Periksa OPD dan Semua Desa di Sragen, Ini Temuan Inspektorat Sragen

Inspektorat Sragen memeriksa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen. Dalam pemeriksaan itu, Inspektorat mendapati 175 temuan dari 22 laporan hasil pemeriksaan (LHP).

 Kantor Inspektorat Sragen. (inspektorat.sragenkab.go.id)

SOLOPOS.COM - Kantor Inspektorat Sragen. (inspektorat.sragenkab.go.id)

Solopos.com, SRAGEN — Inspektorat Sragen memeriksa seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan seluruh desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sragen. Dalam pemeriksaan itu, Inspektorat mendapati 175 temuan dari 22 laporan hasil pemeriksaan (LHP).

Atas temuan tersebut, Inspektorat memberikan 254 rekomendasi lantaran potensi kerugian negara mencapai Rp188.333.079. Dari ratusan rekomendasi itu ternyata hingga 21 November 2022, baru 138 rekomendasi yang selesai dilaksanakan sehingga masih ada 116 rekomendasi yang belum selesai.

PromosiTokopedia Card Jadi Kartu Kredit Terbaik Versi The Asian Banker Awards 2022

Penjelasan itu diungkapkan Pelaksa Tugas (plt) Inspektur Kabupaten Sragen, Joko Suratno, dalam Gelar Pengawasan Daerah (Larwasda) di Gedung Kartini Sragen, Rabu (23/11/2022). Joko menerangkan potensi kerugian negara yang sudah selesai ditindaklanjuti senilai Rp124.032.596 atau 65,85%.

Selain pemeriksaan di semester I 2022, Joko mengatakan Inspektorat juga memeriksa OPD pada pelaksanaan kinerja selama semester II 2021. Dalam pemeriksaan semeter II 2021 itu terdapat 314 temuan dari 52 laporan hasil pemeriksaan.

“Dari temuan tersebut Inspektorat mengeluarkan 543 rekomendasi dengan potensi kerugian negara mencapai Rp540.951.986. Hingga sekarang semua temuan sudah ditindaklanjuti, kecuali ada 17 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti tetapi tidak berpotensi pada kerugian negara,” ujarnya.

Baca Juga: ASN Sragen Bikin 30 Inovasi Baru, Ada Pengaman Santet dan Sipmontok

Dia mengatakan objek pemeriksaan atau obrik yang belum menyelesaikan rekomendasi hasil pemeriksaan Inspektorat pada 2021 itu berada di dua OPD yakni di Dinas Pekerjaan Umum (DPU) ada 11 rekomendasi dari 13 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti dan di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sragen ada enam rekomendasi dari 14 rekomendasi yang belum ditindaklanjuti.

Dia menjelaskan rekomendasi di DPU itu berkaitan dengan bidang irigasi dan bidang jalan sedangkan di Diskominfo berkaitan dengan bidang Kominfo sub aplikasi informasi. Temuan itu terkait dengan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang menyebabkan terjadinya potensi kerugian negara atau daerah senilai 35,03% atau sekitar 110 temuan.

Dia menerangkan temuan terkait dengan kelemahan sistem pengendalian internal sekitar 57% atau 178 temuan. Kemudian temuan terkait dengan ketidakhematan, ketidakefisienan, dan ketidakefektifan sebanyak 7,97% atau 25 temuan.

Baca Juga: 5 Tahanan LP Sragen yang Kabur Berstatus Terdakwa, 2 di Antaranya Mau Tuntutan

Joko juga mencatat selama Semester I 2022 ada sebanyak tiga aduan masyarakat yang semua sudah ditindaklanjuti. Jumlah aduan tersebut, ujar dia, menurun daripada aduan pada Sementer II 2021 sebanyak 14 aduan dan sudah ditindaklanjuti semua. “Dari empat aduan masyarakat di 2022 itu, tiga kasus di antaranya merupakan limpahan dari Polres dan Kejari,” katanya.

Selain pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat, juga ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Joko menerangkan sejak 2005 sampai Semester I 2022 terdapat 378 temuan BPK dari 33 laporan hasil pemeriksan (LHP) dengan potensi kerugian negara mencapai Rp55 miliar. Dari temuan itu, jelas dia, BPK mengeluarkan 823 rekomendasi dengan nilai kerugian mencapai Rp30,8 miliar.

Dari rekomendasi itu, sebut dia, ada 801 rekomendasi yang sudah ditindaklanjuti sesuai rekomendasi dengan potensi kerugian negara Rp28,5 miliar sehingga masih ada yang belum sesuai sebanyak 21 rekomendasi dengan potensi kerugian Rp2,3 miliar.

