Persis Solo Kecewa Kompensasi Penundaan Kompetisi Cuma Rp100 Juta
Manajer Persis Solo, Hari Purnomo. (Istimewa)

Solopos.com, SOLO — Persis Solo mempertanyakan kebijakan PT Liga Indonesia Baru yang hanya memberikan duit kompensasi penangguhan kompetisi senilai Rp100 juta bagi peserta Liga 2.

Laskar Sambernyawa menilai dana tersebut tidak sebanding dengan pengeluaran yang dikeluarkan tim selama menanti kejelasan kompetisi. Nominal itu juga hanya separuh dari kompensasi yang diberikan pada klub Liga 1 yakni Rp200 juta.

442 Orang Terjaring Razia Potokol Kesehatan di Karanganyar, Denda Terkumpul Rp4,1 Juta

Manajer Persis Solo, Hari Purnomo, menyayangkan besaran dana kompensasi yang masih jauh dari harapan. Menurut Hari, duit Rp100 juta hanya cukup untuk mengganti biaya makan dan mes pemain selama setengah bulan.

“Untuk perbandingan saja, saat persiapan ulang kemarin [akhir September-akhir Oktober] kami habis Rp200 juta lebih. Itu belum termasuk gaji pemain yang jumlahnya jauh lebih besar,” ujar Hari saat dihubungi Solopos.com, Rabu (4/11/2020).

Rincian dana kompensasi tercantum dalam surat bernomor 395/LIB-KOM/IXI/2020 yang juga memuat besaran subsidi pada klub saat kompetisi berlangsung. Dalam surat tersebut, kompensasi Rp100 juta akan diberikan dalam empat termin dan dibayarkan ketika kompetisi berjalan.

Perbedaan Liga 1 & Liga 2

Ini artinya klub “hanya” menerima kompensasi Rp25 juta per termin. Hari Purnomo juga mempertanyakan perbedaan nominal kompensasi antara klub Liga 1 dan Liga 2. “Kan waktu persiapannya juga relatif sama. Kenapa kompensasi untuk tim Liga 2 hanya separuhnya?.”

Lebih jauh, Persis enggan berkomentar banyak soal Liga 2 2020/2021 yang rencananya akan bergulir Februari-Maret 2021. Manajemen Laskar Sambernyawa belajar pada pengalaman sebelumnya ketika kompetisi kerap mundur tanpa kejelasan. Hari mengaku belum akan membahas pengumpulan tim kembali jika surat resmi dari PSSI belum turun.

Boleh Tidaknya SMAN 2 dan SMKN 2 Wonogiri Gelar Pembelajaran Tatap Muka Diputuskan Hari Ini

“Info kompetisi digelar Februari-Maret masih kami anggap sebagai rilis biasa, bukan info yang bisa jadi pegangan untuk kelanjutan kompetisi. Hla sejauh ini PT LIB saja belum memastikan perizinan dan merumuskan hal teknis seperti kontrak pemain. Rata-rata pemain Liga 2 kontraknya selesai Desember 2020, klub perlu panduan untuk melangkah,” ujar Hari.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom