Tutup Iklan

Punya 100 Personel, Bos Debt Collector Solo Ini Ogah Layani Pinjol

Bos perusahaan jasa penagihan utang yang memiliki 100-an personel debt collector di Solo ini mengaku ogah menjalin kerja sama dengan perusahan pinjol, ini alasannya.

 Giyatno, pimpinan sebuah perusahaan jasa penagihan di Solo. (Solopos/Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Giyatno, pimpinan sebuah perusahaan jasa penagihan di Solo. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO — Seorang bos perusahaan jasa penagihan di Kota Solo, Giyatno, mengaku memiliki 100 petugas penagih atau debt collector. Perusahaannya telah bekerja sama dengan 46 lembaga pembiayaan keuangan dan dua perbankan.

Tapi ia menyatakan komitmennya tak mau bekerja sama dengan perusahan pinjaman online atau pinjol. Saat berbincang dengan Solopos.com di rumahnya, Rabu (20/10/2021), Giyat, panggilan akrabnya, mengungkapkan alasannya.

“Alhamdulillah sampai sekarang saya enggak berani MoU dengan perusahaan pinjol. Bahkan saya sendiri awam sistem kerja perusahaan pinjol, belum pernah menjadi bagian penagih atau debitur, belum pernah,” terangnya.

Baca Juga: Klaster PTM Sekolah Solo: 1.600-An Orang Dites Swab, 99 Positif Corona

Bos perusahaan jasa debt collector itu justru menyarankan warga Solo supaya tidak berurusan dengan perusahaan pinjol. Sebab banyak perusahaan atau lembaga keuangan yang jelas alamat kantornya dan dinaungi OJK yang bisa jadi pilihan meminjam uang.

Giyat mengakui promosi atau tawaran untuk meminjam uang melalui perusahaan pinjol sangat gencar. Masyarakat yang sedang dalam kesulitan ekonomi bisa saja terjerat tawaran yang datang melalui gadget yang dipegang.

Apalagi saat ini semua orang mempunyai gadget atau smartphone yang bisa terhubung dengan siapa pun dan mekanisme peminjaman uang di perusahaan pinjol sangat mudah. Tapi masyarakat sering abai dengan syaratnya.

Baca Juga: Deklarasikan PKR, Tuntas Subagyo Undang Anies, Ganjar & Gibran

Ketelitian Nasabah

“Kemudahan cara peminjaman yang tak diikuti ketelitian nasabah atau calon debitur. Seharusnya kan dilihat. Banyak yang kemudian kaget, setelah pinjam kok bunganya besar. Cara penagihannya pun sangat ekstrem,” urainya.

Giyat menerangkan proses pengajuan pinjol hingga akad dan pencairan dilakukan secara online, atau tidak tatap muka. Berbagai kemudahan itu sering kali membuat calon peminjam uang lengah dan tidak membaca klausul akad.

“Kalau tidak dibaca tentang aturan main atau bahasa legalnya akad. Diiyakan begitu saja, dana dicairkan, tiba-tiba muncul bunga yang enggak nalar. Akhirnya sampai proses penagihan yang sampai menjadi teror,” katanya.

Baca Juga: Cerita Giyatno, Bos Jasa Penagihan Layani 46 Lembaga Pembiayaan di Solo

Model penagihan pinjol yang pernah diketahui Giyat dari seorang teman yaitu mulai dari mempermalukan nasabah. Debt collector pinjol akan memberi tahu saudara, rekan, teman atau tetangga ihwal utang si nasabah.

Bila nasabah belum juga membayar, Giyat melanjutkan petugas jasa penagihan mengancam akan mendatangi rumahnya. Debt collector pinjol itu juga mengancam akan ke pengurus rukun tetangga (RT) maupun pengurus rukun warga (RW) debitur.

“Besoknya lagi bila belum dibayar, mengancam akan datang pakai mobil warna apa, terus bilang sudah jarak sekian meter dari rumah. Psikis orang kan lain-lain. Kalau orangnya lemah kan bisa tertekan, akhirnya stres,” urainya.


Berita Terkait

Espos Plus

Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

+ PLUS Pembahasan RUU PDP Belum Rampung, Kominfo Fokus Sosialisasi dan Edukasi

Progres terbaru dari pembahasan RUU PDP adalah pembahasan format lembaga pengawas yang akan bertanggung jawab menangani perkara perlindungan data pribadi hingga kini belum final.

Berita Terkini

PPKM Level 3 Batal, PHRI Karanganyar Harap Kebijakan Tidak Berubah Lagi

Pembatalan PPKM level 3 disambut positif oleh pelaku usaha pariwisata di Karanganyar. Mereka berharap kebijakan ini bisa mengangkat ekonomi khususnya di sektor pariwisata.

Akui Salah, Bakul Tengkleng Viral Solo Baru Mulai Benahi Cara Berjualan

Bakul tengkleng di Solo Baru, Sukoharjo, yang viral gara-gara review jelek warganet mengakui salah dan mulai berbenah dan mengubah cara berjualannya.

Kebijakan Soal Awal Semester Genap Sekolah di Karanganyar Bisa Berubah

Disdikbud Karanganyar untuk sementara masih menetapkan kebijakan awal semester genap sekolah dimajukan pada 20 Desember 2021.

Habis Bongkar Madu, Sopir Truk Gunungkidul Meninggal di Karangpandan

Sopir truk asal Gunungkidul, DIY, mengeluhkan gejala seperti masuk angin saat menginap di Tawangmangu, Karanganyar, sesuai membongkar muatan madu. Ia kemudian meninggal tak lama setelahnya.

Dinilai Lebih Aman, PLN Solo Dorong Industri Akses Layanan Premium

PLN UP3 Solo mendorong industri mengakses layanan premium guna menjamin pasokan listrik yang minim gangguan.

PLN Solo: Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum Bakal Terus Ditambah

PLN Solo berusaha mendorong terwujudnya ekosistem kendaraan listrik dengan terus menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Ekspedisi Ekonomi Digital 2021, UT Pionir Pembelajaran Jarak Jauh

Universitas Terbuka (UT) menjadi pionir perguruan tinggi yang menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh di Indonesia

BIN Sisir Ampel Boyolali untuk Vaksin Warga dari Pintu ke Pintu

Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Jawa Tengah (Jateng) kembali menggenjot vaksinasi di Kecamatan Ampel, Boyolali.

Wajib Dikunjungi, Kota Solo Ternyata Punya 18 Museum Lho

Dinas Kebudayaan Kota Solo meluncurkan gerakan wajib kunjung museum baik museum milik pemerintah maupun swasta, khususnya bagi pelajar.

Terjangkau, Segini Tarif Liburan di Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar

Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar menawarkan beragam wisata komplet dengan tarif sangat terjangkau.

Keren, Desa Wisata Sumberbulu Karanganyar Raih Juara I ADWI 2021

Desa Wisata Sumberbulu di Desa Pendem, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar meraih Juara I kategori Suvenir dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 dari Kemenparekraf.

7 Desa Wisata Jateng Meraih Penghargaan ADWI 2021, 2 dari Soloraya!

Ini daftar tujuh desa di Jawa Tengah (Jateng) yang memperoleh penghargaan pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Selamat! Desa Wisata Sangiran Sragen Raih Penghargaan Kategori Homestay

Desa Wisata Sangiran, Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Sragen, berhasil meraih Peringkat 5 Kategori Homestay pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 di Jakarta, Selasa (7/12/2021).

Waduh, 1 Ekskavator Tenggelam Sedalam 3 Meter di Rawa Jombor Klaten

Satu ekskavator yang beroperasi di Rawa Jombor, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, terguling dan tenggelam di kedalaman 3 meter.

Pernah Ada Kampung Belanda di Solo, Ini Lokasinya

Ternyata pernah ada Kampung Belanda di Solo, Jawa Tengah. Kira-kira di mana lokasinya ya, adakah yang tahu?