Perjuangan Membuat Sumur di Giritontro Wonogiri: Dibor 120 Meter, Belum Keluar Air
Pengeboran sumur oleh Badan Geologi di Dusun Balong Desa Ngargoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri beberapa waktu lalu. (Istimewa)

Solopos.com, WONOGIRI - Pengeboran sumur di Desa Ngargoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, yang akan dimanfaatkan untuk mengatasi kekeringan di desa tersebut belum berhasil.

Padahal, pengeboran itu kini sudah mencapai kedalaman 120 meter. Pengeboran sumur yang bertempat di Dusun Balong, Desa Ngargoharjo, tersebut digarap oleh Badan Geologi.

"Sementara ini masih gagal. Padahal kedalamannya sudah mencapai 120 meter," kata Kepala Desa Ngargoharjo, Sumadi, saat dihubungi Solopos.com, Minggu (25/10/2020).

1 RT Kelurahan Bumi Solo Karantina Wilayah, 106 Warga Harus Tinggal Di Rumah

Hingga kini, kata Sumadi, belum ada kepastian apakah pengeboran sumur tetap dilanjutkan di tempat yang sama atau akan dipindah lokasi pengeborannya.

"Kami sudah sempat menanyakan kepada pekerja yang mengebor sumur itu. Mereka pun juga masih menunggu keputusan dari atasannya. Menurut mereka waktunya sudah akhir Oktober, cukup mepet. Dana yang dianggarkan sampai akhir tahun, Desember," ungkap dia.

Ia mengatakan, awalnya badan geologi sudah melakukan penelitian sebelum dilakukan pengeboran sumur di Desa Ngargoharjo, Kecamatan Giritontro, Wonogiri, tersebut. Dalam penelitian itu menggunakan metode geolistrik untuk mengetahui apakah di dalam tanah yang akan dibor terdapat sumber air.

Saat itu, menurut Sumadi, hasilnya pada kedalaman 60 meter hingga 80 meter sudah keluar airnya. Namun, nyatanya hingga kedalaman 120 meter belum juga keluar. Dapat disimpulkan hasil penelitian itu belum pasti.

Anggaran

Sumadi mengatakan, pada 2020, melalui APBDes pihaknya telah menganggarkan untuk melaksanakan pengeboran sumur di beberapa lokasi. Hal itu sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan tahunan di desa tersebut, yakni kekurangan air kala musim kemarau.

Namun, lanjut dia, karena pandemi Covid-19 sebagian besar APBDes dialihkan untuk anggaran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), rencana itu bum terwujud. Padahal, pengentasan kekeringan secara permanen dengan mengebor sumur merupakan program prioritas.

"Tahun depan kami akan anggarkan lagi untuk pengeboran sumur. Sudah kami sampaikan kepada warga. APBDes 2021 untuk mengatasi kekurangan air secara permanen akan dibahas kembali," ujar dia.

Belum Lama Dibangun, Talut di Tepi Jalan Bayanan-Jekawal Tangen Sragen Ambrol

Ke depan, kata Sumadi, gagalnya pengeboran sumur saat ini akan menjadi bahan evaluasi. "Pengeboran dengan sistem geolistrik ini akan kami evaluasi. Agar kejadian tidak munculnya air tidak terulang kembali," kata Sumadi.

Sebelumnya, sumur hasil uji atau penelitian yang sama dari Badan Geologi telah dibangun di Dusun Plereng, Desa Tlogoharjo, Kecamatan Giritontro. Dalam pengeboran itu membuahkan hasil, air bisa muncul.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom