Bediler Sragen Kewalahan Penuhi Permintaan Basmi Tikus Sawah
Para sahabat bediler Sragen menunjukkan hasil tikus yang ditembak di area persawahan Kelurahan Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Sabtu (21/11/2020). (Istimewa/P. Lipen)

Solopos.com, SRAGEN — Para Sahabat Bediler—sebutan pencinta senapan angin di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah—kewalahan memenuhi permintaan pembasmian hama tikus di sawah dengan cara ditembak. Kegiatan itu sebenarnya merupakan bentuk bakti sosial dari Sahabat Bediler.

Salah satu pencinta senapa angin asal Sragen yang belakangan sibuk menembaki hama tikus adalah Agus Supriyanto, 34, yang lebih akrab disapa Wagiman. Bersama komunitas Sragen Hunting Crew (SHC), warga Dukuh Pungkruk, Desa/Kecamatan Sidoharjo, Sragen, melayani permintaan pembasmian hama tikus.

"Sekarang permintaan sangat tinggi. Paling tidak dalam sepekan itu ada kegiatan 3-4 kali bakti sosial pembasmian hama tikus. Rata-rata kami dapat 400-500 ekor tikus," kata Wagiman kepada Solopos.com, Selasa (24/11/2020).

Pada awalnya, semua permintaan pembasmian hama tikus itu dilayani sendiri oleh komunitas SHC. Namun, belakangan para pencinta senapan angin dari komunitas lain juga ikut ambil bagian.

Mereka akhirnya bersepakat untuk membagi tugas supaya ada waktu di antara mereka untuk beristirahat. "Dulu hampir tiap malam kami melayani penembakan tikus itu. Sekarang harus berbagi tugas dengan komunitas lain. Kalau tiap malam, lumayan bikin capai soalnya," papar Wagiman.

Jika Menang Pilkada Solo 2020, Bajo Akan Bangun Jalur Kereta & Sungai Bawah Tanah

Senada disampaikan anggota Klub Senyap, Paulus Lipen, yang menjadi bagian dari Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) Cabang Sragen. Menurutnya, permintaan pembasmian tikus sawah di Sragen terus meningkat akhir-akhir ini.

Jadwal Padat

Perbakin pun harus menyusun jadwal supaya permintaan pembasmian tikus itu bisa terlayani semua.

"Nanti malam di Puro, besok malam di Kedungwaduk Karangmalang, malam Minggu di Karangsem Kedawung. Sampai sekarang sudah ada permintaan surat masuk dari petani di Kedungupit dan Sukodono, tapi belum kami jadwalkan," ujar Lipen.

Sopir Bus Mira yang Tewaskan Bapak dan Anak di Madiun Jadi Tersangka, Ini Alasan Polisi

Untuk menunjang kegiatan, Perbakin dibantu amunisi dari KONI Sragen. Ada pula sponsor yang memberi bantuan amunisi. Lipen menilai semua kegiatan pembasmian tikus itu tanpa dipungut biaya alias gratis.

Dalam kegiatan yang digelar di Teriktani, Plumbungan, Karangmalang, Sragen, Sabtu (21/11/2020) malam, sekitar 550 ekor tikus sawah mati tertembak. Jumlah itu belum termasuk tikus yang mati tertembak di tengah sawah.

"Kegiatan itu diselenggarakan Perbakin dengan melibatkan Koramil 02/Karangmalang, kelompok tani dan warga sekitar," paparnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom