Belum Lama Dibangun, Talut di Tepi Jalan Bayanan-Jekawal Tangen Sragen Ambrol
Talut di pinggir jalan Bayanan-Jekawal, tepatnya di Dukuh/Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Sragen. (Istimewa)

Solopos.com, SRAGEN – Talut sepanjang enam meter dan tinggi dua meter di pinggir jalan Bayanan-Jekawal, tepatnya di Dukuh/Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Sragen, ambrol setelah diguyur hujan pada Jumat (23/10/2020) malam.

Pekerjaan talut tersebut masih satu paket dengan pekerjaan cor Jalan Bayanan-Jekawal yang menelan dana Rp7,688 miliar dari APBD 2020.

Pekerjaan tersebut masih menjadi tanggung jawab penyedia jasa konstruksi karena masih dalam masa pemeliharaan.

Diawali Suara Ledakan, Begini Kronologi Kebakaran Pabrik di Kalijambe Sragen

Seorang warga Tangen, Sragen, Sri Wahono, sempat melihat kondisi talut yang ambrol dan sempat mengunggah ke media sosial. Wahono, sapaan akrabnya, menyebut panjang talut itu sebenarnya 15 meter tetapi yang ambrol hanya sekitar enam meter dengan ketinggian 1-2 meter.

“Saya tidak tahu persis penyebab ambrolnya talut itu. Yang jelas talut ambrol setelah diguyur hujan deras. Bukan hanya talut, lumpur juga memenuhi jalan sepanjang 20 meter yang baru selesai dibangun itu,” ujar Wahono saat dihubungi Solopos.com, Minggu (25/10/2020).

Dia menerangkan lumpur yang menutupi jalan itu sudah dikeruk oleh penyedia jasa konstruksi. Dia mengungkapkan kalau terjadi hujan deras lagi lumpur kemungkinan akan menutupi jalan karena drainase di kanan atau kiri jalan tidak mampu menampung air hujan sehingga meluap. Saat meluap itu membawah tanah samping jalan.

“Kalau jalan berlumpur membayakan pengguna jalan. Demikian pula, talut yang ambrol itu juga membahayakan pengguna jalan karena bagian bawah jalan menjadi beronggoa atau growong. Oleh warga diberi rambu pohon pisang di dekat talut yang ambrol,” katanya.

Keren! Pemuda Madiun Ini Manfaatkan Sampah Popok untuk Pupuk Tanaman

Survei

Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sragen, Albert Pramono Soesanto, mengaku sudah menyurvei talut di Tangen yang ambrol itu pada Sabtu (24/10/2020) siang.

Albert menjelaskan talut itu ambrol karena gorong-gorong lama di bagian bawah jebol sehingga bangunan di atasnya ikut ambrol.

“Kami segera menangani kerusakan gorong-gorong itu. Kami memasang box culvert baru pada gorong-gorong itu. Sedangkan untuk talut segera dikerjakan rekanan karena masih dalam masa pemeliharaan. Panjang talut itu mencapai 15 meter dan ketinggian dua meter,” ujarnya.

Pembangunan talut di Tangen itu, kata dia, memang satu paket dengan peningkatan jalan Bayanan-Jekawal yang sudah serah terima tahap I pada 26 September 2020 lalu. Albert menyebut masa pemeliharaan selama delapan bulan terhitung sejak pekerjaan diserahterimakan pada tahap I.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom