Pernah Didatangi Jokowi, Tambaklorok Semarang Masih Diganggu Rob

Meski pernah dikunjungi Presiden Jokowi secara incognito, Kampung Tambaklorok di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), hingga kini belum terbebas dari rob.

 Seorang anak menerjang rob selepas dari sekolah di kawasan Kampung Tambaklorok, Kota Semarang, Senin (15/8/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Seorang anak menerjang rob selepas dari sekolah di kawasan Kampung Tambaklorok, Kota Semarang, Senin (15/8/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Kampung Tambaklorok di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), sempat menyita perhatian publik karena didatangi Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara incognito pada 2019 atau saat Pilpres 2019. Meski demikian, hingga saat ini permasalahan banjir rob yang melandang Kampung Tambaklorok di Kota Semarang itu hingga kini tak juga berakhir.

Bahkan pada Senin (16/8/2022), Kampung Tambaklorok di Kota Semarang ini kembali diterjang rob. Air limpasan dari laut itu memang tidak separah seperti yang terjadi pada Mei lalu. Kendati demikian, warga merasa rob itu selalu menganggu aktivitas kesehariannya.

PromosiNimo Highland, Wisata Hits di Bandung yang Mirip Santorini Yunani

Kendati demikian, warga enggan pindah dari kampung tersebut. Mereka memilih bertahan menempati rumah yang telah ditempati selama bertahun-tahun sambil menunggu janji pemerintah ditepati, yakni terkait pembangunan tanggul.

Seorang warga Kampung Tambaklorok Semarang, Solekah, 38, mengatakan sejak dulu Tambaklorok dan kawasan lain di Semarang Utara memang terkenal menjadi langganan banjir rob. “Mulai dari pagi sampai sore [banjir rob]. Jadi resah, terganggu aktivitasnya, anak-anak sekolah juga repot,” ujar Solekah saat dijumpai Solopos.com, Senin (15/8/2022).

Kendati repot dan penuh rintangan, warga sekitar, khususnya anak-anak tetap bersemangat menuntut ilmu. Mereka bangun pagi dan bersiap menerjang rob untuk berangkat ke sekolah.

Baca juga: Ancaman Banjir Rob, BBWS Bangun Tanggul Geobox di Pesisir Semarang

“Jadi kadang ada yang naik Tosa [sepeda motor], digendong dan jalan kaki menerabas banjir,” ujarnya.

Senada juga disampaikan warga lain Tambakloro, Sumani, yang mengaku sudah sepekan terakhir kampungnya diterjang rob. Setiap pagi, limpasan air laut menggenangi kampungnya hingga surut menjelang malam.

“Udah sepkan ini, hampir setiap hari. Paling libur [tidak ada rob] cuma beberapa hari, setelah itu ada lagi. Paling parah ketinggiannya mencapai 1 meter,” terang Sumani.

Ia pun berharap pemerintah segera menepati janji untuk membangunkan tanggul penahan air di Kampung Tambaklorok Semarang. Meskipun wacana pembangunan tanggul itu sudah kerap disampaikan dan hingga kini belum terealisasi.

Baca juga: Alasan Fadli Zon ke Tambalorok, Tak Percaya Jokowi Datang Tanpa Pengawal

“Kabarnya September dibangun tanggul. Tapi, informasinya sudah lama kok belum dikerjakan. Sebelum Juli malahan [kabar pembangunan tanggu]. Tapi, selalu mundur. Kalau bisa secepatnya lebih bagus. Kalau seperti ini terus bikin enggak kerasan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 016 Tambaklorok, Slamet Riyadi, tak menampik jika banjir rob itu sangat merugikan warganya. Bahkan, warga sempat swadaya untuk meninggikan lantai rumah agar tidak terkena rob.

“Kami sampai berinisiatif untuk meninggikan [tanah] yang ada di bawah flyover, yang bawah itu sudah kita tinggikan. Pakai dana operasional masing-masing RW, tapi belum selesai. Kami masih menunggu bantuan pemerintah,” jelasnya

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Cabuli Anak di Bawah Umur, Pemuda di Jepara Juga Sebar Video Mesum

      Seorang pemuda di Jepara melakukan perbuatan bejat dengan mencabuli anak di bawah umur dan menyebarkan video mesum ke medsos.

