Program Electrifying Agriculture, Bukti Kepedulian PLN Terhadap Pertanian di Indonesia
Program electrifying agriculture dengan bentuk pencahayaan tanaman hidroponik melalui sinar UV. (istimewa)

Solopos.com, SOLO - PLN menunjukkan kepeduliannya terhadap pertanian di Indonesia. Melalui program electrifying agriculture, PLN ingin mendorong pertanian di Indonesia lebih produktif.

Program electrifying agriculture merupakan program PLN dalam meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal untuk masyarakat indonesia. Tak hanya di sektor pertanian, melainkan di sektor lain seperti sektor perikanan, perkebunan dan peternakan.

Khusus di pertanian, program electrifying agriculture ini bisa berupa menggantikan fungsi matahari di malam hari dengan memanfaatkan listrik. Bisa juga dengan penggunaan alat-alat pertanian memanfaatkan listrik dengan efisien eperti penggunaan pompa air dan lainnya.

Baca Juga: Solopos Gelar Talkshow Virtual Kendaraan Listrik, Indonesia Sudah Siap?

Baru-baru ini, PLN telah bekerjasama dengan Bank BRI untuk lebih meningkatkan pelayanan dalam program electrifying agriculture. Kerjasama ini berupa penyediaan layanan perbankan bagi pelanggan atau calon pelanggan dalam pembayaran agar bisa berpartisipasi di program electrifying agriculture dari PLN.

Kerjasama ini memunculkan komitmen untuk mendukung program electrifying agriculture lewat kemampuan, pengalaman, sumber daya dan fungsi yang dimiliki dua lembaga tersebut. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya, dan daya saing usaha tani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Penggunaan listrik untuk pompa memberi penghematan biaya operasional petani hingga 60%. PLN akan terus meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal untuk masyarakat indonesia, khususnya di sektor pertanian," kata Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril, dalam keterangan tertulisnya di situs resmi PLN.

Dukungan listrik untuk pertanian lewat program electrifying agriculture ini diharapkan bisa meningkatkan produktivitas usaha tani di Indonesia. Selain itu, meningkatkan efisiensi para pelaku usaha tani melalui penggunaan energi yang ramah lingkungan.

Salah satu pemanfaatan program electrifying agriculture ini sudah terlihat di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Lewat program tersebut, PLN bekerjasama dengan P4S Buana Lestari yang berlokasi di Wisata Edukasi Tani Terpadu (WETT) Betet, Nganjuk, mengembangkan sistem hidroponik dengan memanfaatkan sinar lampu UV.

Panen Meningkat

Salah seorang penggerak program hidroponik sinar lampu UV di WETT Betet, Asrori, mengungkapkan hasil panen tanaman hidroponiknya meningkat sejak memanfaatkan sinar lampu UV sebagai pengganti cahaya matahari di malam hari.

“Berkat sinar lampu UV, nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik terus terjaga serta mendapatkan cukup sinar selama 24 jam penuh sehingga tanaman tumbuh lebih optimal,” terang Asrori.

Tak cuma itu, banyak manfaat lainnya yang dirasakan Asrori. Mulai dari waktu panen yang lebih cepat hingga hasil panen yang lebih berat. Kemudian kualitas juga mumpuni yakni daun dan akar yang lebih cerah. “Dari segi rasa juga tidak perlu khawatir, karena tidak pahit, ini pun sekaligus aman untuk langsung dikonsumsi,” kata Asrori.

Baca Juga: Sah! PT Abhirama Kresna Sukoharjo Nikmati Layanan Premium PLN

“Namun yang perlu diingat bahwa lampu yang digunakan harus lampu khusus yang biasa disebut GROW LED yang memancarkan spektrum cahaya ultraviolet. Selain itu, jarak antar lampu pun harus menyesuaikan. Idealnya 1 lampu untuk 2 meter persegi dengan tinggi 150 cm dari tanaman,” lanjutnya.

Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi, bersyukur program dari PLN telah dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat maupun lingkungan. Pihaknya siap berkolaborasi dengan masyarakat untuk menghadirkan inovasi, khususnya yang berkaitan dengan kelistrikan dalam rangka mendorong produktivitas masyarakat.

“Ini sejalan dengan motto PLN, listrik untuk kehidupan yang lebih baik. Listrik harus dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas yang membawa dampak baik bagi masyarakat, serta mendukung lingkungan yang lebih ramah,” ucap Agung.



Berita Terkini Lainnya








Kolom