Baca Juga: KPU Sukoharjo Usulkan Komposisi Dapil Pemilu Legislatif 2024, Ini Daftarnya

Sekretaris Inspektorat Sragen, Badrus Samsu Darusi, mengatakan yang diperiksa itu semua OPD dan desa. Menurutnya, tindak lanjut temuan di Semester I 2022 itu masih dalam proses dengan rentang waktunya 60 hari. “Temuan yang muncul itu biasanya berkaitan dengan volume pekerjaan atau ada kelebihan bayar. Pemeriksaan yang dilakukan Inspektorat itu banyak, ada pemeriksaan dengan pejabat tertentu, pemeriksaan kinerja, investigasi, dan program kegiatan pengawasan tahunan yang terjadwal,” katanya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Pilkades Sukoharjo Selesai Tanpa Kericuhan, Pelantikan Dijadwalkan 21 Desember

      Pilkades serentak di Sukoharjo diklaim kondusif tanpa laporan kericuhan.

      Kakung Sableng Klaten Ternyata Kepanjangan dari Kafe Ingkung Sambel Blenger

      Resto Kakung Sebleng berada di pinggir jalan raya, tepatnya di Jalan Kartini/By Pass No. 3, Warung Kidul, Tegalyoso, Kecamatan Klaten Selatan, Klaten, Jawa Tengah.

      Periksa Dugaan Kecurangan Pemilihan Rektor, Ditjen Dikti Terjun ke UNS Solo

      Ditjen Dikti Kemendikbudristek turun langsung ke UNS Solo untuk melakukan audit dan pemeriksaan terkait adanya dugaan kecurangan dalam pemilihan Rektor periode 2023-2028.

      Batuan Purba Sepanjang 100 Meter di Bayat Klaten Ini Bernama Watu Sepur

      Wisata Watu Sepur di Klaten menyuguhkan pemandangan deretan bebatuan purba yang mirip dengan ombak sepanjang 100 meter.

      Tidak Kuat, Presiden Jokowi Gendong Kaesang secara Simbolis seusai Siraman 

      Seluruh prosesi siraman jelang pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022), berlangsung lancar.

      Selain Parang, Batik Motif Slobog juga Wajib Dihindari Tamu Pernikahan Kaesang

      Selain parang/lereng, ada motif batik lain yang wajib dihindari untuk dikenakana oleh tamu acara pernikahan Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono, yaitu motif slobog.

      Korsleting, 1 Rumah di Permukiman Padat Penduduk Delanggu Klaten Terbakar

      Diduga akibat korsleting, satu rumah di tengah permukiman Dukuh Sanggrahan, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu terbakar, Jumat (9/12/2022) dini hari.

      Solopos Hari Ini: Pesta Raya Demokrasi di Desa

      Pemilihan kepala desa (pilkades) di Sukoharjo menjadi pesta rakyat dan dirayakan dengan cara yang khas.

      Presiden Jokowi Ungkap Momen Iriana hingga Bobby Menangis saat Siraman Kaesang

      Presiden Jokowi mengungkapkan momen Kaesang Pangarep, Ibu Negara Iriana, dan Bobby Nasution menangis saat acara siraman jelang pernikahan Kaesang di Sumber, Solo, Jumat (9/12/2022).

      Kalahkan Solo, Penurunan Kemiskinan di Sragen 2022 Tertinggi Kedua di Soloraya

      Persentase penurunan kemiskinan di Sragen tahun ini menjadi yang tertinggi kedua di Soloraya. Bahkan, dibandingkan persentase penurunan kemiskinan rata-rata di Jateng, Sragen masih lebih tinggi.

      Belum Nyerah! Tuntas Subagyo Yakin PKR bakal Berlaga di Pemilu 2024

      Ketua Umum Partai Kedaulatan Rakyat (PKR), Tuntas Subagyo, optimistis partainya bakal lolos dan bisa berlaga di Pemilu 2024.

      Bermodal Rp500.000, Mantan KPM PKH di Sragen Kini Miliki 3 Warung Mi Ayam

      Juragan mi ayam dengan label warung Pak Ndut itu menyatakan keluar dari keluarga penerima manfaat (KPM) PKH tahun lalu dan kini sukses dengan memiliki tiga warung mi ayam di wilayah Masaran.

      Janur Kuning Melengkung dan Kembar Mayang dalam Pernikahan Adat Jawa

      Puluhan janur kuning melengkung mulai dipasang menjelang pernikahan adat Jawa, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono, Minggu (11/12/2022), selain janur kuning, kembar mayang juga ikut dipasang.

      Realisasi Pendapatan Pajak 2022 di Sukoharjo Naik 16,91%

      Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Sukoharjo Richard Tri Handoko menyebut capaian realisasi pajak daerah sampai dengan (30/11/2022) naik 16,91%.

      Bakesbangpol Karanganyar Gelar Penguatan Kerukunan Beragama, Ini Tujuannya

      Pertemuan bertujuan merawat kerukunan umat beragama dalam rangka memperkokoh persatuan dan kesatuan serta stabilitas negara.