      131 Desa Wisata di Jateng Peroleh Bantuan Rp18,5 Miliar, Ini Perinciannya

      Sebanyak 131 desa wisata di Jateng pada tahun 2022 ini mendapat bantuan keuangan yang totalnya mencapai Rp18,5 miliar.

      Wingko Semarang Jadi Andalan Kota Semarang Atasi Demam Berdarah

      Pemkot Semarang menerapkan strategi pengembangbiakan nyamuk Wolbachia untuk menekan kasus demam berdarah melalui program Wingko Semarang.

      Brutal, Pemandu Karaoke Sunan Kuning Semarang Dikeroyok Rekan Seprofesi

      Aksi pengeroyokan dilakukan tiga pemandu karaoke atau PK Sunan Kuning Semarang terhadap satu rekan seprofesinya.

      Ternyata, Warga Argomulyo Salatiga Kesulitan Air Bersih Sejak Agustus

      Sejumlah warga di Kelurahan Randuacir, Kota Salatiga, mengeluhkan sulitnya mendapatkan kebutuhan air bersih sejak Agustus 2022 atau saat musim kemarau.

      Beli Jenglot Pakai Uang Palsu di Banjarnegara, Kakek asal Purworejo Ditangkap

      Seorang kakek asal Purworejo berniat membeli jimat berbentuk jenglot di Banjarnegara dengan menggunakan uang palsu.

      Gubernur Ganjar Terbitkan SE, Kepala Daerah di Jateng Harus Gunakan Aspal Buton

      Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, menerbitkan SE yang meminta kepada kepala daerah di seluruh Jateng untuk menggunakan aspal Buton.

      Inspiratif, Pemuda Tuntang Semarang Bawa Kerajinan Eceng Gondok ke Pasar Eropa

      Kisah inspiratif datang dari pemuda asal Tuntang, Kabupaten Semarang, yang menyulap eceng gondok Rawa Pening menjadi kerajinan bernilai tinggi dan diminati pasar Eropa.

      Srintil Sang Primadona, Mahal dan Satu-Satunya di Dunia

      Srintil adalah nama tembakau khas dan satu-satunya di dunia yang berasal dari Temanggung yang harga per kilogramnya hampir setara dengan emas 24 karat.

      Sosok Moetiah Korban G30S/PKI Kebal Ditembak di Kuburan Massal Plumbon Semarang

      Cerita korban G30S/PKI, Moetiah, yang kebal saat ditembak dan dimasukkan hidup-hidup ke dalam kuburan massal di Plumbon, Semarang, Jawa Tengah.

      Bandara Ngloram Diminta Buka Penerbangan Komersial Lagi, Ini Kata Bupati Blora

      Bandara Ngloram di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng), diminta untuk kembali melayani penerbangan komersial.

      Cuaca Ekstrem Landa Jateng dalam 3 Hari ke Depan

      BMKG memprakirakan sejumlah wilayah di Jateng akan mengalami cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi selama tiga hari ini.

      Kamp Plantungan Kendal: Dulu Penjara bagi Gerwani, Kini Pemandian Air Panas

      Pemandian air panas Tirta Assyifa di perbatasan Kabupaten Kendal dan Batang di Jawa Tengah menyimpan kepingan peristiwa tahun 1965, yakni terkait Kamp Plantungan.

      Jadi Tersangka Kasus Suap, Pengacara Semarang Ngaku Tak Kenal Hakim MA

      Pengacara Semarang, Yosep Parera, yang ditangkap KPK atas dugaan kasus suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) mengaku tidak kenal dengan hakim agung.

      Kasus Pembunuhan PNS Semarang Belum Terungkap, 3 Saksi Minta Perlindungan LPSK

      LPSK mengungkap ada tiga saksi dalam kasus pembunuhan PNS Kota Semarang, Iwan Boedi, yang mengajukan permohonan perlindungan.