Infografis City Walk (Solopos/Whisnupaksa)

Solopos.com, SOLO — Wacana pengalihfungsian sebagian city walk Jl. Slamet Riyadi Solo untuk kantorng parkir terus berlanjut meski menuai polemik di kalangan masyarakat.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, menyampaikan berdasarkan hasil survei di kalangan pengusaha di titik itu menyetujui penyediaan kantong parkir. Sebanyak 94 persen dari total responden menyatakan dukungan dan sisanya menolak.

“Artinya kami enggak menang-menangan itu enggak. Karena kami memang tahu betul kios dan pertokoan di Jl. Slamet Riyadi sisi selatan itu mati. Perekonomian di situ enggak akan berkembang tanpa ruang parkir yang memadai,” kata dia, kepada wartawan, belum lama ini.

Rudy, sapaan akrabnya, menyebut ruang parkir itu berada di antara jalur hijau sehingga tetap mengakomodasi pejalan kaki maupun pesepeda. Selain itu, kendaraan diminta keluar masuk melalui Jl. Slamet Riyadi atau tidak diperbolehkan melaju di area khusus pejalan kaki.

“Dari hasil survei konsultan, setiap hari yang jalan kaki di city walk hanya 27 orang per menit kok. Itupun di segmen tertentu. Kami akan menyiapkan rambu lalu lintas sesuai desain tim pengaji. Nanti diuji coba dulu diterapkan 24 jam, nanti dilihat yang parkir di sana berapa banyak,” jelasnya.

Hasil kajian tersebut, sambung Rudy, juga menunjukkan ekstensifikasi ruang parkir di area city walk mampu menyediakan lahan parkir tambahan bagi 1.344 motor dan 143 mobil.

Seluruh area parkir tersebut tersebar di enam segmen, mulai persimpangan Purwosari hingga kawasan Gladag. Lahan parkir bagi mobil berpotensi direalisasikan di segmen 1 hingga simpang 3 yakni persimpangan Purwosari hingga persimpangan Ngapeman.

Adapun area parkir motor bisa disediakan di seluruh segmen city walk. “Paving block mampu menahan beban kendaraan roda dua dan roda empat, asal bukan truk besar saja,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengaku belum bisa memastikan kapan uji coba berlangsung.

Hari hanya menyebut timnya mempersiapkan pemasangan rambu dan pengecatan markah. Ujicoba itu rencananya berlangsung 2-3 bulan.

“Kami akan memanfaatkan kantong parkir di antara jalur hijau city walk,” ucapnya.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten