Pindahan Pedagang Pasar Klewer, Angkut Dulu Ongkos Belakangan
Pegawai kios dan pekerja jasa angkut memindahkan dagangan dari pasar darurat Alun-alun Utara Keraton Solo ke Pasar Klewer sisi timur, Sabtu (17/10/2020). (Solopos.com/Akhmad Ludiyanto)

Solopos.com, SOLO -- Pedagang Pasar Klewer sisi timur harus memindahkan dagangan dari kios mereka di pasar darurat Alun-alun Utara Keraton Solo ke gedung baru, Sabtu (17/10/2020).

Para pedagang ini harus mengepak dagangan dengan tali maupun dibungkus karung dan sebelum nantinya ditata di tempat baru. Sedangkan pengangkutan dagangan ini mereka serahkan kepada karyawan. Menggunakan mobil seperti Daihatsu Granmax, Xenia, Toyota Avanza, dan sebagainya.

Sementara itu, sebagian pedagang lainnya memasrahkan urusan pengangkutan ini kepada pekerja jasa angkut. Seperti jasa gledekan maupun tukang becak.

Para pekerja angkutan ini bolak-balik dari Alun-alun Utara ke gedung Pasar Klewer sisi timur. Angkutan mobil harus memutari Alun-alun Utara sesuai jalur lalu lintas jalan raya.

Boyongan Pedagang Pasar Klewer Solo Timur Dimeriahkan Kirab, Sempat Picu Kerumunan

Sedangkan pekerja moda angkutan bertenaga manusia cukup berjalan kaki melawan arus lalu lintas di salah satu sisi jalan sambil mendorong gledekan atau mengayuh becak dengan jarak 100-200 meter.

Sementara itu, di pintu masuk Pasar Klewer sisi timur ini hiruk-pikuk aktivitas pembongkaran dagangan cukup ramai. Berbagai moda angkutan berhenti di depan pintu masuk untuk menurunkan barang. Para pekerja kemudian membawanya menuju kios-kios sesuai tujuan masing-masing.

Namun aktivitas pekerja ini berlangsung cukup dinamis karena mereka harus segera bergantian dengan pekerja lainnya. Ini untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas di depan Pasar Klewer.

Seorang pekerja bisa lebih dari enam kali pulang-pergi (PP) dengan mengangkut barang milik satu atau beberapa pedagang. “Ini saya sudah mengangkut yang keempat kalinya, milik dua pedagang,” ujar Amir Mulyono, 60 salah satu pekerja jasa gledekan di Pasar Klewer.

Keren! Desa di Wonogiri Ini Angkat Ekonomi Warga Melalui Kesenian

Tergantung Juragan

Pekerja jasa gledekan Pasar Klewer lainnya, Hendi, 32, mengatakan hingga siang hari sudah memindahkan lebih dari 20 karung. “Saya sekali bawa dagangan pakai gledekan ini bisa muat 6-8 karung. Ini saya sudah yang ketiga kalinya,” ujar Hendi sambil mengusap keringat di lehernya saat beristirahat sejenak di gedung baru.

Sementara itu, meskipun mereka bekerja hingga berpeluh, mereka tidak mempermasalahkan ongkos yang akan mereka terima. Mereka yakin pedagang akan memberikan ongkos yang setimpal untuk jasa mereka.

“Di sini [Pasar Klewer] ada sekitar 160 pekerja jasa gledekan. Semuanya punya juragan atau langganan masing-masing yang selalu memberikan ongkos untuk setiap kali bekerja. Jadi kami yakin mereka pasti akan ngasih ongkos. Besar kecilnya [nilai] ongkos itu tergantung juragannya. Istilahnya, angkut dulu ongkos belakangan,” ujar Rohmadi, 32.

Ia mengatakan, pada hari biasa, ongkos angkut dengan jarak tersebut antara Rp15.000-Rp30.000 sekali jalan.

Pollycarpus Meninggal Dunia Kena Covid-19, Ini Faktanya

Sementara itu, salah satu pegawai dari pedagang Pasar Klewer, Marsini juga mengatakan soal ongkos biasanya sudah sama-sama dipahami oleh warga pasar.
“Juraganya biasane wis mudeng [Juragannya biasanya sudah paham soal nilai ongkos],” ujarnya.

Di sisi lain, pantauan Solopos.com di dalam pasar, para pelaku bisnis kain tersebut masih mempersiapkan kios. Di antaranya mempekerjakan tukang kayu untuk menyusun rak-rak untuk menempatkan dagangan. Warga pasar juga tertib menggunakan masker dan sebagian mencuci tangan mereka sebelum masuk ke dalam area pasar.

Diberitakan sebelumnya, pada Jumat (16/10/2020) puluhan pedagang ini mengikuti kirab budaya dalam rangka boyongan dari Alun-alun Utara Keraton Solo ke gedung baru Pasar Klewer.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom