Pohon Raksasa Tumbang Timpa 3 Rumah Di Ceper Klaten, 1 Keluarga Mengungsi
Pohon berukuran jumbo tumbang akibat puting beliung di Batur Timur, Tegalrejo, Ceper, Klaten, Selasa (2/3/2021). (Solopos/Ponco Suseno)

Solopos.com, KLATEN -- Pohon bedoyo setinggi 20 meter dengan diameter 2 meter tumbang timpa tiga rumah akibat puting beliung di Batur Timur, Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Klaten, Selasa (2/3/2021) pukul 13.30 WIB.

Satu dari tiga keluarga penghuni rumah yang tertimpa pohon berukuran jumbo itu terpaksa mengungsi akibat kejadian itu. Informasi yang dihimpun Solopos.com, sebelum dilanda puting beliung, kawasan Batur Timur, Desa Tegalrejo, diguyur hujan deras.

Tak berselang lama, angin kencang menyertai hujan tersebut. Puting beliung berlangsung selama kurang dari satu menit dari arah utara ke selatan. Munculnya puting beliung itu mengakibatkan pohon bedoyo setinggi 20 meter dan diameter 2 meter tumbang timpa rumah di Batur Timur, Klaten.

Baca Juga: Sembrono, Pegawai Kantor Notaris Karanganyar Palsukan Tanda Tangan Bosnya Demi Utang Rp800 Juta

Pohon tersebut berada di pinggir Sungai Ngingas. Tiga rumah tertimpa pohon berukuran jumbo itu masing-masing milik Taufik Hermawan alias Wawan, Zaenal, dan Wiyati. Pohon menimpa rumah bagian belakang dan tengah rumah.

"Saat kejadian, saya di depan. Sedangkan anak-anak saya di ruang tengah. Tiba-tiba terdengar suara pohon jatuh itu. Pohon menimpa kamar mandi, dapur, dan kamar tidur. Saya langsung lari ke belakang untuk mengajak anak dan istri keluar rumah. Saat itu, aliran listrik rumah saya padamkan biar aman," kata pemilik rumah, Wawan, saat ditemui Solopos.com, Selasa (2/3/2021) petang.

Evakuasi

Wawan mengatakan sebenarnya sudah berencana memangkas pohon berukuran jumbo di belakang rumahnya itu sekitar empat hari lalu. Belum sempat hal itu dilakukan, pohon di Batur Timur, Ceper, Klaten, tersebut tumbang terlebih dahulu timpa rumah.

Baca Juga: Ini 8 Program Unggulan Wali Kota Solo Gibran, Ada Disneyland?

"Untuk sementara, saya bersama istri dan dua anak saya mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman. Soalnya kalau di sini khawatir terjadi apa-apa. Rumah saudara saya berjarak 500 meter dari sini," katanya.

Kepala Desa (Kades) Tegalrejo, Ceper, Poniman, mengatakan puting beliung yang terjadi di desanya tak sampai mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Setelah angin dan hujan reda, petugas melakukan evakuasi dengan memotong pohon yang tumbang.

Tahap evakuasi melibatkan warga, sukarelawan, aparat keamanan, organisasi masyarakat Tegalrejo, dan elemen masyarakat lainnya. "Selain ada tiga rumah yang tertimpa pohon, di sini juga ada satu rumah yang atap sengnya kabur. Sesuai rencana, evakuasi dilanjutkan besok pagi karena sudah malam," katanya.



Berita Terkini Lainnya








Kolom