Jl. Slamet Riyadi Solo (Solopos-Sunaryo Haryo Bayu)

Solopos.com, SOLO — Kajian terhadap rencana Pemerintah Kota Solo mengalihfungsikan sebagian area city walk Jl. Slamet Riyadi Solo menjadi kantong parkir berlanjut.

Pada Selasa (5/11/2019), Dinas Perhubungan (Dishub) Solo bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Satlantas, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda), serta Asosiasi Parkir Surakarta (Asparta) menggelar survei di sepanjang city walk yang dibagi menjadi beberapa segmen.

Berdasarkan hasil survei tersebut, dari lebar city walk sekitar 10,5 meter sampai 11 meter, sekitar 4,5 hingga 5 meternya bakal digunakan sebagai lahan parkir. Sisanya, sekitar 6 meter tetap digunakan sebagai jalur pedestrian.

Kabid Perparkiran Dishub Kota Solo, Henry Satya Nagara, mengatakan penggunaan sebagian area city walk sebagai kantong parkir merupakan lanjutan dari pemanfaatan ruang di antara jalur hijau yang akan diterapkan di Jl. Slamet Riyadi Solo sisi utara.

“Jadi, enggak seluruh area city walk jadi lahan parkir. Tapi sebagian, itupun hanya di segmen-segmen tertentu yang menjadi pusat bisnis. City walk kan terbagi tiap segmen dari simpang empat Solo Center Point hingga Bundaran Gladag. Apalagi di sejumlah segmen masih ada area city walk yang belum direnovasi, atau jalur hijaunya berupa gundukan tanah sehingga enggak bisa dijadikan kantong parkir,” kata dia, kepada solopos.com, Rabu (6/11/2019).

Henry Satya Nagara menyampaikan kantong parkir tersebut kemungkinan tak hanya digunakan untuk kendaraan roda dua, tapi juga roda empat. Batas kantong parkir dengan jalur pedestrian bakal dibuatkan markah sehingga jelas pembagiannya.

“Tapi, sekali lagi masih dikaji. Apakah parkir hanya untuk kendaraan roda dua atau roda empat juga bisa masuk masih dikaji. Rekomendasi dari konsultan seperti apa akan dibahas. Tergantung keputusan pemimpin daerah apakah kajian ini disetujui atau tidak. Kalau disetujui, kami akan adakan sosialisasi sebelum benar-benar diterapkan. Jadi kalau ditanya kapan diterapkan, kami belum tahu,” tandasnya.

Rencana pengalihfungsian sebagian area city walk Jl. Slamet Riyadi Solomenjadi kantong parkir tersebut menuai pro kontra sekitar sebulan terakhir.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo meminta masyarakat melihat manfaat dari rencana tersebut.

Salah satunya, menghidupkan kawasan bisnis di sisi selatan Jl. Slamet Riyadi Solo yang meredup beberapa tahun terakhir. Rudy, sapaan akrabnya, mengatakan ketimpangan perkembangan bisnis di sisi selatan dan utara jalanan tersibuk di Kota Bengawan itu jelas terlihat.

Sementara, Perencana Transportasi Perkotaan Lingkar Studi Transportasi Indonesia (Transportologi), Sukma Larastiti, menyebut alih fungsi sebagian city walk menjadi lahan parkir adalah wujud kesadaran rendah pemerintah untuk menciptakan kota yang memfasilitasi kehidupan warganya menjadi lebih baik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten