2 Siswa Berprestasi SMPN 1 Sragen Bagikan Tips Jadi Jago Matematika
Dua siswa berprestasi SMPN 1 Sragen, Ravif Gayuh Wicaksono dan Damailyn Nuraini bersama guru pendamping Iin Winarsih. (Solopos-Moh. Khodiq Duhri)

Solopos.com, SRAGEN -- Dua siswa SMPN 1 Sragen menorehkan prestasi di ajang Kompetisi Matematika Terbuka (KMT) tingkat Kabupaten Sragen yang diselenggarakan pada Oktober 2020 lalu.

Dua siswa bernama Ravif Gayuh Wicaksono dari Kelas IXE dan Damailyn Nuraini dari Kelas VIIF SMPN 1 Sragen sama-sama meraih Juara I. Kompetisi itu dilaksanakan secara online sesuai dengan protokol kesehatan terkait penangulangan Covid-19.

Kepada Solopos.com, Ravif dan Damailyn membeberkan sejumlah trik yang bisa dipelajari untuk mengukir prestasi di bidang matematika.

Baca juga: 17 Wastafel Berpedal Jadi Sarana Penegakan Protokol Kesehatan di SMPN 1 Sragen

“Yang pertama, harus suka dulu dengan Matematika. Materi Matematika itu seputar geometri, aljabar, garis bilangan, kombinasi peluang dan lain-lain. Kuasai dulu materi itu. Mana yang menarik dipelajari. Aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan berburuk sangka dulu dengan Matematika. Jika sudah suka, silakan dilanjut [belajarnya],” papar Ravif kala berbincang dengan Solopos.com di SMPN 1 Sragen, Rabu (24/2/2021).

Sedangkan Damailyn selalu berusaha belajar Matematika dengan cara yang lebih menarik. Biasanya, ia belajar bareng bersama teman-temannya supaya tidak bosan. Bagi dia, bersama teman membuat suasana belajar lebih menyenangkan.

“Saya sendiri lebih suka mengerjakan soal yang menantang. Kalau berhasil temukan jawaban itu jadi kepuasan tersendiri. Kalau belum bisa, saya tanya teman atau konsultasi langsung dengan guru,” papar Damailyn.

Baca juga: Bruk! Reklame di Plumbon Sukoharjo Ambruk Timpa Ibu dan Anak Balita

Meski jago Matematika, Ravif tidak menyukai soal dalam bentuk reguler. Ravif lebih menyukai soal bercerita model olimpiade sains nasional (OSN). Dari soal itu, Ravif dituntut memecahkan masalah dengan rumus yang ia pilih sendiri.

“Saya suka soal Matematika yang mengasah kemampuan berhitung. Saya dituntut mecahin masalah dengan berbagai rumus yang bisa dipakai,” ucapnya.

Menengok Bagian Pembahasan

Setiap siswa punya cara yang berbeda dalam belajar. Ravif sendiri terbilang jarang membuka materi terkait Matematika.

Bagi dia, membaca materi terlebih dulu justru bisa membuat ia lupa saat mengerjakan soal. Ia lebih suka langsung mengerjakan soal demi soal.

Bila ia kebingungan dalam memecahkan soal, ia bisa langsung menengok bagian pembahasan.

“Kalau saya materi dari Kelas VII-IX sudah saya selesai dibaca sejak masih duduk di kelas VII. Dulu memang saya kebut baca materinya,” paparnya.

Ravif dan Damailyn mampu menorehkan prestasi di masa pandemi Covid-19. Meski tidak mengikuti kegiatan bimbingan belajar (bimbel) di luar sekolah, keduanya mampu mengharumkan nama sekolah.

Baca juga: Jempolan, Wilayah di Soloraya Ini Wakili Jawa Tengah di Lomba Kota Bebas Pungli

Iin Winarsih, guru pengampu mata pelajaran Matematika di SMPN 1 Sragen mengakui sedikit kesulitan ketika harus menjelaskan cara mengerjakan soal melalui pembelajaran daring.

Menurutnya, siswa butuh penjelasan terkait rumus dan cara mengerjakannya. Hal itu akan lebih mudah jika dilakukan dalam pembelajaran tatap muka.

“Kendalanya belajar online kadang sinyal tidak penuh. Dari 32 siswa, kadang yang masuk hanya 26 siswa. Jadinya, kami gunakan berbagai variasi pembelajaran online, baik itu melalui google meet, google classroom, dan kadang Youtube,” ujarnya.

Baca juga: Jadi Prioritas, 5,8 Juta Guru Akan Divaksinasi Covid-19

Kepada para siswanya, Iin mempersilakan bertanya melalui WhatsApp (WA) apabila kesulitan mengerjakan soal.

“Saya akan senang kalau anak-anak bisa menyerap semua mata pelajaran yang saya sampaikan sehingga mereka tidak perlu mengikuti bimbel di luar sekolah,” paparnya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom