Bakal calon wali kota Solo, Achmad Purnomo, tengah menanti giliran fit and propher test di Panti Marhaen, Jalan Brigjen Sudiarto, Kota Semarang, Sabtu (21/12/2019). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Solopos.com, SOLO -- Pasangan calon wali kota dan calon wakil wali kota (cawali-cawawali) usulan DPC PDIP Solo untuk Pilkada Solo 2020, Achmad purnomo-Teguh Prakosa, menghadiri tiga kegiatan deklarasi dukungan dari elemen masyarakat Kota Bengawan, Minggu (19/1/2020) pagi hingga siang.

Kegiatan pertama berlangsung pukul 06.00 WIB di depan Kelurahan/Kecamatan Serengan. Kegiatan diawali dengan senam bersama dan puncaknya deklarasi dukungan. Setelah itu Puguh menghadiri deklarasi di depan Gedung LPMK Pucangsawit.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Ketua DPC PDIP Solo, F.X. Hadi Rudyatmo. Sekitar pukul 10.00 WIB, Puguh giliran menghadiri deklarasi dukungan Pengelola dan Petugas Parkir (Asparta) di Kepatihan Wetan. Sejumlah legislator PDIP turut hadir.

Dalam sambutannya Purnomo menyindir adanya orang yang mencoba mendompleng dalam proses penjaringan cawali Solo. Padahal, proses penjaringan cawali-cawawali oleh DPC PDIP Solo sudah selesai dengan munculnya pasangan Purnomo-Teguh.

Bupati Yuni Siapkan Sanksi Tegas untuk PNS Sragen Mesum di Parkiran Mal Solo

“Di tengah jalan wong sudah penutupan di Solo ada priyayi lain yang ndompleng, kepingin ndaftar. Saya ndak perlu menyebutkan, ada yang ingin daftar. Pak Rudy secara ketentuan ndak bisa menerima wong sudah tutup,” papar dia.

Lantaran tidak bisa mendaftar melalui DPC PDIP Solo, menurut Purnomo, orang itu lantas mendaftar di DPD PDIP Jawa Tengah (Jateng). Akhirnya saat ini ada beberapa figur yang tengah memperebutkan rekomendasi dari DPP PDIP.

“Priyayi itu dengan fasilitasnya ndaftar melalui Semarang, melalui DPD PDIP Jateng. Nah akibatnya proses yang sudah diajukan PDIP Solo sekarang ini karena ada calon lain sehingga melalui istilah masyarakat perebutan rekomendasi,” urai dia.

Kisah Giyo Si Pemulung 11 Tahun Tunggui TPS di Sragen Bikin Bupati Yuni Terenyuh

Saat diwawancarai wartawan seusai deklarasi dukungan, Purnomo tidak mau menyebutkan siapa figur yang dia maksud. Menurut dia, orang yang ingin mendaftarkan diri tapi proses penjaringan sudah ditutup, mestinya legawa menerima.

“Sudah selesai kok ada yang ndaftar. Kalau begitu apa enggak ndompleng. Harusnya, kalau saya, jenengan, wong pendaftaran sudah rampung mestinya ya wes. Kita bicara logika. Tapi karena dia khusus bisa melalui DPD dan DPP,” imbuh dia.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten