Peringati HUT ke-75 TNI, Kodim Karanganyar Bagikan Kasur Empuk untuk Lansia
Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Ikhsan Agung Widyo Wibowo, bersama sejumlah perusahaan di Soloraya menyerahkan bantuan untuk sejumlah lansia di Kecamatan Kerjo, Sabtu (3/10/2020). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati HUT ke-75 TNI. (Solopos.com/Sri Sumi Handayani)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Kodim 0727/Karanganyar memiliki cara berbeda merayakan HUT ke-75 TNI yang jatuh pada Senin (5/10/2020) kemarin. Dua hari sebelum perayaan, Sabtu (3/10/2020), Kodim bersama Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sumanto, komunitas Pejuang Sosial Community (PSC) Karanganyar, dan sejumlah perusahaan di kawasan Soloraya mendatangi sejumlah warga lanjut usia di Desa Plosorejo dan Desa Gempolan, Kecamatan Kerjo, Kabupaten Karanganyar.

Dandim 0727/Karanganyar, Letkol (Inf) Ikhsan Agung Widyo Wibowo, memimpin rombongan tersebut. Perusahaan yang terlibat dalam aksi sosial itu, antara lain Ijo Organik, Fave Hotel Solo, dan Yukata Peduli. Mereka membagikan 80 paket sembako, 80 botol susu kambing yang diproduksi Ijo Organik, dan kasur busa.

Kecelakaan Beruntun di Matesih Karanganyar: 2 Meninggal, 1 Luka-Luka

Solopos.com mengikuti pembagian bantuan untuk tiga lansia, yakni dua orang di Desa Plosorejo dan satu orang di Desa Gempolan. Perempuan lansia yang dikunjungi kali pertama adalah Katinem, 80. Dia tinggal di antara rumpun bambu dan pepohonan. Rumahnya ada di deretan paling bawah permukiman. Dia tinggal di rumah berdinding batu bata dan lantai tanah itu seorang diri.

Kondisi atap rumah di tempat dia tidur bolong. Katinem memiliki anak perempuan, Inuk, yang tinggal tidak jauh dari situ. Ibu dan anak bungsunya itu terpisah tebing dan jalan setapak menanjak. Inuk bercerita Katinem mengizinkan rumah itu diperbaiki setelah meninggal.

"Yen enjing mawon wonten griyo niki [rumah Katinem]. Menawi dalu minggah, sare ten ngingil [rumah Inuk]. Mpun nate ajeng kula dandosi tetapi mbok e mboten purun. 'Ngko wae omah e didandani yen aku wis mati.' Mbok e sanjang ngaten," ujar Inuk sembari menatap Katinem.

Wajah Terekam CCTV, Identitas Pelaku Pencurian di Tawangmangu Karanganyar Masih Misteri, Kenapa?

Rutin Dapat Bantuan

Inuk menyampaikan Katinem sudah mendapat bantuan rutin dari pemerintah. Paling tidak, kebutuhan makan tercukupi. Kondisi sedikit berbeda dialami tetangganya, Pawiro Paiman, 80. Lelaki itu sebatang kara. Dia tinggal di salah satu rumah di dekat rumah anak tirinya, Suwardi. Lelaki lansia itu mengandalkan hidup dari pemberian anak tiri.

"Kula anak tiri. Mbok kula menikah dengan Pak Pawiro. Mbok kula meninggal lalu beliau saya rawat. Ya semampu saya. Rumahnya ini juga dulu dibuatkan warga gotong royong," tutur Suwardi saat berbincang dengan Solopos.com.

Bentuk rumahnya tidak permanen. Dinding rumah terbuat dari sejumlah kayu dan papan yang disusun sehingga dapat menahan angin dan udara panas maupun dingin. Satu warga lansia di Desa Gempolan, Paikem, 80. Dia tinggal di rumah ukuran 3 meter x 3 meter. Rumah berdinding tembok itu berisi kasur busa, rak plastik sudah rusak, dan ember. Sebagian lantai sudah diplester dan sisanya tanah yang ditimbun kerikil.

Satgas Covid-19 Karanganyar Mulai Berlakukan Denda Rp20.000, 19 Orang Terjaring Razia Masker

Paikem hanya beraktivitas di dalam bangunan itu. Setiap dua hari sekali, dia akan keluar rumah dengan cara dibopong. Dia mandi di depan rumah mungilnya. Kondisi Paikem sudah tidak dapat melihat karena usia. Tetapi dia masih bisa mendengar dan bercakap-cakap.

Kerabat Paikem, Larmi, membantu Paikem memenuhi mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Ini saudara bapak saya. Dibikinkan rumah di sini supaya mudah mengurus. Kalau makan, mandi, buang air besar dan kecil ya dibantu. Sudah dapat bantuan beras dan telur itu dari pemerintah. Simbah ini belum pernah menikah jadi tidak memiliki keluarga," tutur Larmi sembari mencuci piring bekas tempat makan Paikem.

Peduli Lansia

Koordinator Bakti Sosial dari PSC Karanganyar, Marfuah Dwi Nuryati, menyampaikan bakti sosial mengusung tema Gerakan Bersama Peduli Lansia. Kegiatan tersebut menyasar 50 warga lansia di Desa Plosorejo dan Gempolan, Kecamatan Kerjo. Bakti sosial juga menyasar 30 orang pengemudi becak di kawasan Kecamatan Karanganyar.

Dinkes Ingin Warga Karanganyar Optimalkan PSN

"Ini dalam rangka memperingati HUT ke-75 TNI dan menyambut Hari Sumpah Pemuda. Kami bersama stakeholder terkait berusaha memberikan perhatian kepada masyarakat membutuhkan. Sasaran kami masih lansia," kata Marfuah saat berbincang dengan Solopos.com di lokasi bakti sosial, Sabtu.

Pada beberapa kesempatan, PSC Karanganyar bersama perusahaan dan donatur memberikan bantuan paket sembako untuk lansia. Kali terakhir, mereka menyalurkan 110 paket sembako ke Desa Sedayu, Kecamatan Jumantono dalam rangka memperingati HUT ke-75 Kemerdekaan RI.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Sumanto. Dia menyumbangkan 50 paket sembako. Dia berharap kegiatan tersebut dapat menginspirasi pihak lain. "Ya harus ada perhatian dari seluruh komponen. Di situasi seperti ini kan harus ada kegiatan langsung bisa menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Di situasi normal saja, mereka susah. Maka harus ada kepedulian seluruh komponen," ujarnya.

Antisipasi Longsor di Karanganyar, BPBD Pasang 6 EWS

Eksternal Relation Ijo Organik, Khusnul Amalin, menuturkan 80 botol susu kambing diolah khusus oleh peternakan di perusahaan Ijo Organik. Alin, sapaan akrabnya, menyebut Ijo Organik rutin menyalurkan CSR perusahaan ke wilayah di Soloraya.

"Kami peduli kepada kesehatan masyarakat. Kegiatan apa pun asalkan satu misi dengan usaha kami. Ke depan akan ada beberapa agenda. Kami bekerja sama dengan komunitas," tutur Alin.

Dandim Ikhsan Agung Widyo Wibowo, mengapresiasi sejumlah perusahaan yang menyalurkan CSR, komunitas, dan anggota legislatif DPRD Provinsi Jateng. Dandim berharap kegiatan serupa dapat dilakukan di seluruh wilayah Karanganyar. Menurutnya kegiatan sosial tidak perlu menunggu uluran tangan pemerintah.

Khawatir Macet, Sanksi Denda Warga Terjaring Razia Masker Karanganyar Urung Diberlakukan

"Ini panggilan jiwa, rasa kemanusiaan. Dalam rangka menyambut HUT ke-75 TNI kami lakukan dengan peduli lansia. Melibatkan sejumlah pihak semoga bisa memberikan contoh kepada generasi sekarang. Mari peduli terhadap orang tua. Ini miris maka dari itu gerakan semacam ini harus terus dipupuk," tutur Dandim.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom