Logo Solo World Toilet Summit 2013 (worldtoilet.org)
Logo Solo World Toilet Summit 2013 (worldtoilet.org)
Logo Solo World Toilet Summit 2013 (worldtoilet.org)

Solopos.com, JAKARTA Akses sanitasi sehat baru dinikmati sekitar 55% penduduk Indonesia. Kondisi memprihatinkan itulah yang mendorong organisasi toilet dunia, World Toilet Organization (WTO), menggandeng Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), menggelar World Toilet Summit 2013 di Indonesia.

Kenyataan memprihatinkan itu diungkapkan Naning Adiwoso, Ketua Umum Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), saat konferensi pers di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (22/7). "Saat ini akses sanitasi sehat baru dinikmati oleh sekitar 55% penduduk Indonesia. Inilah yang ingin kami kampanyekan, yaitu sanitasi sehat untuk semua," ujarnya.

World Toilet Summit 2013 dijadwalkan digelar 2-4 Oktober mendatang di Kota Solo, Jawa Tengah, tepatnya di The Sunan Hotel Solo pada. Apakah Solo dipilih sebagai tuan rumah acara itu karena kondisinya paling memprihatinkan di tengah buruknya akses sanitasi sehat bagi penduduk Indonesia? Naning Adiwoso tak mengiyakan.

Menurut dia, dipilihnya Kota Solo sebagai tuan rumah, adalah karena kota tersebut dinilai sebagai kota yang paling aktif dalam merespons dan menggiatkan isu-isu sanitasi. "Solo memiliki banyak proyek sanitasi berbasis masyarakat (sanimas). Hal ini yang menjadi salah satu alasan kuat mengapa dipilih Solo," ujar dia.

World Toilet Summit 2013 merupakan acara tahunan yang membahas kebersihan, kesehatan, sanitasi dan pentingnya toilet secara global. Kendati terkait dengan kesehatan, kegiatan WTO di Indonesia bukan didukung Kementerian Kesehatan melainkan didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kementerian Pekerjaan Umum bersama Pemerintah Kota Solo


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten