Rapuh & Sering Jebol, Tanggul Sungai Gamping di Cawas Klaten Segera Diperbaiki
Tanggul Sungai Gamping di Desa Karangasem, Cawas, Klaten, jebol pada Kamis (19/3/2020) sore. (Solopos/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN – Pemerintah Desa (Pemdes) Karangasem, Kecamatan Cawas berencana memperkuat tanggul Sungai Gamping di desa setempat dalam waktu dekat. Hal itu mendesak dilakukan guna mencegah potensi jebolnya tanggul yang sering terjadi di setiap musim penghujan tiba.

Kepala Desa (Kades) Karangasem, Kecamatan Cawas, Surono, mengatakan tanggul Sungai Gamping telah jebol sebanyak delapan kali dalam enam tahun terakhir. Tanggul di sungai ini jebol disebabkan beberapa hal.

Selain banyak ditemukan lubang tikus, tanggul tersebut hanya terbuat dari pasir. Sehingga tanggul cenderung tak kuat menahan derasnya air yang mengalir di musim hujan.

Sepekan Mati, Api Abadi Mrapen di Grobogan Bakal Dinyalakan Lagi

"Sebagian besar kondisi tanggul masih berpasir. Makanya mudah jebol. Hanya ada beberapa lokasi yang sudah dipermanen [tanggul permanen]. Kurang lebih ada empat lokasi yang tanggulnya sudah permanen. Selebihnya, kondisi tanggul masih berpasir," kata Surono, kepada Solopos.com, Rabu (30/9/2020).

Surono mengatakan penguatan dan pelebaran tanggul di Sungai Gamping dilakukan dengan memasang beronjong. Sejauh ini Pemdes Karangasem telah meminta bantuan beronjong ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) dan bidang Sumber Daya Air (SDA) di Pemkab Klaten.

"Kebutuhan beronjong sekitar 400 unit. Semoga, pekan depan sudah bisa dikirim agar bisa segera dipasang. Saat ini waktunya terbilang pas, soalnya akan berlangsung musim hujan. Jika segera terpasang, harapannya dapat memperkuat tanggul saat musim hujan berlangsung," katanya.

Covid-19 Sukoharjo: Awal Mula Klaster Warung Ayam Goreng di Ngadirejo Kartasura

Sebagaimana diketahui, hujan disertai angin kencang sudah melanda di kawasan Klaten, tepatnya di Klepu, Kecamatan Ceper, Sabtu (26/9/2020) siang. Saat berlangsung hujan beberapa menit itu juga terjadi puting beliung. Akibatnya, atap rumah milik seorang warga dan tiga kios di Pasar Klepu mengalami kerusakan.

Selain di Ceper, laporan kerusakan akibat puting beliung yang diterima Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Klaten juga terjadi di daerah lain, di antaranya Trucuk dan Karanganom.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom