Prostitusi Gay di Nusukan Solo Terbongkar, Ini Kata Warga Sekitar

Warga sekitar tempat indekos yang jadi lokasi prostitusi gay di Nusukan, Solo, mengaku tidak tahu ada penggerebekan oleh Polda Jateng.

 ilustrasi prostitusi (Sumber: Freepik.com)

SOLOPOS.COM - ilustrasi prostitusi (Sumber: Freepik.com)

Solopos.com, SOLO — Praktik prostitusi gay atau kaum sesama jenis dengan berkedok pijat plus-plus di salah satu rumah indekos kawasan Nusukan, Banjarsari, Solo, berhasil dibongkar aparat Polda Jateng, Sabtu (25/9/2021).

Polisi menangkap tujuh orang yang terdiri atas enam terapis dan satu orang yang bertindak sebagai bos berinisial D, 47. D sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedangkan enam orang lainnya masih terperiksa.

Pantauan Solopos.com, Senin (27/9/2021), lokasi prostitusi itu berada di indekos wilayah Tegalmulyo, Nusukan, Banjarsari. Dari Jl Ki Mangunsarkoro masuk gang sejauh 300 meter.

Baca Juga: Asyik! 8 Mobil Listrik Bergaya Klasik Siap Antar Turis Keliling Solo

Di depan tempat indekos dua lantai itu ada jalan selebar 3,5 meter yang cukup ramai. Namun demikian, penggerebekan praktik prostitusi gay itu tak banyak diketahui warga sekitar.

Salah seorang warga RT 001/RW 001 Tegalmulyo, Nusukan, berinisial A, 23, saat diwawancarai wartawan mengaku tidak tahu ada penggerebekan praktik prostitusi gay di indekos wilayahnya.

Ia bahkan mengaku tidak tahu ada praktik prostitusi sesama jenis di rumah indekos tersebut. “Saya tahunya itu rumah indekos biasa,” kata A.

Baca Juga: Hanya 2 Hari, Vaksinasi Covid-19 di 5 Lokasi Solo Ini Dapat Beras 5 Kg

Sempat Merasa Aneh

Warga lainnya berinsial F, warga Kadipiro yang rumahnya berjarak 30 meter dari rumah indekos di Nusukan tersebut juga mengaku tidak tahu ada penggerebekan oleh polisi.

F juga mengaku tidak pernah mendengar informasi tak sedap apalagi praktik prostitusi di rumah indekos tersebut. “Tapi saya sempat merasa aneh melihat perilaku beberapa penghuni indekos yang ‘kemayu’,” ujarnya.

Pada Sabtu sore atau bersamaan dengan saat penggerebekan, F mengaku sempat curiga saat melihat mobil Pajero Sport warna hitam dop terparkir di pinggir jalan.

Baca Juga: Granat Nanas di Dekat Stasiun Solo Balapan Sempat Dikira Mainan

Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Djuhandani Rahardjo Puro, saat dihubungi wartawan termasuk Solopos.com, Senin (27/9/2021) malam, mengatakan aktivitas prostitusi gay di tempat indekos tersebut memang sangat tertutup. Sehingga wajar jika warga sekitar tidak banyak yang tahu.

Hanya orang-orang tertentu yang mengetahui adanya praktik tersebut. Aktivitas penawaran, pemesanan pijat plus-plus dilakukan melalui grup di media sosial dan lainnya.

“Rumah indekos ada 19 kamar. Lalu ada enam orang [penghuni] yang pekerjaannya sebagai terapis pijat dan satu orang sebagai bosnya,” jelas Djuhandani.┬áIa menambahkan polisi masih pengembangan penyelidikan, termasuk keterlibatan pemilik indekos dalam perkara tersebut.


Berita Terkait

Berita Terkini

Hindari Emak-Emak, Mobil Pikap Terguling di Telukan Sukoharjo

Mobil pikap pengangkut semen terguling di jalan Sukoharjo-Wonogiri wilayah Telukan, Grogol, Sukoharjo, gara-gara menghindari emak-emak naik motor jalannya tidak stabil.

10 Kasus Pembunuhan Paling Sadis di Klaten, Korban Ada yang Lagi Hamil!

Sejak 2010, terdapat belasan kasus pembunuhan yang terjadi di Klaten, namun Solopos.com hanya menyajikan informasi terkait 10 kasus pembunuhan paling sadis sejak 11 tahun terakhir.

Bupati Sragen Minta Semua Pelayanan Publik Wajib Pakai PeduliLindungi

Bupati Sragen mengaku sulit untuk bisa memasang aplikasi PeduliLindungi karena harus mendapatkan izin dari Kemenkominfo.

Lampaui Target, Transaksi SGS 2021 Hampir Rp1 Triliun

Nilai transaksi selama pelaksanaan Solo Great Sale atau SGS 2021 sudah melampaui target yang ditetapkan senilai Rp800 miliar.

1.556 Keluarga di 4 Kecamatan di Sragen Krisis Air Bersih

Empat dati tujuh kecamatan langganan kekeringan di Sragen mengalami krisis air bersih. Tiga kecamatan lain sudah mentas.

Buntut Mahasiswa Meninggal, UNS Solo Bekukan Sementara Kegiatan Menwa

UNS Solo membekukan sementara kegiatan Resimen Mahasiswa (Menwa) setelah ada satu mahasiswa yang meninggal seusai diklat Menwa.

Hampir 2 Tahun Tutup, Pasar Mbatok Kemuning Akhirnya Buka Lagi Lur

Pasar Mbatok di Kemuning, Ngargoyoso, sudah kembali beroperasi sejak Sabtu dan Minggu (23-24/10/2021) setelah tutup karena pandemi Covid-19.

Waduh! Buruh Sukoharjo Sebut Rumus Baru UMK Beratkan Pekerja

Serikat buruh Sukoharjo menilai penghitungan upah minimum kabupaten atau UMK 2022 mendatang justru memberatkan pekerja.

Kodim dan Polres Wonogiri Pastikan Bansos PKL dan Warung Tepat Sasaran

Kodim Wonogiri mengolah data penerima bansos BTPKLW dengan cara menyandingkannya dengan data induk di sistem.

Salurkan Bansos BTPKLW di Wonogiri, TNI-Polri Jamin Tak Ada Potongan

BTPKLW merupakan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah pusat yang disalurkan kepada sasaran melalui institusi TNI dan Polri.

Mahasiswa UNS Solo Meninggal, Polisi Periksa Panitia dan Barang Bukti

Polisi belum dapat memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam kasus mahasiswa UNS Solo yang meninggal dunia seusai mengikuti diklat Menwa.

Pinjol Ilegal Telan Korban di Boyolali, Kerugian Capai Rp400-an Juta

Polres Boyolali menerima lima laporan korban pinjol ilegal dengan total kerugian mencapai Rp400 juta.

Muhammadiyah Sragen Bangun MA Pertama, Ini Keunggulannya

Ponpes Darul Islam Muhammadiyah Sragen (Dimas) membangun MA Muhammadiyah pertama di Bumi Sukowati. Lulusannya akan dicetak menjadi ulama syariah.

Covid-19 di Klaten Landai, Operasi Yustisi Tetap Digelar di Pasar

Operasi yustisi menggandeng aparat keamanan sesuai dengan Instruksi Bupati (Inbup) Klaten No. 20/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 di Klaten.

The Power Of Emak-Emak, 2 Ibu Jabat Ketua RT di Jogonalan Klaten

Warga di RT 007/RW 004 dan RT 008/RW 004 Dukuh Bangunrejo Kidul, Desa Granting, Kecamatan Jogonalan, Klaten, menggunakan energi emak-emak untuk dipilih sebagai ketua RT.