Dinas Perhubungan Kota Solo memasang spanduk informasi uji coba parkir di sisi selatan Jl. Slamet Riyadi, Senin (6/1/2020). (Solopos-Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Solo tahun ini akan melanjutkan penataan jalur pedestrian (citywalk) di Jl. Slamet Riyadi Solo.

Tahun ini renovasi kawasan city walk menyasar dua segmen, yakni dari depan Kantor Cabang BCA hingga bundaran Gladag dan depan Wisma Bathari ke barat hingga simpang empat Ngapeman.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Solo, Arif Nurhadi, mengatakan dua segmen tersebut ditarget rampung sebelum akhir 2020.

“Sama seperti penataan sebelumnya, renovasi citywalk sebenarnya adalah perbaikan drainase. Sebenarnya masih ada segmen yang belum direnovasi, namun karena keterbatasan anggaran hanya menyasar dua segmen itu,” kata dia, kepada wartawan, belum lama ini.

Arif mengatakan renovasi saluran drainase di Jl. Slamet Riyadi terbukti mempercepat aliran air saat terjadi hujan deras. Alhasil, genangan air yang biasa terjadi saat hujan deras bisa diminimalkan.

Simak! Jadwal Pemadaman Listrik Solo, Sragen, dan Karanganyar, Rabu (15/1/2020)

Arif mengatakan renovasi saluran drainase rencananya dilakukan hingga sekitaran Purwosari. Namun, proyek flyover di ruas jalan tersebut pada tahun ini membuat rencana itu ditunda selain karena keterbatasan anggaran.

“Ya, inginnya sampai ujung. Tapi, anggarannya terbatas. Selain itu juga menunggu pembangunan flyover Purwosari selesai,” jelasnya.

Ukuran saluran drainase bakal diperbarui dari yang semula berdiameter 1,8 meter dan berkedalaman 1,2 meter menjadi diameter 1,5 meter dan kedalaman 1,5 meter.

Kepala Dinas PUPR Kota Solo, Endah Sitaresmi, mengatakan teknik renovasi drainase dan penataan citywalk tak jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Pengalihan Arus Flyover Purwosari, Ini Jalur-Jalur Lalin Yang Direkayasa Dishub Sukoharjo

Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, sistem drainase di Jl. Slamet Riyadi salah satu muaranya berada di belakang Gedung Bank Indonesia. Titik itu juga menjadi muara aliran air dari Jl. Honggowongso sampai Toserba Sami Luwes ke timur.

Sedangkan air dari area Gendengan ke timur dialirkan ke sungai di sebelah barat Stadion Sriwedari. Di bawah Jl. Honggowongso terdapat saluran besar yang berukuran tiga meter untuk mendukung limpahan air dari ratusan sumur resapan sepanjang Jl. Slamet Riyadi.

Selain itu, setiap 20 meter terdapat inlet yang alirannya langsung ke saluran air.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten