Perempuan Rentan Kesepian Akibat Pembatasan Saat Pandemi Covid-19
Ilustrasi Wanita Karier (Youtube)

Solopos.com, JAKARTA -- Penelitian terbaru menyimpulkan satu dari tiga perempuan menderita kesepian ketika pembatasan wilayah atau lockdown diberlakukan di Inggris akibat pandemi Covid-19.

Para peneliti dari University of Essex, Inggris, menemukan perempuan mengalami lebih banyak masalah dengan kesehatan mental--utamanya kesepian--ketimbang pria selama wabah Covid-19

Seperti dilaporkan laman Independent, Senin (15/6/2020), peneliti mencontohkan jumlah orang yang melaporkan setidaknya satu masalah kesehatan mental telah meningkat. Peningkatan itu dari tujuh persen menjadi 18 persen selama pandemi.

Selamat! Inilah Merek Pemenang SBBI Award 2020

Untuk gender perempuan, angka laporan gangguan mental berupa perasaan kesepian kini telah meningkat dari 11 persen menjadi 27 persen.

Para peneliti menyebutkan perbedaan itu bisa jadi karena tuntutan lebih besar pada perempuan dalam hal pengasuhan anak. Selain itu ada pula tugas rumah tangga, hingga tuntutan pekerjaan bagi perempuan karier.

Wawancara Online

Studi ini menemukan lebih dari sepertiga perempuan (34 persen) yang menjadi responden, melaporkan kadang-kadang merasa kesepian ketika kebijakan lockdown Covid-19 diberlakukan. Sementara itu 11 persen lainnya mengatakan mereka sering merasa kesepian.

Indonesia Kembali Ekspor APD dan Masker, Tak Takut Langka Lagi?

Untuk pria, 23 persen mengatakan mereka terkadang kesepian dan hanya enam persen melaporkan merasa sering kesepian saat lockdown Covid-19. Penelitian ini didasarkan pada wawancara online menggunakan UK Longitudinal Study.

“Studi awal yang dilakukan sejak awal pandemi Covid-19 telah menemukan adanya masalah kesehatan mental yang memburuk, khususnya bagi kaum perempuan,” tulis laporan studi tersebut.

Sumber: Antara


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho