Rencana Vaksinasi Dipersoalkan, Ini Jawaban Sri Mulyani

Pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab polemik percepatan proses pengadaan vaksin Covid-19, ini katanya...

SOLOPOS.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa (22/10/2019). (Antara/Puspa Perwitasari)

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah yang diwakili Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjawab polemik percepatan proses pengadaan vaksin Covid-19. Oleh sebagian kalangan, kandidat vaksin yang masuk radar pemerintah diragukan efikasi atau kemampuan untuk mencapai tujuan atau hasilnya.

Seperti diketahui pengadaan vaksin menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam waktu dekat. Kendati berharap cepat ditemukan, pemerintah menegaskan kandidat vaksin yang akan disalurkan kepada masyarakat tetap mengacu kepada standar dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO.

Inilah Situs-Situs Streaming Legal Subtitle Indonesia Anime Jepang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati megatakan bahwa penting sekali untuk memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa vaksin yang sedang diupayakan oleh pemerintah tetap berdasarkan sains dan standar kesehatannya yang diadopsi secara internasional.

“Pelaksanaan pengadaan vaksin dan program vaksinasi itu sangat sangat tergantung kepada progres dari keseluruhan tadi uji klinis dan juga apakah mereka telah melewati standar keamanan yang sudah ditetapkan baik secara internasional oleh WHO,” kata Sri Mulyani, Selasa (27/10/2020).

Standar Dunia

Sri Mulyani juga menegaskan bahwa Indonesia tidak menggunakan standar yang berbeda dengan yang dilakukan oleh dunia internasional. Selain itu pemerintah juga tidak sedang mempercepat atau menerapkan mekanisme sendiri yang justru dapat menimbulkan persepsi negatif terhadap keamanan dari vaksin tersebut.

Toyata Kenalkan New Fortuner dan New Kijang Innova di Soloraya

Kendati demikian, menurut Sri Mulyani sambil menunggu, pemerintah terus mempersiapkan koordinasi untuk mempercepat proses vaksinasi. Persiapan yang matang perlu dilakukan karena dengan jumlah penduduk sebanyak 267 juta jumlah vaksin yang dibutuhkan akan sangat signifikan.

“Sekarang ini sudah diminta untuk dilakukan selain menyusun rencana yang detail kita juga sudah melakukan berbagai simulasi di beberapa tempat Kementerian Kesehatan menyebutkan ada tiga yaitu di Bogor, Bali dan Ambon,” tukasnya

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Berita Terbaru

Inilah Dampak Negatif Pendidikan Jarak Jauh Menurut Kemendikbud

Solopos.com, JAKARTA — Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengungkap dampak negatif pendidikan jarak jauh (PJJ) pada siswa. Kenyataan pahit...

Kiprah Sukarelawan Memutus Penularan Corona

Solopos.com, SOLO--Peran sukarelawan baik medis maupun nonmedis penting dalam membantu memutus penularan virus corona. Mereka bergabung dari pelosok-pelosok tanah...

Pakar Imunisasi: Rantai Distribusi Vaksin Covid-19 Telah Siap Hingga Puskesmas

Solopos.com, SOLO -- Rantai distribusi vaksin Covid-19 diklaim telah siap hingga level daerah atau Puskesmas. Hal ini membuktikan keseriusan...

Menekan Covid-19 dari Klaster Keagamaan

Solopos.com, SOLO--Klaster keagamaan menjadi klaster yang cukup besar di Indonesia. Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperlihatkan dari 17 klaster...

Mahfud MD Ikut Komentari Sikap Rizieq Syihab soal Tes Covid-19

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD kembali mengomentari Muhammad Rizieq Syihab secara pribadi....

Ingat! Kerumunan Bisa Memicu Munculnya Klaster Baru Covid-19

Solopos.com, SOLO - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengingatkan masyarakat agar menghindari kerumunan selama pandemi Covid-19. Pasalnya,...

Kiprah Petani Milenial Sukses di Tengah Pandemi

Solopos.com, SOLO--Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang terus tumbuh di tengah pandemi. Pada kuartal I 2020 sektor pertanian...

Pemerintah Mengejar Target Pemeriksaan Covid-19, Bagaimana Hasilnya?

Solopos.com, SOLO--Pemerintah Indonesia terus mengejar ketertinggalan target jumlah pemeriksaan (testing) sebagaimana disyaratkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hasil itu perlahan-lahan...

Hentikan Penularan Covid-19, Jangan Takut 3T!

Solopos.com, SOLO--Tracing (pelacakan), testing (pemeriksaan) dan treatment (perawatan) atau biasa disingkat 3T penting untuk menghentikan penularan Covid-19. Masyarakat diminta...

Dokter Spesialis Anak: Vaksin Tidak Bahaya, Justru Banyak Manfaatnya

Solopos.com, JAKARTA — Para pakar kesehatan terus-menerus mengampanyekan vaksinasi atau imunisasi kepada masyarakat luas. Pasalnya, imunisasi dengan vaksin dianggap...