Perempuan Masaran Sragen Jadi Korban Gendam, Motor, HP, Gelang Emas, dan Kartu ATM Dirampas
Ilustrasi/dok

Solopos.com, SRAGEN -- Tri Sukamti, warga Dukuh Dawungan, RT 05, Desa Dawungan, Masaran, Sragen, menjadi korban penipuan dengan modus gendam atau hipnotis.

Akibatnya, perempuan itu mengalami kerugian hingga belasan juta rupiah. Sepeda motor, gelang emas, ponsel, dan kartu ATM dibawa kabur pelaku.

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Kamis (25/6/2020), peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (24/6/2020) sekitar pukul 13.30 WIB. Belum diketahui secara pasti kronologi peristiwa itu.

Gowes Sumber-Solo Baru, Pria Ini Meninggal Mendadak di Manang Sukoharjo

Namun, proses hipnotis atau gendam terhadap warga Masaran, Sragen, itu diduga dilakukan saat korban mengendarai sepeda motor dari simpang empat Kebakkramat hingga Bejen Karanganyar.

Saat itu, Tri Sukamti mengendarai Honda Beat warna putih dengan corak merah berpelat nomor AD 5202 ARE. Di sepanjang jalan itulah, warga Masaran, Sragen, itu  diduga menjadi korban hipnotis orang tak dikenal.

Tri Sukamti pun tanpa sadar menyerahkan sepeda motor, gelang emas, ponsel Xiaomi Redmi 6A beserta kartu ATM kepada pelaku. Hingga Kamis, kesadaran Tri belum kembali sepenuhnya.

Jekek Jadi Mundur atau Tetap Maju di Pilkada 2020? Ini Kata Tokoh Parpol Wonogiri

Hal itu membuat proses penggalian informasi kepadanya menjadi terkendala. Meski kasus tersebut sudah dilaporkan ke Polres Karanganyar, Tri Sukamti belum bisa dimintai keterangan mengingat kesadarannya belum normal.

Tidak Ada Laporan

“Sudah [dilaporkan ke Polres Karanganyar]. Mohon maaf, istri saya saat ini kesadaran berpikirnya belum normal. Kalau ditanya informasi, langsung drop kesehatannya,” jelas Panidi, suami Tri Sukamti, kepada Solopos.com.

Kapolsek Masaran, Sragen, AKP Agus Taruno, mengatakan meski korban gendam itu merupakan warga Masaran, aksi kejahatan terjadi di wilayah Karanganyar. Oleh sebab itu, tidak ada laporan masuk ke Mapolsek Masaran terkait dugaan penipuan dengan modus gendam atau hipnotis tersebut.

Sudah Sebulan Lebih Diajukan, Apa Kabar Insentif Tenaga Kesehatan Kasus Covid-19 Solo?

Dia menilai kejahatan dengan modus gendam atau hipnotis lebih mudah dialami korban yang kurang fokus karena memendam masalah tertentu. Menurutnya, orang yang memiliki pikiran bersih atau tidak terbebani persoalan cenderung aman dari ancaman kejahatan bermodus gendam atau hipnotis.

“Yang bisa kena hipnotis itu karena pikiran kalut. Gumunan [mudah terheran-heran]. Tidak fokus karena banyak melamun. Kalau sebaliknya, insya Allah tidak terkena hipnotis,” paparnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom