Kategori: Solo

PKS Solo Sebut Gibran Bisa Maju Pilkada DKI Jakarta, Asal...


Solopos.com/Kurniawan

Solopos.com, SOLO -- Partai Keadilan Sejahtera atau PKS Solo berpendapat jabatan Wali Kota Solo menjadi ajang pembuktian Gibran Rakabuming Raka, 33, di kancah politik.

Putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu harus bisa membuktikan janji lompatan pembangunan untuk Solo jika tak ingin dianggap gagal. Apalagi bila memang Gibran diproyeksikan untuk maju di Pilkada DKI Jakarta seperti santer diberitakan.

“Politik memang tak bisa lepas dari itu. Semua itu bisa dilakukan bila lompatannya [Solo] terbukti. Bila jotah jatuh wae, ya ora usah bicara banyak tentang politik ke depan. Buktikan dulu saja,” ujar Ketua MPD PKS Solo, Sugeng Riyanto, Minggu (28/2/2021).

Baca Juga: Keluarga Korban Kekerasan Seksual Sukodono Sragen Dibantu Modal Usaha Warung Hik

Politikus PKS yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Solo itu menekankan torehan prestasi Gibran di Solo menjadi kunci karier politik sang Wali Kota. Namun Sugeng menilai Gibran mempunyai nyaris semua sumber daya untuk bisa mewujudkan lompatan di Solo.

Apalagi ia berpasangan dengan Teguh Prakosa yang merupakan figur politikus berpengalaman Solo dan mempunyai dukungan struktural di DPC PDIP Solo. Secara gamblang Sugeng menantang Gibran-Teguh harus lebih baik dari Jokowi dan FX Hadi Rudyatmo.

Sebab, menurut Sugeng, saat ini Pemkot Solo di bawah kepemimpinan Gibran-Teguh mempunyai aksesibilitas yang lebih baik dibandingkan Jokowi-Rudy ketika itu. Sebagai pembuktian awal, Gibran-Teguh harus mewujudkan lompatan pada 100 hari pertama.

Baca Juga: Njomplang! Ini Nilai Harta Kekayaan Gibran-Teguh Di Awal Memimpin Solo

Berpikir Out Of The Box

“Harus dong. Sekali lagi, dia bisa berpikir out of the box. Kalau figurnya hanya ndlujur, gunakan APBD, ora isa apa-apa deke. Ndlujur pakai OPD yang sudah pada pensiun jadi alasan untuk tak berbuat. Lah lompatan pembangunannya mana,” katanya.

Politikus PKS itu mengatakan berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi Solo tidak menjadi alasan bagi Gibran untuk tidak mewujudkan lompatan pembangunan Solo. Permasalahan itu seperti keterbatasan APBD, kondisi pandemi Covid-19, hingga banyak ASN pensiun.

Baca Juga: Pemancing Ngaku Lihat Laki-Laki Terjun Dari Jembatan Sungai Grogol Sukoharjo

Seorang pemimpin yang visioner, menurut Sugeng, tidak akan menjadikan permasalahan yang dihadapi sebagai alasan. Pemimpin yang cerdas selalu bisa melihat peluang positif bagi kemajuan daerahnya di tengah banyaknya problem yang dihadapi.

“Saya lihat Gibran punya itu. Maka jangan jadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan. Sekarang masyarakat sedang menunggu realisasi janji kampanye, lompatan Solo. Termasuk PKS. Maka jangan terlalu lama saya pikir, segera saja melompat,” tegasnya.

Share