Peringati Hari Batik, Belasan Anak Difabel di Semarang Membatik Kain 20 Meter

Belasan anak difabel di Semarang diajak membatik kain sepanjang 20 meter dalam rangkaian peringatan Hari Batik Nasional.

 Belasan anak berkebutuhan khusus dari komunitas anak jalanan dan difabel menuangkan karya membatik pada kain sepanjang 20 meter di Hotel Novotel, Kota Semarang, Senin (3/10/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

SOLOPOS.COM - Belasan anak berkebutuhan khusus dari komunitas anak jalanan dan difabel menuangkan karya membatik pada kain sepanjang 20 meter di Hotel Novotel, Kota Semarang, Senin (3/10/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

Solopos.com, SEMARANG — Belasan anak berkebutuhan khusus atau difabel di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), turut memeriahkan perayaan Hari Batik Nasional dengan membatik pada media kain sepanjang 20 meter, Senin (3/10/2022). Selain anak difabel, acara yang berlangsung di Hotel Novotel, Kota Semarang, itu juga diikuti anak-anak dari komunitas anak jalanan.

GM Novotel Semarang, Gunawan Widodo, mengatakan ada sekitar 20 anak yang ikut dalam acara bertajuk Ojo Dibanding-Bandingke Iki Batikku itu. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak penyandang disabilitas maupun anak jalanan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

“Kami ingin meningkatkan rasa percaya diri dari mereka [anak difabel dan anak jalanan] serta mengembangkan kreativitasnya. Jadi biara nanti, komunitas anak jalanan enggak merasa minder. Terlebih kepada adik-adik yang memiliki disabilitas juga bisa lebih percaya diri mengembangkan kreativitasnya,” ujar Gunawan di sela kegiatan membatik.

Gunawan menambahkan hasil batik yang dibuat anak difabel dan anak jalanan itu nantinya akan diteruskan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) batik yang sudah mahir membuat kain batik. Setelah itu, hasil batik yang telas selesai akan dipasarkan maupun disimpan sebagai koleksi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop) Jateng, Ema Rachmawati, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan terima kasih atas kerja sama dari pihak hotel yang menggandeng pelaku UMKM batik. Hal itu dikarenakan pelaku UMKM batik hingga saat ini masih menghadapi berbagai tantangan untuk mempertahankan usahan.

Baca juga: Jejak Batik di Zaman Majapahit hingga Menanti Wajah Baru Gemolong

UMKM Batik
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Ema Rachmawati (duduk kedua dari kiri), bersama Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G. Rahayu, turut serta dalam acara membatik bersama di Hotel Novotel, Kota Semarang, Senin (3/10/2022). (Solopos.com-Adhik Kurniawan)

“Karena teman-teman (perajin batik] kalau menjual sendiri sangat susah. Tantangan saat ini masyarakat lebih tertarik dengan kain jadi [fashion]. Semoga di sini, pihak hotel bisa mengimplementasi kain-kain di kamar hotel, kemudian hiasan atau menjual [membuka stan] di sini,” jelasnya.

Hari Batik Nasional diperingati setiap tanggal 2 Oktober. Sementara itu, rangkaian peringatan Hari Batik di Hotel Novotel Semarang berlangsung mulai 29 September hingga 7 Oktober 2022. Berbagai acara pun digelar untuk memperingati Hari Batik Nasional, mulai dari membatik bersama, fashion show, hingga pameran UMKM batik.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Tidak Hanya Arsenik, Anak Bunuh Keluarga di Magelang Juga Pakai Racun Lain

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang ternyata menggunakan dua jenis racun untuk menghabisi para korban.

      UMP Jateng 2023 Naik 8,01%, UMK Pekalongan Masih Misteri

      Pemkot Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng), hingga kini belum merumuskan besaran UMK 2023 yang akan diusulkan ke Gubernur Jateng.

      Polisi Dalami Motif Lain Anak Bunuh Keluarga di Magelang dengan Racun

      Polisi mendalami motif lain di balik aksi kejam DD, anak yang bunuh keluarga sendiri di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan racun.

      Pj Wali Kota Salatiga Minta Ajarkan Guru Berinovasi, Bukan Digurui Pengabdian

      Guru diajarkan berinovasi bukan digurui tentang pengabdian, karena guru adalah pengabdi yang tidak kenal pamrih.

      Bupati Blora Ajak Korpri Terus Berinovasi Melayani Masyarakat Setulus Hati

      Dalam upacara peringatan HUT ke-51 Korpri tingkat Kabupaten Blora, Selasa (29/11/2022), Bupati Arief Rohman bertindak sebagai inspektur.

      Perhatian! UMK Kota Semarang 2023 Diusulkan Naik 7,95%, Jadi Segini Besarannya

      Berikut perkiraan UMK Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng) tahun 2023 jika besaran kenaikan mencapai 7,95 persen.

      Kabid Dokkes Polda Jateng Sebut Jenis Racun yang Bunuh Keluarga di Magelang

      Pelaku pembunuhan satu keluarga di Magelang diduga menggunakan racun jenis sianida maupun racun jenis arsenik.

      Balai Bahasa Jateng Buka Pelatihan Menulis Puisi & Feature

      Balai Bahasa Jateng membuka Bengkel Literasi untuk pelatihan penulisan feature maupun puisi bagi generasi muda.

      Tega, Bayi Laki-Laki di Pekalongan Dibuang dalam Karung

      Bayi mungil berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam karung di kawasan Pantai Dewi, Kota Pekalongan, Jawa Tengah (Jateng).

      Mantul! Desa di Jateng Ini Raih Predikat Desa Antikorupsi Terbaik di Indonesia

      Desa Banyubiru di Kabupaten Semarang dinobatkan sebagai desa antikorupsi terbaik di Indonesia oleh KPK.

      Waspada, Mangkang & Tambak Lorok Semarang Potensi Banjir Rob pada Rabu Besok

      BMKG Tanjung Emas Semarang memberikan peringatan terkait potensi banjir rob di kawasan Mangkang dan Tambak Lorok pada Rabu (30/11/2022).

      Kronologi Pembunuhan Tiga Orang dalam 1 Keluarga di Magelang

      Berikut kronologi pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang, Jawa Tengah (Jateng), dengan cara diracun.

      Percepat Penanganan Stunting, Telkomsel Dukung Digitalisasi BKKBN Jateng

      Dukungan Telkomsel kepada BKKBN jateng diwujudkan dalam bentuk kerja sama seperti pengadaan layanan contact center.

      Harum Manis Mutiara Ajaib dari Dieng

      Dataran Tinggi Dieng menyimpan mutiara ajaib beraroma harum yang khas sebagai salah satu kekayaan kuliner.

      Pelaku Pembunuhan Keluarga di Magelang Sempat Tolak Autopsi untuk 3 Korban

      Pelaku pembunuhan tiga orang dalam satu keluarga di Magelang dengan cara memberi racun merupakan anak kedua dari korban.