu, ternyata Suparno juga memiliki deretan objek wisata lainnya di Wonogiri.

Kenapa di Boyolali Banyak Terdapat Sapi? Ini Jawabannya

Kota Susu adalah julukan dari Kabupaten Boyolali yang lokasinya di kaki sebelah timur Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Kisah Wanita-Wanita Pemetik Daun Teh Kemuning, Upahnya Rp700 Per Kg

Sebagai besar buruh pemetik daun teh di Desa Kemunging, Ngargoyoso, Karanganyar adalah dari kalangan wanita dan berusia lanjut. Sehari rata-rata mereka memetik 25 kg daun teh.

2 Menteri Jokowi Ini Diam-Diam Telah Blusukan ke Klaten, Ada Apa Ya?

Sebanyak dua menteri di era Presiden Joko Widodo alias Jokowi diam-diam blusukan ke Klaten dalam waktu kurang dari satu pekan terakhir.

Sejarah Pabrik Teh Kemuning, Awalnya Didirikan 2 Warga Belanda

Pabrik teh pertama di Desa Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar didirikan oleh dua bersaudara asal Belanda, Van Mander Voot. Dalam perjalanannya, pabrik dan perkebunan tehnya bergonta-ganti kepemilikan.

BPCB Jateng: Penjebolan Tembok Keraton Kartasura Masuk Tindak Pidana

Acara gelar perkara tersebut dihadiri oleh PPNS BPCB Jawa Tengah, Kepala BPCB Jawa Tengah dan Korwas Polda Jawa Tengah yang usai sekitar pukul 13.20 WIB.

Beda Cara Pengolahan, Beda Jenis Teh yang Dihasilkan

Ditentukan cara pengolahannya, teh secara umum dibagi menjadi empat jenis yakni teh hitam, teh hijau, teh oolong dan teh putih.

Petani Klaten Pernah Coba-Coba Tanam Kacang Hijau, Hasilnya Mengagetkan

Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan swasembada kedelai pada 2026. Di sisi lain, Sejumlah petani masih menyimpan keresahan di tengah pemerintah menggenjot produktivitas kedelai.

Mbok Karti, Pelopor Penjual Teh Tradisional di Kemuning Ngasgoyoso

UMKM teh rumaha di Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, baru berkembang signifikan dalam 10 tahun terakhir. Usaha ini dipelopori seorang wanita yang dikenal dengan nama Mbok Karti.

Sempat Tutup 2 Tahun Saat Pandemi, Begini Kondisi Umbul Susuhan Klaten

Pengunjung di tempat pemandian Umbul Susuhan di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menurun drastis selama pandemi Covid-19.