Tutup Iklan
Positif Covid-19 Boyolali Tembus 174 Orang, Karena Banyak Warga Tak Patuh Protokol Kesehatan?
Ilustrasi tes Covid-19. (Reuters)

Solopos.com, BOYOLALI -- Jumlah warga Boyolali yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Senin (27/7/2020) telah menembus angka 174 orang. Jumlah itu bertambah empat orang dibanding hari sebelumnya.

Saat ini pelacakan persebaran Covid-19 masih terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali. Berdasarkan informasi yang diunggah di https://covid19.boyolali.go.id, jumlah kasus positif di Boyolali sudah mencapai 174 kasus.

Dari jumlah itu enam orang meninggal dunia dan 72 orang sembuh. Sementara yang masih dirawat ada 92 orang.

"Penambahan pasien dari tanggal 24 Juli sampai 26 Juli ada 19 kasus. Tanggal 24 Juli ada lima kasus, tanggal 25 Juli 10 kasus lalu tanggal 26 ada empat kasus tambahan," kata dia saat ditemui Wartawan, Senin.

Kreatif, Warung Makan Di Mojolaban Sukoharjo Ini Pasang Sekat Plastik Di Tiap Meja

Menurutnya, jumlah warga Boyolali yang positif Covid-19 terus bertambah. Salah satu penyebabnya disinyalir karena masih banyak masyarakat yang belum mematuhi protokol kesehatan.

Contohnya bepergian ke luar kota tanpa memperhatikan perlindungan dari Covid-19 serta tidak melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, Ratri mengatakan dari kasus-kasus yang tidak tertolong, kebanyakan memiliki penyakit penyerta.

Namun begitu dia meminta masyarakat untuk tidak panik. "Jangan takut Covid-19 tapi harus waspada. Kewaspadaan diri sendiri paling penting," kata dia.

Pilkada Solo: Tak Hanya Singkatan Nama, Busana Gibran-Teguh Juga Belum Kompak

Sementara itu, hingga saat ini DKK terus melakukan pelacakan persebaran Covid-19 dari warga Boyolali yang terkonfirmasi positif. Pemeriksaan swab pada kontak erat terus dilakukan.

Kepentingan Epidemiologis

"Kami optimalkan untuk pemeriksaan swab. Pemeriksaan rapid sudah mulai kami kurangi, hanya untuk kasus-kasus yang sangat terbatas untuk kepentingan epidemiologis," lanjut Ratri.

Sejauh ini, selain klaster yang sudah ada, Ratri mengatakan belum ada penambahan klaster baru dalam persebaran Covid-19 di Boyolali. "Masih kami lihat perkembangannya. Pelacakan berjalan terus. Sementara untuk persebaran masih terbatas ke keluarga," kata dia.

Alhamdulillah! Semua Nakes Positif Covid-19 Dirawat Di RS UNS Solo Sudah Sembuh

Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram @pemkab_boyolali, tambahan empat warga Boyolali yang positif Covid-19 pada Minggu (26/7/2020) adalah kasus 171 (MTR) dari Kelurahan Pulisen, Kecamatan Boyolali.

Lalu kasus 172 (DMT) dari Kelurahan Siswodipuran, Kecamatan Boyolali; kasus 173 (NAH) dari Desa Karanggeneng, Kecamatan Boyolali, dan kasus 174 (IKL) dari Desa Glonggong, Kecamatan Nogosari.

Sedangkan kasus yang sembuh di antaranya adalah 147 (BYM) dan kasus 153 (MRS) dari Desa Ngenden, Kecamatan Ampel, serta kasus 157 (MHR) dari Desa Ngargorejo, Ngemplak.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Pasang Baliho