Pulang dari Amerika, 3 ABK Asal Solo Akan Karantina Mandiri di Hotel
Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo (Solopos/Dok)

Solopos.com, BALAI KOTA — Perlakuan khusus bagi pemudik maupun pendatang di Kota Solo mulai diberlakukan. Dalam waktu dekat, tiga anak buah kapal (ABK) asal Solo yang baru pulang dari Amerika akan menjalani karantina mandiri.

Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengatakan karantina mandiri tersebut dilakukan di salah satu hotel di Solo. Rudy, sapaan akrabnya, menyampaikan ketiga ABK tersebut adalah warga berKTP Solo dan bertolak dari Amerika menggunakan pesawat carter.

Tamu: Resepsi Pernikahan Kapolsek Kembangan Dihadiri Wakapolri

“Begitu tiba di Solo, kami cek kesehatannya, lalu karantina mandiri selama 14 hari di salah satu hotel. Tapi akan kami pantau terus bagaimana kondisinya. Jika sewaktu-waktu kondisinya memburuk, mereka langsung dibawa ke rumah sakit rujukan. Pantauan dilakukan bekerja sama dengan pihak hotel,” kata dia, dalam jumpa pers di Ruang Natapraja, Kompleks Balai Kota Solo, Kamis (2/4/2020) siang.

Di sisi lain, Rudy meminta warga mengenakan masker non medis saat harus bepergian. Kendati tak optimal menyaring virus, namun penggunaan masker dapat mengurangi risiko tranmisi. Masker non medis itu dapat dibuat dari kain yang berlapis.

Ruang Isolasi RSUD dr Moewardi Solo Overload? Ini Penjelasan Dinkes Jateng

“Tidak harus pakai masker medis, (itu) biar dipakai tenaga medis. Bisa pakai kaos yg masih bersih, dikasih tali, pakai sapu tangan bersih. Yang penting hidung mulut tertutup. Lalu bikin SOP (standar operasional prosedur) pulang dari luar langsung mandi, PBHS (perilaku hidup bersih dan sehat) dijalankan,” kata dia.

Bantuan Jadup

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Ahyani, yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, mengatakan jajarannya tengah menyiapkan Grha Soloraya untuk karantina mandiri pendatang/pemudik. Sedangkan bantuan jatah hidup (jadup) bagi 40.000an keluarga sedang dalam proses pengepakan.

Pakar Paru UNS Solo Ungkap Bahaya Penyemprotan Disinfektan ke Tubuh

“Kami masih mengemas di Perumda Pedaringan. Distribusinya melalui RT/RW yang akan mengantarkan langsung. Kalau ada warga yang ternyata rentan miskin dan belum masuk data dan membutuhkan bantuan, ya, akan kami bantu. Yang jelas harus by name by adress,” katanya.

“Sedangkan OPD (orang dalam pemantauan) dan pendatang/pemudik yang dikarantina kan jelas ditanggung selama 14 hari,” imbuh Ahyani.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho