Rapid Test Anggota KPPS Sragen: 353 Reaktif, 442 Tak Ikut Karena Takut

Sebanyak 353 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Sragen dinyatakan reaktif Covid-19 setelah mengikuti rapid test.

SOLOPOS.COM - Ilustrasi rapid test atau tes cepat virus corona atau Covid-19 (Bisnis Indonesia/Paulus Tandi Bone)

Solopos.com, SRAGEN — Sebanyak 353 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dinyatakan reaktif Covid-19 setelah mengikuti rapid test massal yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen.

Di sisi lain, sebanyak 442 anggota KPPS lain mengundurkan lantaran takut mengikuti rapid test. KPU harus mengganti 442 anggota KPPS yang mengundurkan diri tersebut.

Penjelasan itu disampaikan Komisioner Divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dan Partisipasi Masyarakat (Parmas) KPU Sragen Nanang Tetuko saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (24/11/2020).

Nanang mengatakan jumlah anggota KPPS Sragen mencapai 20.439 orang, namun yang mengikuti rapid test sebanyak 19.997 orang. Dari 19.997 orang itu, ujar dia, ada 353 orang yang reaktif dan 19.644 orang non-reaktif.

Bediler Sragen Kewalahan Penuhi Permintaan Basmi Tikus Sawah

"Ada 442 orang yang tidak hadir saat rapid test. Ratusan orang itu kemudian diganti personel dan sudah dilantik semua hari ini. Untuk rapid test mereka langsung dilakukan di puskesmas. Rapid test itu wajib bagi KPPS karena bagian dari aturan. Alasan mereka tidak hadir rapid test itu karean takut kalau reaktif. Karena kalau rekatif dilanjutkan swab test. Mereka takut kalau mendapat sanksi sosial. Data ini merupakan data terakhir yang masuk per tiga hari lalu," ujar Nanang.

Ada di Luar Jawa

Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Karangmalang, Sragen, Puji Handriyani, menyampaikan ada beberapa anggota KPPS yang diganti sebelum pelantikan Senin (23/11/2020) lalu. Dia mengatakan mereka tidak ikut rapid test karena berada di luar Jawa sehingga tidak datang sesuai jadwal rapid test dan harus diganti.

Puji tidak mengetahui jumlah anggota KPPS yang reaktif karena data itu menjadi wewenang puskesmas.

Anggota PPK Sragen Kota Tri Sunarmo mengatakan seluruh KPPS di wilayah Sragen Kota sudah jalani rapid test. Dia mengatakan ada sejumlah anggota KPPS yang diganti karena takut ikut rapid test.

Penentuan Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol Solo-Jogja di Klaten Dimulai di Desa Ini

Banyaknya anggota KPPS yang tidak hadir saat rapid test itu merepotkan anggota PPK karena harus mencari penggantinya yang mau rapid test.

"Padahal sejak awal mendaftar sudah dijelaskan bahwa sebelum pelantikan ada rapid test, yakni 16-18 November 2020. Sampai batas waktu rapid test itu ternyata masih puluhan orang yang tidak hadir. Kami minta tambahan waktu sampai 20 November 2020 dan ternyata masih ada lagi yang tidak datang rapid test. Akhirnya, kami harus mencari penggantinya," ujarnya.

Berita Terbaru

Bawaslu Jateng Telusuri Politik Uang Pilkada di Empat Kabupaten, Mana Saja?

Solopos.com, SEMARANG--Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menelusuri dugaan praktik politik uang yang terjadi pada pilkada serentak...

Beda Quick Count KPU, Partai Demokrat Klaim Menang di Pilkada Rembang

Solopos.com, SALATIGA — Partai Demokrat mengklaim meraih kemenangan pada Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Padahal hasil...

Harta Rp22 Miliar, Sahrul Gunawan Hanya Punya 1 Mobil

Solopos.com, JAKARTA -- Calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, Sahrul Gunawan untuk sementara unggul dalam hitung cepat Pilkada Bandung...

Sahrul Gunawan: Gagal di Pemilu Legislatif, Berjaya di Pilkada Bandung

Solopos.com, JAKARTA -- Artis sekaligus penyanyi Sahrul Gunawan yang menjadi calon Wakil Bupati Bandung, Jawa Barat, untuk sementara unggul...

Tak Bertuan, 32.772 Lembar Formulir C Pemberitahuan Dikembalikan

Solopos.com, KLATEN – Sebanyak 32.772 lembar formulir model C pemberitahuan sebagai undangan bagi pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT)...

Keluarga Kalla Kalah dalam Pilkada Makassar?

Solopos.com, JAKARTA — Pemilihan umum kepala daerah di Kota Makassar diikuti empat pasangan calon yang memperebutkan kursi wali kota...

Partai Demokrat Sementara Menangi 44% Pilgub 2020

Solopos.com, JAKARTA — Sekretaris Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat Kamhar Lakumani mengklaim menang di empat dari sembilan provinsi...

Berkat Sosialisasi di Masjid, Partisipasi Pemilih Pilkada Wonogiri Tinggi

Solopos.com, WONOGIRI — Komisi Pemilihan Umum Wonogiri mengklaim tingkat partisipasi pemilihan kepala daerah atau Pilkada Wonogiri 71,26 persen berdasar...

Sri Mulyani Ungkap Kunci Sukses Dongkrak Suara di Pilkada Klaten 2020

Solopos.com, KLATEN - Pasangan Sri Mulyani-Yoga Hardaya unggul atas lawan-lawannya berdasarkan hitung cepat Desk Pilkada Pemkab Klaten. Sri Mulyani...

Pilkada Klaten: Mulyo Unggul di 23 Kecamatan, ORI 2 Kecamatan, ABY-HJT 1 Kecamatan

Solopos.com, KLATEN – Pasangan calon bupati (cabup)-calon wakil bupati (cawabup) Klaten, Sri Mulyani-Yoga Hardaya atau Mulyo, menang di 23...