PSHT Pusat Madiun Melarang Anggota Konvoi, Kalau Nekat Ini Konsekuensinya!
Eddy Wirabhumi (Solopos.com-Ichsan Kholif Rahman)

Solopos.com, SOLO -- Wakil Ketua Advokasi dan Hukum Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun, Kanjeng Pangeran Eddy S. Wirabhumi, mengakui telah mendengar kabar ajakan para anggota PSHT untuk berbondong-bondong ke Plaza Manahan Solo pada Selasa (22/9/2020) malam.

Eddy Wirabhumi menegaskan seluruh anggota PSHT untuk tidak terpancing menyikapi ajakan-ajakan untuk turun ke jalan.

Menurutnya, entah berapa pun jumlah korban, tegas harus diserahkan kepada kepolisian untuk bekerja.

"Kalau merasa anggota PSHT Pusat Madiun jangan pernah ikut ajakan-ajakan itu. Beri waktu kepada kepolisian untuk mengungkap kasus penganiayaan itu. Kejadian itu malam hari dan pelaku menggunakan penutup sebagian wajah, pencarian pelaku juga tidak mudah," papar Eddy yang juga Ketua PSHT Cabang Keraton Solo itu kepada wartawan pada Selasa.

Anggota PSHT Sukoharjo Diminta Tak Terpancing Ajakan Mobilisasi ke Solo

Eddy menegaskan saat pengesahan anggota PSHT beberapa waktu lalu, tidak ada konvoi PSHT.

Menurutnya, para calon anggota dijemput menggunakan angkutan dan pengesahan itu juga telah berkoordinasi dengan kepolisian.

"Larangan konvoi itu sudah dipertegas lagi, pokoknya yang seperti itu bukan anggota kami. Sudah kami sampaikan ke pengurus cabang, ranting, dan rayon. Kami punya tim pengamanan di wilayah (Pamter). Kalau masih ada perilaku seperti itu, boleh pilih masih di PSHT atau keluar," papar dia.

Gubernur Ganjar Marah-Marah di Kantin, Ketua DPRD Jateng: Jangan Berlebihan

Lebih lanjut, Eddy menambahkan saat ini PSHT tengah berusaha mengubah paradigma menuju kepada tertib sipil dan menghormati masyarakat.

Anggota PSHT Harus Semakin Merendah

Hal itu, ungkap dia, justru menjadi hal mendasar ditanamkan pada jiwa seorang warga PSHT.

Eddy menambahkan PSHT semakin lama semakin besar. Oleh sebab itu, jangan sampai ada yang rusak dan memengaruhi yang lain.

Ketua PSHT Parluh 16 Solo Imbau Anggotanya Jangan Terprovokasi Ajakan Hitamkan Solo

Dia menambahkan saat ini paradigma baru, menjadi warga PSHT harus semakin merendah.

"Ayo tunjukkan bahwa kami berbeda, kalau tidak mau taat aturan silakan pindah. Kita tidak perlu orang arogan dan tidak bisa diatur," ujar Kanjeng Eddy.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom